Tinjauan Klinis Komprehensif: Diagnosis dan Tatalaksana Bakterial Vaginosis dalam Kehamilan Berbasis Bukti Terkini

12 Jan 2026 • Obgyn

Deskripsi

Tinjauan Klinis Komprehensif: Diagnosis dan Tatalaksana Bakterial Vaginosis dalam Kehamilan Berbasis Bukti Terkini

Pendahuluan: Vaginosis Bakterialis sebagai Entitas Klinis Penting dalam Obstetri

Bakterial Vaginosis (BV) merupakan kondisi klinis yang paling sering menjadi penyebab keluhan vaginal pada wanita usia reproduktif. Namun, mendefinisikan BV hanya sebagai infeksi yang menyebabkan keputihan berbau tidaklah cukup, terutama dalam konteks kehamilan. Secara fundamental, BV adalah sebuah sindrom disbiosis mikrobioma vagina yang kompleks. 

Kondisi ini ditandai oleh pergeseran dramatis dari flora vagina yang sehat dan didominasi oleh spesies Lactobacillus penghasil hidrogen peroksida, menjadi suatu pertumbuhan berlebih polimikroba dari bakteri anaerob fakultatif dan obligat. Bakteri-bakteri ini meliputi Gardnerella vaginalis, Atopobium vaginae (sekarang dikenal sebagai Fannyhessea vaginae), spesies Prevotella, dan Mobiluncus.

Signifikansi klinis BV dalam kehamilan melampaui gejala yang mungkin timbul. Faktanya, hingga 50% wanita dengan BV tidak menunjukkan gejala (asimtomatik), sehingga kondisi ini seringkali tidak terdiagnosis. 

Prevalensi BV pada populasi wanita hamil sangat bervariasi, dilaporkan berkisar antara 9% hingga lebih dari 40%, bergantung pada populasi yang diteliti dan kriteria diagnostik yang digunakan. Variasi prevalensi ini sendiri merupakan faktor penting; populasi dengan prevalensi BV yang tinggi seringkali juga memiliki prevalensi tinggi untuk faktor risiko luaran kehamilan yang merugikan lainnya. 

Faktor risiko yang teridentifikasi konsisten dengan BV meliputi etnis tertentu, status sosioekonomi rendah, memiliki banyak pasangan seksual, merokok, dan praktik vaginal douching.

Hal ini membawa kita pada sebuah paradoks klinis yang menjadi inti dari perdebatan ilmiah dan tantangan praktik sehari-hari: BV secara konsisten dan kuat terbukti berhubungan dengan berbagai luaran kehamilan yang merugikan dan signifikan, termasuk persalinan prematur. 

Namun, berbagai uji klinis acak terkontrol (RCT) dan meta-analisis yang mengevaluasi intervensi pengobatan untuk BV memberikan hasil yang membingungkan, tidak konsisten, dan seringkali mengecewakan dalam hal pencegahan komplikasi tersebut. Dilema antara BV sebagai penanda risiko yang kuat dan efikasi terapi yang tidak menentu telah menarik perhatian besar dari para klinisi dan komunitas ilmiah, serta menjadi fokus utama dari tinjauan komprehensif ini.

Patofisiologi dan Kaitan dengan Luaran Kehamilan yang Merugikan

Hubungan antara BV dan komplikasi kehamilan diyakini dimediasi oleh mekanisme infeksi asenden. Hipotesis yang paling diterima adalah bahwa bakteri patogen anaerob yang tumbuh berlebih di vagina naik ke saluran genital bagian atas, melewati barier serviks. Proses ini dapat menyebabkan kondisi inflamasi subklinis seperti endometritis dan korioamnionitis, bahkan menginfeksi cairan amnion.

Bakteri-bakteri yang berasosiasi dengan BV, seperti G. vaginalis dan A. vaginae, menghasilkan enzim virulen seperti sialidase dan protease. Enzim-enzim ini mampu mendegradasi musin pada sumbat serviks (cervical mucus plug) dan melemahkan integritas selaput ketuban. Kerusakan jaringan ini, ditambah dengan adanya endotoksin bakteri, memicu kaskade inflamasi lokal. 

Produksi sitokin pro-inflamasi (seperti Interleukin dan Tumor Necrosis Factor) dan prostaglandin meningkat, yang pada gilirannya dapat merangsang kontraksi uterus dan menyebabkan pecahnya selaput ketuban, sehingga berujung pada persalinan prematur atau ketuban pecah dini prematur (PPROM).

