/ kardiologi

Adult Cardiac Life Support (1): Tatalaksana Henti Jantung akibat Fibrilasi Ventrikel

Infark miokard akut (IMA) masih merupakan salah satu pembunuh nomor 1 di Indonesia. Salah satu komplikasi infark miokard akut yang sering menyebabkan kematian pada jam-jam awal onset serangan adalah fibrilasi ventrikel. Fibrilasi ventrikel memicu kematian pasien infark miokard akut melalui mekanisme henti jantung. Seperti kita ketahui, henti jantung dapat disebabkan oleh 4 gangguan irama jantung: fibrilasi ventrikel, takikardi ventrikel tanpa nadi, pulseless electric activity (PEA) dan asistol. Namun, dalam artikel ini kami hanya akan mendiskusikan tatalaksana henti jantung akibat fibrilasi ventrikel.

Fibrilasi Ventrikel

Fibrilasi ventrikel adalah ketidaksinkronan kontraksi otot ventrikel yang tidak terorganisasi dan memiliki frekuensi denyut yang cepat. Kondisi ini tidak jarang ditemui dokter di Instalasi Gawat Darurat dan sering berakhir dengan kematian. Sekitar 80-85% pasien yang terserang fibrilasi ventrikel akan jatuh dalam kondisi henti jantung pada jam-jam awal serangan. Survival rate setelah satu bulan serangan fibrilasi ventrikel sangat rendah, 1.6%. Namun, berita baiknya, jika dilakukan defibrilasi dengan sangat cepat, survival rate akan meningkat hingga mecapai 50% (Holmberg dkk, 2000). Itulah mengapa Adult Cardiac Life Support penting untuk dikuasai.

Fibrilasi ventrikel adalah keadaan terminal aritmia ventrikel yang ditandai oleh bentuk gelombang yang naik turun dengan berbagai bentuk yang berbeda-beda, tidak tampak kompleks QRS, segmen ST dan gelombanng T.

Patogenesis Fibrilasi Ventrikel

Pada ventrikel yang mengalami infarks atau cedera iskemik dapay mengalami pola depolarisasu dan repolarisasi ventrikel yang tidak sinkron. Akibatnya ventrikel tidak dapat berkontraksi sebagai satu kesatuan dan menyebabkan tidak adanya curah jantung. Dalam kondisi tersebut pasien dapat menjadi tidak sadar dan mengalami henti jantung dan henti nafas dalam hitungan detik.

Diagnosis Fibrilasi Ventrikel

Pasien fibrilasi ventrikel sering datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) dalam kondisi penurunan kesadaran, henti nafas dan henti nadi. Aspek penting untuk menegakkan diagnosi fibrilasi ventrikel adalah melihat gambaran EKG yang khas.


Gambaran EKG menunjukkan kompleks QRS

  1. Tidak Dapat Ditentukan
  2. Tidak Ada Gelombang P
  3. Tidak Ada Gelombang QRS
  4. Tidak Ada Gelombang T

Gelombang pada garis dasar berkisar antara 150-500 menit/menit. Irama jantung tidak dapat ditentukan. Amplitudo gelombang diukur dari puncak ke palung, metode ini digunakan untuk mengklasifikasi gambaran fibrilasi ventrikel menjadi

  1. Halus (puncak palung 2-5 mm)
  2. Medium atau sedang (puncak palung 5- < 10 mm)
  3. Kasar (puncak palung 10- <15 mm)
  4. Sangat Kasar (puncak palung > 15 mm)

Tatalaksana Fibrilasi Ventrikel

Fibrilasi Ventrikel adalah kondisi gawat darurat yang membutuhkan penanganan segera, tidak dibutuhkan anamnesis dan pemeriksaan fisik yang mendetail sebelum kondisi pasien stabil. Penatalaksanaan fibrilasi ventrikel harus cepat dengan protokol resusitasi kardiopulmonal yang baku, meliputi defibrilasi sesegera mungkin, diikuti resusitasi jantung paru (RJP), dengan pemberian obat-obatan epinefrin, vasopresin dan amiodaron.

Penanganan utama ketika mendapatkan pasien dengan fibrilasi ventrikel adalah melakukan defibrilasi. Defibrilasi non-synchronized menggunakan energi 360 Joule gelombang monofasik atau 120-200 Joule gelombang bifasik.

Setelah dilakukan defibrilasi, segera lakukan RJP sebanyak 5 sikulus. Satu siklus terdiri dari 30 kompresi dada:2 ventilasi. RJP dilakukan jika pada pasien belum dipasang advanced airway (ETT). Jika pada pasien telah terpasang ETT, ventilasi diberikan 8-10 kali/menit sambil terus melakukan kompresi dada 100 kali/menit.

RJP terus dilakukan selama resusitasi, kecuali pada waktu analisis irama jantung, defibrilasi dan penilaian sirkulasi. Setelah 5 siklus RJP, cek irama jantung pasien sesuai monitor (shockable atau non-shockable), selanjutnya dilakukan penatalaksanaan sesuai temuan. Pertimbangkan pemberian obat selam dilakukan RJP.

Semoga Bermanfaat^^


=

Sponsored Content

Kamu bisa pelajari Tatalaksana Syok Kardiogenik lebih lanjut di DVD Emergency Cardio. Ada sebuah video 30 menit yang menjelaskan tentang

  1. Tatalaksana Syok Kardiogenik
  2. Algoritma Penanganan Pasien Sindroma Koroner Akut
  3. Tatalaksana Henti Jantung
  4. Tatalaksana Bradiaritmia
  5. Tataaksana Takiaritmia

Harganya cuma Rp 156.000,00 (Belum Ongkir)

Namun, kamu bisa dapatkan DVD tersebut secara gratis dengan pesan EIMED MERAH atau EIMED BIRU via DokterPost.com

Mau pesan? SMS/WA saja ke 085608083342 (Yahya) atau 0857 3130 6999 (ANISA)

Bisa juga Inbox admin, klik tombol inbox di bawah ya

Buruan, limited Stock!!!