Traumatic Brain Injury (TBI) adalah penyebab utama mortalitas dan morbiditas pada pasien dalam kelompok usia 18-45 tahun. Sebagian besar pasien bertahan hidup dengan kecacatan yang signifikan, menyebabkan beban sosial ekonomi bagi pasien dan keluarga. Namun saat ini, perawatan terhadap TBI mengalami perbaikan manajemen yang pesat. Selama 30 tahun terakhir, data menunjukkan bahwa kematian akibat TBI berat telah berkurang dari 50% menjadi kurang dari 25%.
Tatalakasana Traumatic Brain Injury (Cedera Otak) di IGD
TBI umumnya diklasifikasikan menjadi 2, primer dan sekunder. Cidera otak primer disebabkan oleh kerusakan jaringan otak yang dihasilkan transfer energi kinetik. Cidera otak sekunder adalah keadaan berikutnya oleh karena keadaan sistemik dan intrakranial sebagai konsekuensi dari berbagai faktor, seperti hipoksemia, hipotensi, hipo atau hiperkarbia, hipo atau hiperglikemia, hipo atau hipertermia, dan kejang. Pencegahan terjadinya cedera otak sekunder merupakan perhatian utama dari intervensi terapeutik TBI.
19 Mar 2019
Diagnosis Traumatic Brain Injury
Saat pasien datang dengan trauma kepala yang harus dilakukan dokter umum adalah primary survey menggunakan rumus ABCDE. Rumus ini dijabarkan sebagai
A: Airway, jaga jalan napas tetap terbuka
B: Breathing, (pernapasan)
C: Circulation, periksa tekanan darah dan nadi, pasang infus dan siapkan cairan
D: Disability : Pada disability lakukan pemeriksaan neurologis dasar yang disebut AVPU (Alert, verbal stimuli response, pain stimuli response, unresponsive).
-. E: Exposure pasien dicek kembali secara menyeluruh.Diagnosis Traumatic Brain Injury
Saat pasien datang dengan trauma kepala yang harus dilakukan dokter umum adalah primary survey menggunakan rumus ABCDE. Rumus ini dijabarkan sebagai
A: Airway, jaga jalan napas tetap terbuka
B: Breathing, (pernapasan)
C: Circulation, periksa tekanan darah dan nadi, pasang infus dan siapkan cairan
D: Disability : Pada disability lakukan pemeriksaan neurologis dasar yang disebut AVPU (Alert, verbal stimuli response, pain stimuli response, unresponsive).
-. E: Exposure pasien dicek kembali secara menyeluruh.
27 Feb 2019
Fraktur radius terutama yang terjadi pada bagian distal dari radius merupakan salah satu kasus trauma yang paling sering ditemukan di kasus ortopedi. Fraktur radius mengisi 8%-15% dari kasus fraktur pada orang dewasa.
Penyebab fraktur tidak hanya trauma, fraktur dapat disebabkan oleh beberapa sebab lain. Sebab-sebab dari fraktur yang mungkin terjadi adalah:
Fraktur yang disebabkan oleh trauma: fraktur yang disebabkan oleh gaya yang besar dan mendadak pada tulang dan area sekitar. Gaya yang terjadi dapat bersifat langsung dan tidak langsung. Pada gaya langsung jaringan yang terdapat di sekitar tulang dapat ikut rusak, sementara pada gaya tidak langsung gaya terjadi bukan di area yang terdapat fraktur.
Stress fracture atau fatigue fracture: fraktur yang terjadi akibat tekanan berulang. Tulang akan retak kemudian fraktur dapat terjadi.
Fraktur patologis: fraktur yang terjadi akibat kondisi patologis pada tulang seperti osteoporosis.
Fraktur pada Proksimal Radius
25 Feb 2019
Diagnosis dini preeklampsia di faskes layanan pertama diperlukan untuk memastikan kesejahteraan ibu dan janin. Berbeda dari wanita dengan preeklamsia berat, wanita hamil dengan preeklampsia sedang umumnya tidak memiliki gejala. Oleh karena itu, keterlambatan dalam diagnosis dan perawatan primer yang memadai, dan rujukan ke spesialis dapat menjadi faktor penting dari hasil yang merugikan bagi ibu dan janin.
Langkah awal yang paling penting dalam melakukan diagnosa preeklampsia dalam tingkatan FKTP adalah penilaian risiko. Penilaian dilakukan setelah usia kehamilan 20 minggu dengan cara mengidentifikasi mengenali tanda dan gejala termasuk kejadian hipertensi baru, proteinuria baru, gejala sakit kepala, gangguan penglihatan, nyeri epigastrium, muntah, berkurangnya pergerakan janin, dan ukuran bayi yang kecil untuk usia kehamilan, faktor-faktor di atas dapat membantu mengidentifikasi kasus berisiko tinggi untuk rujukan ke perawatan spesialis.
Catatan Penting: Penilaian resiko di tingkat FKTP dapat dilakukan melalui penilaian gerakan janin dan pengukuran janin dibandingkan usia kehamilan. Penilaian terutama dilakukan pada trimester kedua.
Tatalaksana Preeklamsia di Faskes Primer
19 Feb 2019
ANTIBIOTIK SEBAGAI TERAPI GASTROENTERITIS AKUT PADA ANAK: PERLU ATAU TIDAK?
8 Feb 2019