Beban klinis dari BV yang tidak ditangani selama kehamilan sangat signifikan, sebagaimana ditunjukkan oleh berbagai meta-analisis. Bukti epidemiologis secara konsisten mengaitkan BV dengan peningkatan risiko untuk serangkaian luaran yang merugikan:

  • Persalinan Prematur (PTB): BV meningkatkan risiko persalinan prematur (sebelum 37 minggu gestasi) secara substansial. Beberapa meta-analisis menunjukkan peningkatan risiko sebesar 60% hingga dua kali lipat. Sebuah meta-analisis besar melaporkan odds ratio (OR) sebesar 1.76 (95% CI 1.32-2.35) untuk PTB pada wanita dengan BV. Risiko ini bahkan dilaporkan meningkat hingga lebih dari tujuh kali lipat jika BV didiagnosis sebelum 16 minggu kehamilan.

  • Ketuban Pecah Dini Prematur (PPROM): Risiko PPROM meningkat lebih dari dua kali lipat pada wanita dengan BV. Analisis data gabungan menunjukkan OR sebesar 2.59 (95% CI 1.39-4.82) , sementara studi lain menemukan adjusted OR sebesar 1.97.

  • Keguguran dan Abortus Trimester Kedua: BV dikaitkan dengan peningkatan risiko keguguran. Satu analisis menemukan OR sebesar 2.34 (95% CI 1.18-4.64) untuk keguguran secara umum , sementara analisis lain secara spesifik menunjukkan penurunan risiko keguguran lanjut (late miscarriage) setelah terapi antibiotik. Adanya flora BV dengan jumlah bakteri tinggi dan rendahnya
    Lactobacillus pada trimester pertama secara khusus berhubungan dengan peningkatan risiko abortus pada trimester kedua.

  • Berat Badan Lahir Rendah (BBLR): Risiko melahirkan bayi dengan BBLR (<2500 gram) juga meningkat, dengan OR sebesar 1.73 (95% CI 1.41-2.12).

  • Infeksi Intrauterin dan Pasca Persalinan: BV meningkatkan risiko infeksi intra-amnion (korioamnionitis) dengan OR 2.26 , serta komplikasi pasca persalinan seperti endometritis dan infeksi luka bekas seksio sesarea.

  • Morbiditas Neonatal: Dampaknya meluas hingga ke neonatus. Bayi yang lahir dari ibu dengan BV menghadapi risiko lebih tinggi untuk dirawat di Neonatal Intensive Care Unit (NICU), memerlukan intubasi untuk dukungan pernapasan, dan menderita sindrom gawat napas neonatal (respiratory distress syndrome).

Untuk memberikan gambaran kuantitatif yang jelas, tabel berikut merangkum besaran risiko dari luaran kehamilan merugikan yang paling signifikan terkait dengan BV, berdasarkan data dari meta-analisis terkemuka.

Tabel 1: Ringkasan Risiko Relatif (OR/RR) Luaran Kehamilan Merugikan Terkait BV

Luaran Kehamilan

Metrik Risiko

Nilai (95% CI)

Persalinan Prematur (<37 minggu)

OR

1.76 (1.32 - 2.35)

Ketuban Pecah Dini Prematur (PPROM)

OR

2.59 (1.39 - 4.82)

Keguguran (Umum)

OR

2.34 (1.18 - 4.64)

Berat Badan Lahir Rendah (<2500g)

OR

1.73 (1.41 - 2.12)

Infeksi Intrauterin

OR

2.26 (1.44 - 3.56)

Keguguran Lanjut (Late Miscarriage)

RR

0.20 (0.05 - 0.76)*

*Nilai ini menunjukkan penurunan risiko setelah terapi, mengimplikasikan risiko dasar yang tinggi pada kelompok yang tidak diobati.


Pilar Diagnosis: Dari Praktik Klinis hingga Standar Emas Penelitian

Diagnosis BV yang akurat adalah langkah pertama yang krusial. Namun, terdapat perbedaan signifikan antara metode yang digunakan dalam praktik klinis sehari-hari dan standar yang diterapkan dalam penelitian, yang menciptakan sebuah "kesenjangan diagnostik" dengan implikasi penting.

Kriteria Amsel: Alat Diagnosis di Sisi Tempat Tidur (Bedside Tool)

Di lingkungan klinis, terutama di tingkat layanan primer, Kriteria Amsel adalah metode diagnostik yang paling umum digunakan karena kepraktisan dan aksesibilitasnya. Diagnosis BV ditegakkan jika minimal tiga dari empat kriteria berikut terpenuhi :

  1. Adanya sekret vagina yang homogen, tipis, dan berwarna putih keabuan yang melapisi dinding vagina secara merata.

  2. pH vagina lebih tinggi dari 4.5.

  3. Hasil whiff test positif, yaitu terciumnya bau amis seperti ikan setelah penambahan larutan Kalium Hidroksida (KOH) 10% pada sampel sekret vagina.

