/ Internal Medicine

Diagnosis Dan Terapi Infeksi Varisela Pada Pasien Dewasa


Varisela atau cacar air (Chicken-pox) adalah infeksi virus umum yang disebabkan virus Varicella-zoster yang dapat muncul kembali kelak sebagai ruam saraf setelah sekian lama sembuh. Perjalanan penyakit ini biasanya relatif ringan pada anak-anak, tetapi pada orang dewasa bisa lebih berat, apalagi disertai dengan kondisi imunosupresi.

Infeksi varisela pada ibu hamil dapat mengakibatkan kecacatan janin, parut kulit dan masalah lain pada bayi yang dilahirkan. Sebelum vaksinasi rutin mulai pada tahun 2006 di Indonesia, cacar air merupakan penyakit umum. Vaksin dianjurkan untuk semua bayi dan orang dewasa yang tidak mempunyai imunitas. Kejadian cacar air mungkin sekali makin menurun dengan makin banyak orang yang menerima vaksin.

Jika seseorang pernah menderita cacar air, maka dia akan memiliki kekebalan dan tidak akan menderita cacar air lagi. Tetapi virusnya bisa menetap di dalam sel dan tidak aktif, dan suatu saat aktif kembali (reactivation of latent infection) dan menyebabkan herpes zoster atau Shingles.

Angka kejadian 5 kasus per 1000 populasi. Pada individu dengan kondisi immun-osupresi, angka kejadian meningkat. Risiko postherpetic neuralgia meningkat dengan meningkatnya umut. Rata-rata pasien dengan usia lebih dari 60 tahun akan mengalami nyeri temporer ataupun prolonged pain syndrome.3
Penelitian di Hongkong tahun 2008 menunjukkan, bahwa keadaan kelembaban yang rendah terutama pada cuaca dingin berhubungan dengan jumlah lebih tingginya jumlah anak-anak dengan varsela yang masuk ke rumah sakit.4

Diagnosis Infeksi Varisela Pada Pasien Dewasa

Diagnosis klinis infeksi Varisela ditegakkan berdasarkan anamnesis adanya demam dan ruam kulit yang khas (makula, papula, vesikel, dan keropeng).

Anamnesis

Masa inkubasi penyakit yang khas adalah 14-21 hari. Lesu dan demam adalah gejala yang muncul paling awal, segera diikuti dengan munculnya ruam, pertama pada punggung lalu kemudian pada wajah, anggota badan, mukosa pipi serta faring. Vesikel segar berturut-turut muncul dalam crops selama 2-4 hari berikutnya.

Pemeriksaan Fisik

Sekitar 24-36 jam setelah timbulnya gejala awal, muncul bintik-bintik merah datar (makula). Kemudian bintik tersebut menonjol (papula), membentuk lepuhan berisi cairan (vesikel) yang terasa gatal, yang akhirnya akan mengering. Proses ini memakan waktu selama 6-8 jam.

Selanjutnya akan terbentuk bintik-bintik dan lepuhan yang baru, pada hari kelima, biasanya sudah tidak terbentuk lagi lepuhan yang baru, seluruh lepuhan akan mengering pada hari keenam dan menghilang dalam waktu kurang dari 20 hari.

Papula diwajah, lengkap dan tungkai relatif lebih sedikit; biasanya banyak ditemukan pada batang tubuh bagian atas seperti dada, punggung, bahu. Bintik-bintik sering ditemukan di kulit kepala. Papula di mulut cepat pecah dan membentuk luka terbuka (ulkus), yang seringkali menyebabkan gangguan menelan. Ulkus juga bisa ditemukan di kelopak mata, saluran pernapasan atas kadang menyebabkan gangguan pernapasan.

Bisa terjadi pembengkakan kelenjar getah bening dileher bagian samping. Cacar air jarang menyebabkan pembentukan jaringan perut, kalaupun ada, hanya berupa lekukan kecil sekitar mata. Infeksi sekunder dapat terjadi pada luka varisela akibat garukan dan biasanya disebaban oleh stafilokokus.

Pemeriksaan Penunjang

Diagnosis varisela umumnya dapat ditegakkan hanya secara klinis. Pada pemeriksaan darah rutin sering didapati leukopenia. Pemeriksaan swab atau scrap pada dasar ruam dapat menunjukkan gambaran yang khas secara mikroskopis berupa intra-nuclear inclusion atau multinucleated giant cells.

Diagnosis Banding

Herpangina, Herpes Simplex, Impetigo, Infeksi Meningokokus, Pox viruses, dan Infeksi Streptokukus grup A.

Terapi Infeksi Varisela pada Pasien Dewasa

Terapi Non-farmakologis Infeksi Varisela pada Pasien Dewasa

Pasien varisel tidak dilarang mandi, bahkan dianjurkan membersihkan tubuh sesering mungkin dengan menggunakan sabun anti septik atau mandi dengan air yang dicapur dengan cairan antiseptik untuk mencegah infeksi sekunder pada kulit.

