/ Internal Medicine

Tips Menentukan Etiologi dan Diagnosis Klinis Ikterus

1. Bilirubin Terkonjugasi atau Tak terkonjugasi?

Pertama, Cara sederhana mempertimbangkan etiologi pasien dengan gejala klinis ikterus adalah dengan menentukan apakah terdapat bilirubin dalam urin. Tidak adanya bilirubin menunjukkan hiperbilirubinemia tidak terkonjugasi karena pigmen ini tidak akan tersaring ginjal. Jika pemeriksaan kimia klinik menunjukkan bahwa 80% dari total bilirubin berbentuk bilirubin tidak terkonjugasi, maka pasien dapat dianggap menderita hiperbilirubinemia tidak terkonjugasi.

2. Ikterus Hemolitik/Hepatoseluler/Obstruktif?

Kedua, Setelah mengetahui, apakah pasien menderita hiperbilirubinemia terkonjugasi atau tak terkonjugasi, selanjutnya dilihat "letak patologisnya"

  1. Overproduksi
  2. Penurunan Ambilan Hepatik
  3. Penurunan Konjugasi Hepatik
  4. Penurunan Jumlah Ekskresi Bilirubin ke Empedu

Jika disederhanakan overproduksi = ikterus hemolitik, No. 2 dan 3 = Ikterus Hepatoseluler, No. 4 = Ikterus Obstruktif.

3. Cari Diagnosis Klinis Penyebab Ikterus

Ketiga, Analisis berdasarkan kriteria klinis apakah pasien menderita hiperbilirubinemia terkonjugasi/tidak terkonjugasi dan tipe ikterusnya hemolitik/hepatoseluler/obstruktif.

Ikterus hemolitik biasanya dapat diamati dari kadar Hb yang dilepas eritrosit (e.g Anemia Hemolitik), produksi bilirubin yang mencapai 3-4 mg/dL dengan dominasi bilirubin tidak terkonjugasi.

Ikterus hepatoseluler juga ditandai dengan dominasi bilirubin tidak terkonjugasi. Dapat timbul karena penurunan ambilan hepatik (e.g Sindroma Gilbert) atau Gangguan Konjugasi Hepatik (e.g Sindroma Criggler-Najjar Tipe II). Obat-obat tertentu juga menyebabkan gangguan konjugasi hepatik. Penjelasan diagnosis klinis ikterus hepatoseluler agak rumit. Anda dapat membaca lebih lanjut BUKU DIAGNOSIS KLINIS MACLEOD untuk penjelasan yang lebih lengkap.

Ikterus obstruktif, memiliki ciri khas didominasi bilirubin terkonjugasi yang dapat sejawat temukan dari pemeriksaan bilirubin urin. Penyebabnya bervariasi, secara garis besar dapat dibagi menjadi: Gangguan Ekskresi Bilirubin (e.g Infalamasi Hepar), Kelainan Hepatoseluler Kolestatik (e.g Sirosis Hepatis, Hepatitis Virus, Hepatitis Alkoholik dsb), dan Obstruksi Bilier Ekstra-Hepatik (e.g Kolangitis).

Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik yang cermat dapat menegakkan 90% Diagnosis.

Semoga bermanfaat^^


Nb: Diagnosis dan Tatalaksana Berebagai Penyakit dengan Keluhan Utama Ikterus Dapat Sejawat Baca di PPK PENATALAKSANAAN PAPDI