  4. Ditemukannya clue cells (sel epitel vagina yang permukaannya tertutup oleh bakteri sehingga batasnya menjadi kabur) pada lebih dari 20% lapang pandang saat pemeriksaan mikroskopik sediaan basah (wet mount).

Skor Nugent: Standar Emas Laboratorium (Gold Standard)

Sebaliknya, dalam sebagian besar penelitian klinis dan studi epidemiologi, Skor Nugent dianggap sebagai standar emas (gold standard) untuk diagnosis BV. Metode ini didasarkan pada pewarnaan Gram dari apusan vagina. Skor dihitung berdasarkan kuantifikasi relatif dari tiga morfotipe bakteri utama di bawah mikroskop :

  • Morfotipe batang Gram-positif besar (Lactobacillus).

  • Morfotipe batang Gram-variabel atau Gram-negatif kecil (Gardnerella/Bacteroides).

  • Morfotipe batang Gram-variabel lengkung (Mobiluncus).

Skor akhir berkisar dari 0 hingga 10, yang kemudian diklasifikasikan sebagai berikut :

  • Skor 0-3: Flora normal, negatif untuk BV.

  • Skor 4-6: Flora intermediate (peralihan).

  • Skor 7-10: Positif untuk BV.

Gambar 1. Sel epitel Squamous normal dengan clue cells pada sampel dari pasien dengan BV

Meskipun lebih objektif dan dapat direproduksi, metode Nugent jarang digunakan dalam praktik klinis rutin karena rumit, memakan waktu, dan memerlukan fasilitas laboratorium serta keahlian mikroskopis yang terlatih.

Perbandingan Akurasi dan Metode Diagnosis Baru

Perbandingan langsung antara kedua metode ini mengungkapkan keterbatasan Kriteria Amsel. Meskipun spesifisitasnya umumnya tinggi (seringkali >90%), sensitivitasnya dilaporkan sangat bervariasi, berkisar dari 37% hingga 75% dalam beberapa studi. Ini berarti Kriteria Amsel dapat melewatkan sejumlah kasus BV yang akan terdeteksi oleh Skor Nugent. Kesenjangan ini memiliki implikasi besar: uji klinis yang menggunakan Skor Nugent untuk rekrutmen mungkin melibatkan populasi pasien yang berbeda (misalnya, dengan spektrum disbiosis yang lebih luas atau lebih parah) dibandingkan dengan uji klinis yang menggunakan Kriteria Amsel. Perbedaan dalam populasi studi ini dapat menjadi salah satu sumber utama heterogenitas dan hasil yang bertentangan dalam meta-analisis pengobatan BV.

Satu komponen dari Kriteria Amsel yang menunjukkan nilai klinis tinggi adalah pH vagina. Sebuah pH vagina yang normal (<4.5) memiliki nilai prediktif negatif yang sangat tinggi (sekitar 95%), yang berarti dapat digunakan sebagai alat skrining awal yang efektif untuk menyingkirkan kemungkinan BV.

Seiring kemajuan teknologi, metode diagnosis baru mulai muncul:

  • Point-of-Care (POC) Tests: Tes seperti OSOM BVBLUE®, yang mendeteksi aktivitas enzim sialidase yang diproduksi oleh bakteri terkait BV, menawarkan hasil yang cepat dan akurat. Satu studi pada wanita hamil asimtomatik menunjukkan sensitivitas 81% dan spesifisitas 100% dibandingkan dengan pewarnaan Gram, menjadikannya alternatif yang menjanjikan.

  • Nucleic Acid Amplification Tests (NAAT/PCR): Tes molekuler yang dapat mengidentifikasi dan mengkuantifikasi bakteri spesifik seperti A. vaginae dan G. vaginalis semakin banyak tersedia. Meskipun digunakan dalam penelitian , peran mereka dalam praktik klinis rutin untuk kehamilan masih belum sepenuhnya mapan.

Tabel berikut menyajikan perbandingan langsung antara Kriteria Amsel dan Skor Nugent untuk membantu klinisi memahami kekuatan dan kelemahan masing-masing metode.

Tabel 2: Perbandingan Kriteria Amsel vs. Skor Nugent untuk Diagnosis BV

Atribut

Kriteria Amsel

Skor Nugent

Prinsip Dasar

Evaluasi klinis dan mikroskopis sederhana

Penilaian kuantitatif morfotipe bakteri pada pewarnaan Gram

Kebutuhan

Mikroskop cahaya, kaca objek, KOH 10%, kertas pH

Laboratorium, pewarna Gram, mikroskop minyak imersi, ahli mikroskopis

Waktu Hasil

Segera (beberapa menit)

Beberapa jam hingga hari

Kelebihan

Cepat, murah, dapat dilakukan di tempat praktik

Objektif, dapat direproduksi, standar penelitian, mendeteksi flora intermediate

Kekurangan

Subjektif, sensitivitas bervariasi

Mahal, lambat, memerlukan keahlian khusus, tidak praktis untuk klinis

Akurasi

Sensitivitas: 37%-75%, Spesifisitas: >90%

Dianggap sebagai standar emas (gold standard)

