Blog Kami

Internal Medicine

Bagaimana Merujuk Pasien Status Epileptikus di PPK 1

Status epileptikus (SE) adalah bangkitan kejang yang berlangsung lebih dari 30 menit, atau ada dua bangkitan kejang atau lebih dimana di antara bangkitan-bangkitan tadi tidak terdapat pemulihan kesadaran. Data klinis menunjukkan bahwa ketika aktivitas epileptik terjadi dalam waktu 30 menit, akan terjadi kerusakan neuron otak yang permanen meskipun telah dilakukan pengontrolan tekanan darah, respirasi dan suhu tubuh. Hal inilah yang menjadi dasar kenapa dipilih angka 30 menit. Pada beberapa penelitian terbaru, ditemukan bahwa kerusakan neuronal menjadi irreversible dan mengalami farmakoresistensi sebelum 30 menit. Pada umumnya aktivitas epileptik akan berhenti spontan setelah lima menit. Hal ini yang menjadi dasar pemberian terapi anti-kejang harus segera diberikan setelah kejang berlangsung selama lima menit, tanpa harus menunggu durasi kejang 30 menit.

30 Sep 2016
Bagaimana Merujuk Pasien Status Epileptikus di PPK 1

Internal Medicine

Diltiazem vs Nikardipin: Terapi Anti-Hipertensi Intravena dalam Tatalaksana Hipertensi Emergensi pada Pasien Stroke Akut

Hipertensi emergensi adalah komplikasi yang sering dijumpai pada pasien stroke fase akut di Intalasi Gawat Darurat (IGD). Dokter IGD perlu memiliki pengetahuan update tentang tatalaksana hipertensi emergensi pada pasien stroke akut. Sehingga, outcome klinis dan prognosis pasien stroke akut yang datang ke IGD lebih baik. Salah satu issue penting dalam tatalaksana pasien stroke akut adalah penggunaan diltiazem intravena pada pasien stroke akut yang memiliki komplikasi hipertensi emergensi. Hipertensi emergensi adalah peningkatan tekanan darah yang sangat tinggi ( > 180/120 mmHg) sehingga mengakibatkan kerusakan organ target yang pprogresif (eg ensefalopati, kerusakan jantung dan insufisiensi ginjal). Hipertensi emergensi terjadi pada 22,5% pasien stroke. Sedangkan 77,8% pasien stroke mengalami hipertensi akut (Tekanan Darah Sistolik > 140 mmHg pada satu jam pertama setelah serangan stroke.

29 Sep 2016
Diltiazem vs Nikardipin: Terapi Anti-Hipertensi Intravena dalam Tatalaksana Hipertensi Emergensi pada Pasien Stroke Akut

Internal Medicine

Diagnosis dan Terapi Herpes Simpleks di PPK 1

Herpes simpleks adalah infeksi akut yang disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe I atau tipe II. Penyakit ini termasuk dalam kompetensi 4A, sehingga dokter umum di PPK 1 diharapkan memiliki skill klinis yang cukup dalam menegakkan diagnosis dan merencanakan tatalaksana yang tepat. Keluhan Utama yang sering membawa pasien berobat adalah vesikel yang berkelompok di atas kulit yang sembab dan eritematosa pada daerah mukokutan, yaitu perioral (tipe I, bisa juga tipe II) dan daerah kemaluan (tipe II). Keluhan tersebut sering disertai gejala sistemik seperti demam, malaise, mialgia, nyeri kepala, dan adenopati regional. Lesi dapat terjadi secara rekuren pada lokasi yang sama seperti sebelumnya.

28 Sep 2016
Diagnosis dan Terapi Herpes Simpleks di PPK 1

Internal Medicine

Diagnosis dan Terapi Dermatitis Atopik di PPK 1

Dermatitis atopik (DA) adalah peradangan kulit berulang dan kronis dengan disertai gatal. Pasien sering datang ke tempat praktek dokter umum dengan keluhan Utama pruritus (gatal), dapat hilang timbul sepanjang hari, tetapi umumnya lebih hebat pada malam hari. Akibatnya penderita akan menggaruk, sehingga dapat ditemukan lesi bekas garukan pada daerah spesifik. Beberapa faktor risiko yang berperan penting dalam perkembangan dermatitis atopik pada pasien adalah

24 Sep 2016
Diagnosis dan Terapi Dermatitis Atopik di PPK 1

Internal Medicine

Diagnosis dan Terapi Diabetes Melitus di PPK 1

Diabetes melitus adalah gangguan metabolik yang ditandai oleh hiperglikemia akibat defek pada kerja insulin (resistensi insulin) dan sekresi insulin atau kedua-duanya. Keluhan Utama diabetes melitus secara klasik disebut sebagai trias diabetes (polifagi, poliuri, polidipsi). Namun, belakangan lebih disukai untuk menggunakan patokan 3 gejala utama diabetes sebagai polidipsi, poliuria dan penurunan berat badan. Berdasarkan karakteristik keluhan yang muncul pada pasien diabetes melitus dapat dibagi menjadi keluhan khas dan tidak khas.

17 Sep 2016
Diagnosis dan Terapi Diabetes Melitus di PPK 1