Blog Kami

Internal Medicine

Dehidrasi Pada Pasien Lanjut Usia: Panduan Praktik Klinik

Dehidrasi pada pasien lanjut usia adalah kasus sulit yang sering berakibat fatal. Beberapa kondisi sulit yang sering muncul adalah overload pada rehidrasi pasien lanjut usia dan kondisi dehidrasi yang tidak terdeteksi. Panduan praktik klinik ini ditulis dengan adaptasi dari Buku Panduan Praktik Klinik PAPDI. Dehidrasi adalah berkurangnya cairan tubuh total, dapat berupa hilangnya air lebih banyak dari natrium (dehidrasi hipertonik), atau hilangnya air dan natrium dalam jumlah yang sama (dehidrasi isotonik), atau hilangnya natrium yang lebih banyak daripada air (dehidrasi hipotonik). Mengetahui jenis dehidrasi penting dalam menentukan strategi terapi rehidrasi pasien lanjut usia. Pada pasien lanjut usia pada umumnya terjadi penurunan kemampuan homeostatik seiring dengan bertambahnya usia. Secara khusus, terjadi penurunan respon rasa haus terhadap kondisi hipovolemik dan hiperosmolaritas. Disamping itu juga terjadi penurunan laju infiltrasi glomerolus, kemampuan fungsi konsentrasi ginjal, renin, aldosteron, dan penurunan tanggapan ginjal terhadap vasopresin.

9 Oct 2015
Dehidrasi Pada Pasien Lanjut Usia: Panduan Praktik Klinik

Internal Medicine

Buku Panduan Praktis Klinis & Clinical Pathway

HORE, AKHIRNYA TERBIT BUKU PANDUAN PRAKTIS KLINIS DAN CLINICAL PATHWAY ILMU PENYAKIT DALAM!!! Buku paling keren di akhir tahun 2015 ini disusun oleh para ahli ilmu penyakit dalam dibidang masing-masing. Ada 175 lebih pembahasan tentang standar dan prosedur pelayanan berbagai penyakit di bidang ilmu penyakit dalam. Buku yang cukup "ringkas" untuk dijadikan pegangan selama di Internship, PTT atau Praktek sehari-hari. Buku Clinical Pathway juga dapat dijadikan rujukan untuk menyusun Clinical Pathway di institusi masing-masing. Admin sudah baca dan recommended sekali.

9 Oct 2015
Buku Panduan Praktis Klinis & Clinical Pathway

Internal Medicine

Klasifikasi Peritonitis Infeksi

Seorang wanita berusia 64 tahun datang ke Instalasi Gawat Darurat dengan keluhan utama nyeri seluruh perut sejak dua hari yang lalu. Nyeri dimulai dari ulu hati, kemudian nyeri bertambah dan menyebar ke seluruh perut. Pasien tampak berkeringat dan lemah. Pada pemeriksaan fisik didapatkan perut kembung dan bising usus menurun. Batas paru hepar menghilang. Tekanan darah 100/60, frekuensi nadi 110 kali/menit, suhu 38 derajat Celcius. Berdasarkan anamnesis diketahui bahwa pasien sering mengeluh nyeri ulu hati sejak satu tahun yang lalu. Pasien rutin mengkonsumsi Ibuprofen untuk mengurangi nyeri otot dan sendi yang sering diderita. Diagnosis yang paling tepat adalah…

8 Oct 2015
Klasifikasi Peritonitis Infeksi

Internal Medicine

Efek Samping Ibuprofen Pada Saluran Pencernaan

Ibuprofen adalah salah satu obat golongan NSAID yang banyak digunakan sebagai anti-inflamasi, anti-piretik dan anti-nyeri. Obat ini banyak digunakan dalam jangka waktu yang lama oleh pasien yang memiliki riwayat penyakit asam urat akut (Gout Arthritis). Ibuprofen cukup mudah didapatkan secara bebas. Ibuprofen adalah obat over-the-counter (OTC) yang dapat dibeli tanpa resep dokter. Efektivitas obat yang baik dalam mengurangi rasa nyeri membuat obat ini banyak digunakan oleh pasien secara menahun. Namun, penggunaan Ibuprofen dalam jangka panjang dapat menyebabkan efek samping obat yang berbahaya.

5 Oct 2015
Efek Samping Ibuprofen Pada Saluran Pencernaan

Internal Medicine

Aspirasi Dokter Untuk BPJS yang Lebih Baik

Minggu lalu kami melakukan sebuah mini-survey untuk menjaring "uneg-uneg" fans FP Dokter Post tentang tarif INA-CBGs dan masukan untuk BPJS yang lebih baik. Dari 192 responden yang mengisi survey: 70% dokter umum, 14% dokter spesialis dan 4% adalah tenaga kesehatan lain (dokter gigi, analis kesehatan, perawat, bidan dan fisioterapis). Sisanya (12%) adalah masyarakat umum (bukan tenaga medis). Kira-kira 33% responden bekerja di Rumah Sakit Pemerintah, 24% di Rumah Sakit Swasta, 20% di Puskesmas dan 11% di Klinik Swasta/Praktek Dokter Swasta. Sisanya (12%), tidak bekerja di Fasilitas Kesehatan (wiraswasta, industri properti, guru dan sebagainya). 88% responden menyatakan bahwa pekerjaan sehari-harinya bersentuhan dengan BPJS, sedangkan 12% sisanya menyatakan tidak berhubungan dengan BPJS. Yang menarik, ternyata responden berasal dari Sabang-Merauke!!! Memang sebagian besar responden berasal dari Jakarta (16%), Surabaya (13%) dan Medan (12%). Namun, 59% sisanya tersebar dari Sabang-Merauke. Tercatat ada (3%) responden dari Aceh Utara dan (1%) responden dari Papua. Sisanya ada dari semua pulau di Indonesia (Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Bali, NTT dan NTB). Hal tersebut sangat menggembirakan bahwa Dokter Post bukan hanya milik Dokter di Jakarta atau Surabaya, Dokter Post sudah menjadi milik bersama Dokter Indonesia!

4 Oct 2015
Aspirasi Dokter Untuk BPJS yang Lebih Baik