Penggunaan Ideal

Praktik klinis rawat jalan

Penelitian klinis, studi epidemiologi


Tatalaksana Farmakologis: Pilihan Terapi dan Keamanannya

Setelah diagnosis ditegakkan, terutama pada pasien simptomatik, terapi farmakologis menjadi langkah berikutnya. Pilihan terapi untuk BV didasarkan pada regimen antibiotik yang telah terbukti efektif dalam memberantas bakteri anaerob yang tumbuh berlebih dan mencapai kesembuhan mikrobiologis.

Regimen Terapi Standar

Rekomendasi dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan pedoman lainnya secara konsisten menyarankan regimen oral sebagai lini pertama. Regimen ini terbukti memiliki tingkat kesembuhan mikrobiologis yang tinggi, seringkali mencapai 70-90%.

  • Metronidazole: Dosis yang direkomendasikan adalah 500 mg per oral, dua kali sehari, selama 7 hari. Regimen dosis tunggal 2 gram metronidazole dianggap kurang efektif dan tidak direkomendasikan untuk mencapai kesembuhan jangka panjang.

  • Clindamycin: Dosis yang direkomendasikan adalah 300 mg per oral, dua kali sehari, selama 7 hari.

Terapi Topikal vs. Oral

Alternatif terapi topikal (intravaginal) juga tersedia, seperti Metronidazole 0.75% gel dan Clindamycin 2% krim. Meskipun tingkat kesembuhan dengan terapi topikal dapat sebanding dengan terapi oral , ada pertimbangan penting dalam konteks kehamilan. Beberapa bukti dari tinjauan sistematis menunjukkan bahwa antibiotik oral mungkin memiliki sedikit keunggulan untuk luaran tertentu dibandingkan antibiotik vaginal.

Lebih penting lagi, terdapat peringatan signifikan terkait penggunaan clindamycin topikal selama kehamilan. Sebuah tinjauan sistematis menemukan bahwa penggunaan krim clindamycin intravaginal justru dapat meningkatkan risiko luaran kehamilan yang merugikan, terutama bagi neonatus. Mekanisme di balik temuan paradoks ini belum sepenuhnya dipahami, tetapi diduga terkait dengan spektrum clindamycin yang lebih luas. 

Konsentrasi lokal yang sangat tinggi dari antibiotik berspektrum luas ini mungkin tidak hanya memberantas patogen BV tetapi juga memusnahkan sisa Lactobacillus pelindung, sehingga memperburuk kondisi disbiosis dan menciptakan lingkungan yang lebih rentan terhadap infeksi lain. Oleh karena itu, ketika tujuan pengobatan adalah untuk mencegah persalinan prematur, regimen oral lebih diutamakan daripada terapi topikal, terutama clindamycin.

Keamanan dalam Kehamilan

Kekhawatiran mengenai keamanan antibiotik selama kehamilan adalah hal yang wajar. Namun, data dari berbagai meta-analisis dan tinjauan keamanan telah memberikan kepastian. Baik metronidazole maupun clindamycin oral dianggap aman untuk digunakan di semua trimester kehamilan. 

Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara paparan metronidazole atau clindamycin selama kehamilan dengan peningkatan risiko malformasi kongenital. Efek samping maternal umumnya ringan (misalnya, gangguan gastrointestinal atau rasa logam di mulut dengan metronidazole) dan jarang menyebabkan penghentian terapi.

Uji Ulang Pasca Terapi (Test of Cure)

Beberapa ahli merekomendasikan evaluasi ulang untuk memastikan kesembuhan (test of cure) sekitar satu bulan setelah menyelesaikan terapi. Praktik ini mungkin lebih relevan pada wanita dengan risiko tinggi atau pada kasus BV berulang, untuk memastikan bahwa flora vagina telah kembali normal sebelum potensi dampak negatif pada kehamilan terjadi.

Kontroversi Utama: Skrining dan Terapi untuk Pencegahan Persalinan Prematur

Bagian ini membahas inti dari dilema klinis BV dalam kehamilan. Meskipun hubungan antara BV dan persalinan prematur (PTB) sangat kuat, dan kita memiliki terapi yang efektif untuk memberantas BV, upaya untuk menerjemahkan pengetahuan ini menjadi intervensi pencegahan PTB yang berhasil telah menghasilkan bukti yang sangat bertentangan.

