Blog Kami

Pediatri

Loperamide Sebagai Anti-Diare dan Resiko Penurunan Kesadaran Pada Pasien Anak

Hati-hati menggunakan loperamide. Loperamide adalah obat anti-diare golongan narkotika. Obat ini mahsyur dengan nama imodium. Obat ini dikenal luas memiliki efek anti-diare yang sangat kuat. Sederhananya, diare diterapi imodium pasti mampet. Namun, beberapa laporan ilmiah mengisyaratkan "ancaman bahaya" penggunaan loperamide yang tidak sesuai indikasi. Loperamide dilaporkan menyebabkan efek samping yang fatal: ileus paralitik. Loperamide memang bekerja sebagai obat anti-diare melalui mekanisme penghambatan motilitas usus pada reseptor opioid. Efek langsung di otot sirkular dan longitudinal usus besar membuat efek anti-diare yang dimilikinya sangat kuat, sehingga bisa terjadi paralisis otot tersebut yang pada akhirnya berkembang menjadi ileus.

6 Aug 2015
Loperamide Sebagai Anti-Diare dan Resiko Penurunan Kesadaran Pada Pasien Anak

Pediatri

Mencegah Kejang Demam Pada Pasien Anak

Edukasi yang baik adalah tugas dokter yang utama saat menerima pasien paska mengalami kejang demam. Namun, beberapa pasien membutuhkan tindakan pencegahan karena cenderung mengalami kejang demam ulangan. Beberapa pasien yang lebih sering mengalami kejang demam ulangan (recurrent febrile seizure) adalah Pasien yang mengalami serangan pertama kejang demam pada usia yang masih sangat muda (< 18 bulan). Semakin tua umur seseorang saat mengalami serangan kejang demam, semakin kurang beresiko mengalami kejang demam ulangan.

4 Aug 2015
Mencegah Kejang Demam Pada Pasien Anak

Internal Medicine

Mengapa Anak Saya Kejang Demam, Dok?

Banyak orang tua di Indonesia yang beranggapan bahwa anak yang demam tinggi bila tidak segera diturunkan suhunya akan mengalami kejang (step). Sehingga saat anak mereka demam sedikit,mereka akan sangat ketakutan (dan akhirnya datang ke tempat praktek dokter). Pada perkembangannya, anggapan sebagian orang tua tersebut kurang tepat.

30 Jul 2015
Mengapa Anak Saya Kejang Demam, Dok?

Internal Medicine

Riwayat Kejang Demam (+), Divaksin Gak ya?

Kekhawatiran ibu-ibu muda ini semakin diperparah dengan serbuan informasi online dari kalangan Anti-Vaksin. Turbulensi informasi yang diciptakan kalangan Anti-Vaksin tidak hanya menyebabkan keraguan, namun juga menumbuhkan kecurigaan tidak beralasan para ibu muda terhadap keamanan vaksin. Pendekatan santun, berempati dan bersahabat tentu menjadi modalitas penting untuk meluruskan pemikiran tersebut. Namun, tentu materi informasi yang akurat, sahih dan didukung data ilmiah juga tidak kalah penting untuk memberikan edukasi pada orang tua pasien. Berikut beberapa informasi penting terkait vaksin dan Kejang Demam pada anak yang kami rangkum dari website CDC:

30 Jul 2015
Riwayat Kejang Demam (+), Divaksin Gak ya?

Pediatri

Kejang Demam Sederhana, Kapan Pungsi Lumbal Dibutuhkan?

Seorang anak berusia 2 tahun dibawa oleh ibunya dengan keluhan paska kejang selama 5 menit, 2 jam yang lalu. Saat ini kondisi pasien compos mentis. Pasien memiliki riwayat diare disertai demam sejak 1 hari yang lalu. Riwayat keluar cairan dari telinga (-). Dari pemeriksaan: Nadi 100 x/menit, Frekuensi Nafas 20 x/menit, tekanan darah 120/80 mmHg. Suhu Aksiller: 39 C, meningeal sign (-). Pemeriksaan Penunjang yang diusulkan? A. EEG B. Pungsi Lumbal C. MRI D. Kadar Elektrolit Serum E. CT Scan

28 Jul 2015
Kejang Demam Sederhana, Kapan Pungsi Lumbal Dibutuhkan?