Diagnosis dan Terapi Status Epileptikus di PPK 1

Image Description
Aug 18, 2016
Cover buku 144 diagnosis 4 stripalllossy1ssl1

Status epileptikus (SE) adalah kejang yang terjadi lebih dari 30 menit atau adanya dua bangkitan atau lebih dimana diantara bangkitan-bangkitan tadi tidak terdapat pemulihan kesadaran. Keluhan utama yang membawa pasien datang ke Instalasi Gawat Darurat adalah Kejang lama atau berulang.

Status epilepyikus adalah keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan penanganan dan terapi segera. Diagnosis pasti status epileptikus ditegakkan bila pemberian benzodiazepin awal tidak efektif dalam menghentikan bangkitan.


Hati-hati membedakan diagnosis status epileptikus dengan pseudoseizure. Diagnosis klinis yang salah akan berakibat pada tatalaksana yang tidak tepat. Pasien yang misdiagnosis akan memperoleh efek samping oabt anti-kejang yang seharusnya tidak perlu.

Komplikasi status epileptikus sering muncul bila pasien terlambat dibawa ke dokter atau mendpatkan tatalaksana yang tidak adekuat. Beberapa bentuk komplikasi yang dapat muncul di antaranya adalah: asidosis metabolik, aspirasi dan trauma kepala

Diagnosis Klinis Status Epileptikus

Anamnesis

  1. Kejang(pola, lama, dan bentuk kejang)
  2. Riwayat Penyakit Dahulu : epilepsi/konsumsi OAE (pernah?/terputus?), DM, stroke, HT
  3. Kondisi imunodefisiensi : HIV+infeksi oportunistik

Pemeriksaan fisik

  1. Kejang atau gangguan perilaku
  2. Penurunan kesadaran
  3. Sianosis
  4. Takikardi dan peningkatan tekanan darah
  5. Hiperpireksia.

Pemeriksaan Penunjang

  1. Laboratorium: pemeriksaan Gula Darah Acak
  2. CT-Scan Kepala (Bila Perlu)

Penatalaksanaan Status Epileptikus

Tatalaksana Umum

  1. KIE pada keluarga bahwa pasien dengan status epileptikus harus dirujuk ke fasyankes sekunder yang punya neurolog (SpS)
  2. Pencegahan kekambuhan dengan teratur minum OAE, dan pasien menghindari tempat dan aktivitas yang berbahaya.

Tatalaksana Farmakologis

Stadium I (0-10 menit) :

  1. Memperbaiki fungsi kardiorespirasi
  2. Memperbaiki jalan nafas, pemberian oksigen, resusitasi bila perlu
  3. Pemberian benzodiazepin rektal 10 mg

Stadium II (10-60 menit)

  1. Pemeriksaan status neurologis
  2. Pengukuran tekanan darah, nadi dan suhu
  3. Pemeriksaan EKG (bila tersedia)
  4. Memasang infus pada pembuluh darah besar dengan NaCl 0,9 %.

**Kriteria Rujukan **: Semua pasien dengan status epileptikus setelah ditegakkan diagnosis dan telah mendapatkan penanganan awal harus dirujuk ke fasilitas kesehatan dengan neurolog (SpS).

Contoh Peresepan :

R/ Diazepam rectal tube 10mg/2,5ml tube No I
S imm

Semoga Bermanfaat^^


=
Sponsored Content

Sabar ya, nunggu bukunya rilis^^

Related articles

Chest Clapping stripalllossy1ssl1
Tatalaksana Chest Clapping untuk Fisioterapi Dada Pasien PPOK

Mukus atau secret diperlukan oleh tubuh untuk melembabkan dan menangkap mikroorganisme kecil...

Dengue ICD 11 stripalllossy1ssl1
Perubahan Diagnosis Dengue ICD 11

Tau dong, WHO sudah meluncurkan ICD seri 11, untuk menggantikan ICD 10. Ada perubahan signifikan...

Testimoni dr Marthavina 1 stripalllossy1ssl1
Rangkuman Webinar PAPDI 30 April 2020

Bagus banget webinar PAPDI kemarin, tanggal 30 April 2020. Terutama materi yang dijelaskan Dr....