Rekomendasi US Preventive Services Task Force (USPSTF) 2020

Pedoman dari USPSTF adalah salah satu yang paling berpengaruh dalam praktik klinis di banyak negara. Rekomendasi terbaru mereka pada tahun 2020, yang didasarkan pada tinjauan sistematis yang ekstensif, memberikan kerangka kerja yang jelas untuk pendekatan skrining :

  • "D Recommendation" (Menentang Skrining): USPSTF merekomendasikan untuk TIDAK melakukan skrining BV pada wanita hamil asimtomatik yang tidak memiliki risiko tinggi untuk persalinan prematur. Dasarnya adalah kesimpulan dengan "kepastian sedang" bahwa skrining dan pengobatan pada populasi risiko rendah ini tidak memberikan manfaat bersih dalam mencegah PTB. Sejumlah besar data dari meta-analisis mendukung kesimpulan ini, yang secara konsisten gagal menunjukkan penurunan angka PTB pada wanita risiko rendah yang diobati.

  • "I Statement" (Bukti Tidak Cukup): USPSTF menyimpulkan bahwa untuk wanita hamil asimtomatik dengan risiko tinggi untuk persalinan prematur (misalnya, riwayat PTB sebelumnya), bukti yang ada saat ini tidak cukup untuk menilai keseimbangan antara manfaat dan bahaya dari skrining dan pengobatan. Bukti yang ada dianggap "bertentangan dan tidak mencukupi". Pernyataan ini menempatkan klinisi dan pasien dalam area abu-abu klinis yang signifikan.

Membongkar "I Statement": Analisis Bukti yang Bertentangan

Untuk memahami mengapa bukti untuk wanita risiko tinggi begitu membingungkan, kita harus menelaah sumber-sumber konflik tersebut. Uji klinis yang berbeda telah menghasilkan kesimpulan yang berbeda secara dramatis, yang kemungkinan besar disebabkan oleh perbedaan metodologis yang mendasar.

  • Studi yang Menunjukkan Manfaat: Beberapa studi, terutama yang lebih awal, menunjukkan manfaat yang signifikan. Sebuah meta-analisis menemukan bahwa pengobatan wanita risiko tinggi dengan antibiotik oral selama 7 hari secara signifikan mengurangi PTB (OR 0.42; 95% CI: 0.27, 0.67). Demikian pula, pengobatan yang dimulai sebelum 20 minggu kehamilan juga dikaitkan dengan penurunan risiko PTB dalam beberapa analisis.

  • Studi yang Tidak Menunjukkan Manfaat: Sebaliknya, meta-analisis yang lebih baru dan lebih besar, termasuk analisis yang menggunakan data pasien individual (individual participant data - IPD), gagal mengkonfirmasi temuan ini. Analisis-analisis komprehensif ini tidak menemukan manfaat yang signifikan dari pengobatan, bahkan ketika dianalisis berdasarkan subkelompok risiko tinggi, waktu pengobatan, atau jenis antibiotik. Beberapa studi bahkan mengisyaratkan potensi bahaya pada subkelompok tertentu.

Konflik ini dapat divisualisasikan dengan membandingkan beberapa uji klinis kunci yang membentuk dasar dari "I Statement" USPSTF.

Tabel 3: Ringkasan Hasil Uji Klinis Acak (RCT) Kunci Mengenai Terapi BV dan Risiko PTB pada Wanita Risiko Tinggi

Studi/Author

Populasi (Risiko Tinggi)

N

Diagnosis

Intervensi

Waktu Terapi (Minggu Gestasi)

Hasil Utama Terkait PTB <37 minggu

Carey et al. (2000)

Umum & Riwayat PTB

1953

Skor Nugent

Metronidazole 2g (2 dosis)

16-24

Tidak ada penurunan risiko

Hauth et al. (1995)

Riwayat PTB

624

Skor Nugent

Metronidazole + Eritromisin

22-26

Penurunan risiko signifikan

Lamont et al. (2003)

Flora abnormal

485

Skor Nugent

Clindamycin oral

13-20

Penurunan risiko signifikan

Shennan et al. (2006)

Riwayat PTB

253

Skor Nugent

Clindamycin oral

12-22

Tidak ada penurunan risiko

Subtil et al. (2018)

Risiko rendah

6671

PCR Kuantitatif

Secnidazole

<20

Tidak ada penurunan risiko (keseluruhan)

Tabel ini secara jelas menunjukkan heterogenitas: studi yang berbeda menggunakan populasi yang berbeda, kriteria diagnostik yang berbeda (sebagian besar Nugent), antibiotik yang berbeda (Metronidazole vs. Clindamycin), dan waktu intervensi yang berbeda, yang semuanya berkontribusi pada hasil yang bertentangan.

Paradigma "skrining dan obati" mungkin memiliki kelemahan konseptual. Pendekatan ini mengasumsikan BV adalah infeksi akut yang menyebabkan PTB. Namun, semakin banyak bukti menunjukkan bahwa BV mungkin lebih merupakan penanda dari kondisi yang lebih mendasar, seperti ketidakstabilan mikrobioma kronis atau keadaan pro-inflamasi pada inang. 

