Blog Kami

Internal Medicine

Selamat Jalan Sang Pahlawan Kesehatan

Tanggal 10 November 2015 presiden Jokowi hadir ke Surabaya untuk merayakan hari pahlawan di Tugu Pahlawan. Satu hari sebelum Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang jatuh pada 12 November 2015, seorang "pahlawan kesehatan" gugur dalam tugas mulia memeratakan "program kesehatan murah Indonesia", program internship dokter Indonesia. Pahlawan itu bernama dr. Dionisus Giri Samudra. Martir atau Pahlawan Kesehatan?

12 Nov 2015
Selamat Jalan Sang Pahlawan Kesehatan

Internal Medicine

Mengapa Harga Obat “Harus” Mahal? Salah Dokter Kah?

Mengapa Harga Obat Mahal? Pertanyaan yang pernah melahirkan pameo, orang miskin dilarang sakit, itu masih ramai dibicarakan masyarakat awam. Dampak sosial yang ditimbulkan oleh berita media nasional Tempo, eksklusif: terkuak 40 persen dari harga obat buat menyuap dokter, memicu kegaduhan akar rumput. Masyarakat awam merasa yakin dengan isu gratifikasi dokter oleh pabrik farmasi. Meski hampir seminggu sudah berita tersebut beredar, pro-kontra masih ramai menghiasi perang opini di media sosial. Posisi dokter terpojok, dihakimi oleh "ilusi" statistik.

8 Nov 2015
Mengapa Harga Obat “Harus” Mahal? Salah Dokter Kah?

Internal Medicine

Diagnosis dan Terapi Herpes Zoster

Well, ini adalah kasus yang menarik. Aku dulu juga pernah dapat sih kasus yang hampir sama. Bedanya, waktu itu yang dikeluhkan adalah nyeri di perut sebelah kanan. Karena pasien lumayan mampu, dia mengambil inisiatif untuk cek penunjang di Laboratorium Klinik swasta. Hasilnya yang positif adalah kolesterol 300 dan dari hasil USG didapatkan butiran pasir di saluran empedu, dicurigai batu empedu. Pasien sudah was-was. Datang ke klinik. Dilakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Tapi kok tidak mengarah ke batu empedu. Faktor risiko juga kurang sesuai.

5 Nov 2015
Diagnosis dan Terapi Herpes Zoster

Internal Medicine

Struktur Biaya Obat dan Mitos Gratifikasi 40% untuk Dokter

Saat membaca artikel tersebut, saya bahkan tidak tahu. Bagaimana mereka (tempo.co) menghimpun data dan menganalisisnya sehingga "berani" menyimpulkan bahwa 40% harga obat adalah gratifikasi untuk dokter. Bayangan yang ada di kepala saya, saat mereka berani menulis judul "bombastis" dan "irritatif" tersebut adalah mereka melakukan sebuah penelitian dengan menginvestigasi "sekian" produk obat dengan memilih obat yang akan diinvestigasi secara acak (random) dalam jumlah yang cukup mewakili seluruh obat yang beredar di pasar, lantas mereka mengghitung struktur biaya obat rata-rata sehingga dapat menyimpulkan bahwa 40% harga obat digunakan untuk memberikan gratifikasi kepada dokter. Yang jelas riset semacam itu sangat mahal, dan saya tidak yakin tempo.co punya cukup dana untuk melaku

3 Nov 2015
Struktur Biaya Obat dan Mitos Gratifikasi 40% untuk Dokter

Internal Medicine

Pil KB Memicu Stroke?

ari ini, 29 Oktober 2015, adalah World Stroke Day (WSD). Pada peringatan tahun ini, World Stroke Organization mengusung tema spesial "I am Woman". Tema tersebut dipilih dengan alasan: wanita memiliki kerentanan lebih tinggi menderita stroke, meninggal karena stroke, mendapatkan pelayanan kesehatan yang kurang memadai dibandingkan laki-laki dan beberapa alasan gender lain. Hubungan Pil KB dan Stroke

29 Oct 2015
Pil KB Memicu Stroke?