Untuk mengurangi rasa gatal dan mencegah penggarukan, sebaiknya kulit dikompres dingin. Bisa juga dioleskan lotion anti-histamin atau lotion lainnya yang mengandung mentol atau fenol. Perlu menjaga kebersihan tangan, kuku dipotong pendek, pakaian tetap kering dan basah.

Terapi Farmakologis Infeksi Varisela pada Pasien Dewasa

Anti-virus asiklovir pada pasien dewasa diberikan 5 x 800 mg/hari selama 5 hari. Asiklovir dapat mengurangi masa demam dan perkembangan ruam yang terjadi. Sebaiknya diberikan dalam waktu 24-48 jam setelah muncul ruam kulit.

Untuk menurunkan demam, sebaiknya gunakan asetaminofen, jangan Aspirin. Obat anti-virus boleh diberikan kepada anak yang berusia lebih dari 2 tahun. Untuk mengurangi gatal dapat digunakan anti-histamin, contohnya cetrizine 10 mg 1x1.

KOMPLIKASI
Anak-anak biasanya sembuh dari cacar air tanpa masalah. Tetapi pada orang dewasa maupun penderita gangguan sistem kekebalan, infeksi ini bisa berat atau bahkan berakibat fatal. Adapun komplikasi yang bisa ditemukan pada cacar air adalah:

  1. Peneumonia karena virus
  2. Peradangan jantung
  3. Peradangan sendi
  4. Peradangan hati
  5. Infeksi bakteri (erisipelas, piodema, impetigo bulosa)
  6. Ensefalitis (infeksi otak).

Sekitar 47% pasien dewasa dengan infeksi virus Varicella Zoster akan mengalami komplikasi. Komplikasi yang terbanyak adalah infeksi bakteri kulit dan jaringan lunak (43,1%), 18% dengan komplikasi neurologi, seperti ensefalitis, aseptic meningitis , serebelitis, kejang-kejang tanpa demam, dan kejang demam. Sekitar 8,2% akan mengalami komplikasi pneumonia. Dan 3,2% dengan komplikasi lainnya seperti sepsis, immune thrombocytopenic purpura dan Henoch-Schonlein purpura.

Prognosis Infeksi Varisela pada Pasien Dewasa

Varisela tanpa komplikasi dan mendapat terapi anti viral yang sesuai, umumnya prognosa baik. Kematian terjadi bila terjadi komplikasi yang bersifat berat seperti sepsis, pneumonia berat, dan pada pasien dengan imunokompromais.

Pencegahan Infeksi Varisela pada Pasien Dewasa

Untuk mencegah varisela diberikan vaksin varisela. Vaksin varisela diberikan kepada individu yang akan kontak dengan pasien varisela dan individu yang berisiko untuk terjadinya komplikasi bila terkena varisela serta mereka yang sering melakukan perjalanan (traveling). Jenis vaksin adalah virus hidup yang dilemahkan, dengan efektivitas 86% dan pemberian subkutan.

Vaksinasi terdiri dari 2 dosis dengan jarak 4-6 minggu. Kepada orang yang belum pernah mendapatkan vaksinasi cacar air dan memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi (misalnya penderita gangguan sistem kekebalan), bisa diberikan immunoglobulin zoster atau immunoglobulin varicella-zoster.

Semoga bermanfaat.


=

Sponsored Content

Pernah nggak sih, kalian mendapat kasus sulit saat menatalaksana pasien medik dan bingung mau bertanya pada siapa? Konsul ke senior Sp.PD atau Sp.JP, beliau-nya lagi sibuk ngobati pasien di rawat jalan? Atau, jangan-jangan kita niatnya tanya, eh malah ditanya balik??? Wkwkwkw.

Buku setebal 1000 halaman dengan berat 2,3 kg ini mungkin bisa jadi solusi yang pas buat kamu. Berisi pedoman diagnosis terapi yang paling lengkap saat ini terkait kasus-kasus medik (Penyakit Dalam, Jantung dan Paru). Ibarat kalian punya "Professor Interna Portable" yang siap ditanya kapan pun dan dimana pun, dan yang pasti nggak akan nanya balik? Wkwkwkwk.

Meskipun tidak bisa menggantikan peran para dokter Sp.PD untuk menjawab konsulan, buku ini setidaknya akan memberikan sejawat pengetahuan dasar yang lebih dari cukup untuk menjawab pertanyaan klinis sehari-hari: diagnosis-nya apa, terapi-nya apa, prognosisnya bagaimana?

Info tambahan, Buku PPK Penatalaksanan PAPDI ini juga banyak dicari dokter manajer Rumah Sakit sebagai referensi menyusun Panduan Praktik Klinis internal di Rumah Sakit dalam menghadapi Akreditasi versi KARS 2012.

Harganya 499 ribu, belum termasuk Ongkos Kirim.

Mau Pesan? Kontak saja Yahya (+62 856-0808-3342) atau klik kontakin.com/dokterpost