Dalam model ini, antibiotik dapat memberikan "reset" sementara dengan mengurangi beban bakteri, tetapi tidak memperbaiki kerentanan ekologis yang mendasarinya. Flora vagina dapat dengan cepat kembali ke keadaan disbiotik setelah pengobatan selesai, atau kerusakan inflamasi yang memicu PTB mungkin telah terjadi jauh sebelum pengobatan dimulai. Ini menjelaskan mengapa kesembuhan mikrobiologis tidak selalu berujung pada pencegahan luaran klinis.

Cakrawala Baru dan Rekomendasi Praktis untuk Dokter Umum

Menghadapi bukti yang kompleks dan seringkali bertentangan ini, klinisi memerlukan panduan praktis yang dapat diterapkan dalam praktik sehari-hari. Selain itu, penelitian terus mencari pendekatan baru di luar antibiotik konvensional.

Peran Probiotik: Memulihkan Ekosistem Vagina

Salah satu area penelitian yang paling menjanjikan adalah penggunaan probiotik. Rasional di baliknya adalah untuk secara aktif memulihkan ekosistem vagina yang sehat dan didominasi Lactobacillus, bukan hanya sekadar menghilangkan patogen. Beberapa bukti menunjukkan bahwa probiotik, baik oral maupun vaginal, dapat meningkatkan tingkat kesembuhan BV bila digunakan bersamaan dengan antibiotik dan dapat membantu mencegah kekambuhan.

Namun, ketika diaplikasikan untuk tujuan pencegahan PTB pada kehamilan, buktinya masih terbatas dan belum meyakinkan. Tinjauan sistematis dan meta-analisis besar belum menemukan manfaat yang konsisten dari suplementasi probiotik dalam mengurangi risiko PTB secara keseluruhan. Meskipun demikian, beberapa studi menunjukkan potensi dalam subkelompok tertentu, seperti mengurangi risiko PPROM. 

Sebuah meta-analisis jaringan baru-baru ini menemukan bahwa probiotik oral memiliki probabilitas tertinggi untuk menjadi intervensi terbaik, tetapi kualitas buktinya masih dinilai rendah. Oleh karena itu, saat ini probiotik tetap menjadi area penelitian yang menarik tetapi belum dapat direkomendasikan sebagai standar perawatan untuk pencegahan PTB.

Algoritma Praktis untuk Dokter Umum

Berdasarkan sintesis dari semua bukti yang ada, berikut adalah algoritma praktis yang dapat memandu dokter umum dalam mengelola BV dalam kehamilan:

  1. Pasien dengan Gejala (Simptomatik):

  • Tindakan: Selalu tawarkan pengobatan. Tujuan utama adalah untuk meredakan gejala dan meningkatkan kenyamanan pasien.

  • Pilihan Terapi: Metronidazole 500 mg oral dua kali sehari selama 7 hari atau Clindamycin 300 mg oral dua kali sehari selama 7 hari. Hindari clindamycin topikal.

  • Konseling: Jelaskan kepada pasien bahwa pengobatan efektif untuk menghilangkan gejalanya. Mengenai pencegahan komplikasi kehamilan seperti PTB, sampaikan bahwa manfaatnya tidak pasti berdasarkan bukti saat ini.

  1. Pasien Tanpa Gejala (Asimtomatik) dengan Risiko Rendah PTB:

  • Tindakan: Jangan melakukan skrining rutin untuk BV. Ini sejalan dengan "D Recommendation" dari USPSTF.

  • Konseling: Berikan edukasi dan kepastian kepada pasien bahwa skrining tidak direkomendasikan karena pengobatan pada kelompok ini belum terbukti dapat meningkatkan luaran kehamilan.

  1. Pasien Tanpa Gejala (Asimtomatik) dengan Risiko Tinggi PTB (misalnya, riwayat PTB spontan sebelumnya):

  • Tindakan: Ini adalah area abu-abu yang memerlukan pengambilan keputusan bersama (shared decision-making).

  • Konseling:

  • Akui Ketidakpastian: Jelaskan secara transparan mengenai "I Statement" dari USPSTF. Sampaikan bahwa bukti ilmiah saat ini bertentangan—beberapa studi menunjukkan kemungkinan manfaat, sementara yang lain tidak.

  • Diskusikan Opsi: Diskusikan pilihan untuk melakukan skrining (misalnya, dengan pemeriksaan pH vagina dan sediaan basah) dan potensi pengobatan jika hasilnya positif.

  • Pertimbangkan Faktor: Timbang potensi manfaat yang kecil (namun mungkin signifikan bagi individu) dengan fakta bahwa bukti definitif masih kurang. Jelaskan bahwa pengobatan yang akan digunakan (misalnya, metronidazole oral) memiliki profil keamanan yang baik dalam kehamilan.

  • Keputusan Bersama: Biarkan pasien berpartisipasi aktif dalam keputusan. Banyak spesialis obstetri, dalam menghadapi situasi ekuilibrium klinis ini, cenderung untuk melakukan skrining dan mengobati, terutama jika BV terdeteksi pada awal trimester kedua.

  • Dokumentasi: Catat secara cermat dalam rekam medis bahwa diskusi mengenai ketidakpastian bukti telah dilakukan dan keputusan diambil bersama dengan pasien.

Kesimpulan dan Arah Masa Depan

Bakterial Vaginosis dalam kehamilan adalah kondisi kompleks yang menyoroti kesenjangan antara penanda risiko biologis dan efikasi intervensi klinis. Sintesis dari bukti-bukti terkini yang tersedia dari literatur yang terindeks di PubMed mengarah pada beberapa kesimpulan kunci:

  1. BV adalah penanda risiko yang kuat dan independen untuk berbagai luaran kehamilan yang merugikan, terutama persalinan prematur, PPROM, dan keguguran.

  2. Diagnosis dalam praktik klinis sehari-hari bergantung pada Kriteria Amsel, yang praktis namun memiliki keterbatasan akurasi dibandingkan dengan standar emas penelitian, Skor Nugent. Kesenjangan diagnostik ini kemungkinan berkontribusi pada hasil penelitian yang heterogen.

  3. Pengobatan BV pada wanita hamil simptomatik adalah standar perawatan untuk meredakan gejala.

  4. Skrining dan pengobatan BV pada wanita hamil asimtomatik berisiko rendah secara tegas tidak direkomendasikan.

  5. Peran skrining dan pengobatan pada wanita hamil asimtomatik berisiko tinggi tetap menjadi kontroversi klinis utama, yang menuntut pendekatan pengambilan keputusan bersama antara klinisi dan pasien.

Untuk mengatasi dilema saat ini, penelitian di masa depan harus diarahkan untuk mengisi kesenjangan pengetahuan yang ada. Diperlukan uji klinis acak terkontrol berskala besar yang dirancang dengan cermat, yang secara khusus menargetkan populasi wanita berisiko tinggi yang terdefinisi dengan baik, menggunakan kriteria diagnostik yang seragam, dan waktu intervensi yang optimal (kemungkinan pada awal kehamilan). 

Selain itu, validasi alat diagnostik baru yang cepat dan akurat dalam populasi hamil sangat diperlukan. Terakhir, fokus penelitian harus mulai bergeser dari sekadar rejimen antibiotik yang berbeda ke arah intervensi yang bertujuan untuk memodulasi dan menstabilkan mikrobioma vagina dalam jangka panjang, seperti penggunaan probiotik, prebiotik, atau bahkan transplantasi mikrobiota vagina, yang mungkin memegang kunci untuk pencegahan yang lebih efektif di masa depan.

Referensi

  1. Prevalence, risk factors, and adverse outcomes of bacterial vaginosis among pregnant women: a systematic review - PubMed Central, accessed July 21, 2025, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC11744995/

  2. Antibiotics for treating bacterial vaginosis in pregnancy - PubMed, accessed July 21, 2025, https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23440777/

  3. Bacterial Vaginosis - StatPearls - NCBI Bookshelf, accessed July 21, 2025, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459216/

  4. Screening for Bacterial Vaginosis in Pregnant Persons to Prevent Preterm Delivery: US Preventive Services Task Force Recommendation Statement - ResearchGate, accessed July 21, 2025, https://www.researchgate.net/publication/340493931_Screening_for_Bacterial_Vaginosis_in_Pregnant_Persons_to_Prevent_Preterm_Delivery_US_Preventive_Services_Task_Force_Recommendation_Statement

  5. Bacterial vaginosis in pregnancy - PubMed, accessed July 21, 2025, https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/10804540/

  6. Introduction - Screening for Bacterial Vaginosis in Pregnant Adolescents and Women to Prevent Preterm Delivery - NCBI, accessed July 21, 2025, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK555835/

  7. Screening for bacterial vaginosis in pregnancy - PubMed, accessed July 21, 2025, https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/11306234/

  8. Prevalence, risk factors, and adverse outcomes of bacterial vaginosis among pregnant women: a systematic review - PubMed, accessed July 21, 2025, https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/39833700/

  9. Systematic review and meta-analysis of maternal and fetal outcomes ..., accessed July 21, 2025, https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/37611538/

  10. FIRST TRIMESTER BACTERIAL VAGINOSIS, INDIVIDUAL MICROORGANISM LEVELS AND RISK OF SECOND TRIMESTER PREGNANCY LOSS AMONG URBAN WOMEN, accessed July 21, 2025, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC2094106/

  11. Screening Pregnant Women for Bacterial Vaginosis Using a Point-of-Care Test: A Prospective Validation Study - PubMed Central, accessed July 21, 2025, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC8197407/

  12. Bacterial vaginosis in pregnancy and the risk of prematurity: a meta-analysis - PubMed, accessed July 21, 2025, https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/10907626/

  13. Antibiotics for treating bacterial vaginosis in pregnancy - PMC - PubMed Central, accessed July 21, 2025, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC11307253/

  14. Antibiotic treatment of bacterial vaginosis to prevent preterm delivery: Systematic review and individual participant data meta-analysis - PubMed Central, accessed July 21, 2025, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10171232/

  15. The Prevalence of Bacterial Vaginosis in Pregnant Women in Slovenia, Determined via Microscopy and Semi-Quantitative Relative Culture, and Its Association with Adverse Pregnancy Outcomes, accessed July 21, 2025, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC11946103/

  16. Maternal and fetal outcomes of pregnant women with bacterial vaginosis - PMC, accessed July 21, 2025, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9968788/

  17. Amsel Criteria - StatPearls - NCBI Bookshelf, accessed July 21, 2025, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK542319/

  18. Utility of Amsel Criteria, Nugent Score, and Quantitative PCR for Gardnerella vaginalis, Mycoplasma hominis, and Lactobacillus spp. for Diagnosis of Bacterial Vaginosis in Human Immunodeficiency Virus-Infected Women - PubMed Central, accessed July 21, 2025, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC1234056/

  19. Evaluation of Various Diagnostic Strategies for Bacterial Vaginosis, Including a New Approach Based on MALDI-TOF Mass Spectrometry, accessed July 21, 2025, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10821145/

  20. Prevalence of bacterial vaginosis and correlation of clinical to Gram stain diagnostic criteria in low risk pregnant women - PubMed, accessed July 21, 2025, https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/10669125/

  21. Diagnosis of bacterial vaginosis in the pregnant patient in an acute care setting - PubMed, accessed July 21, 2025, https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/18758800/

  22. Diagnosis of Vaginitis, accessed July 21, 2025, https://member.myhealthtoolkitfl.com/web/public/brands/medicalpolicyih/external-policies/diagnosis-of-vaginitis

  23. Effectiveness and Costs of Molecular Screening and Treatment for Bacterial Vaginosis to Prevent Preterm Birth: The AuTop Randomized Clinical Trial, accessed July 21, 2025, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10352927/

  24. Indications for therapy and treatment recommendations for bacterial vaginosis in nonpregnant and pregnant women: a synthesis of data - NCBI, accessed July 21, 2025, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK69089/

  25. Screening for Bacterial Vaginosis in Pregnant Adolescents and ..., accessed July 21, 2025, https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/32259235/

  26. Bacterial vaginosis during pregnancy. Should we screen for and treat it? - PubMed, accessed July 21, 2025, https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/12053630/

  27. Treatment of bacterial vaginosis - PubMed, accessed July 21, 2025, https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/8038475/

  28. Screening for Bacterial Vaginosis in Pregnant Persons to Prevent ..., accessed July 21, 2025, https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/32259236/

  29. Evidence on the benefits and harms of screening and treating pregnant women who are asymptomatic for bacterial vaginosis: an update review for the U.S. Preventive Services Task Force - NCBI, accessed July 21, 2025, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK75980/

  30. Antibiotic treatment of bacterial vaginosis in pregnancy: a meta-analysis - NCBI, accessed July 21, 2025, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK69960/

  31. Antibiotics for treating bacterial vaginosis in pregnancy - PMC - PubMed Central, accessed July 21, 2025, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC4164464/

  32. Effects of bacterial vaginosis treatment during pregnancy on maternal-fetal outcome: A systematic review and network meta-analysis - PubMed, accessed July 21, 2025, https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/39946993/?utm_source=FeedFetcher&utm_medium=rss&utm_campaign=pubmed-2&utm_content=1J5m6aMNtTGz4QiB_n1ZVlVj7BEa7dZUGJuu-AmosZK3Q7rosh&fc=20240611115257&ff=20250322170113&v=2.18.0.post9+e462414

  33. Effects of Pro/Prebiotics Alone over Pro/Prebiotics Combined with Conventional Antibiotic Therapy to Treat Bacterial Vaginosis: A Systematic Review - PubMed, accessed July 21, 2025, https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/35685517/

  34. Probiotics for the Prevention of Vaginal Infections: A Systematic ..., accessed July 21, 2025, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC11318795/

  35. Probiotics and vaginal microecology: fact or fancy? - PMC, accessed July 21, 2025, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC6357464/