/ Internal Medicine

Waspadai Ventrikel Takikardia dan Ventrikel Fibrilasi pada Pasien Sindroma Koroner Akut

Artikel kali ini terinspirasi dari hasil diskusi semalam, bersama sejawat yang tergabung dalam INTERNA WARRIOR. Bagi yang belum tahu, INTERNA WARRIOR adalah sebuah inisiatif belajar bersama secara online untuk mempersiapkan ujian masuk PPDS Interna.

Kebetulan semalam kami membahas soal yang cukup menarik, yaitu Komplikasi paling berbahaya pada jam – jam pertama dari serangan infark miokard akut (IMA) adalah :

a. Mitral regurgitasi
b. A-V Block grade I
c. Ventrikel fibrilasi
d. Atrial fibrilasi
e. Dekompensasi kordis

Secara sekilas, jawabannya jelas C. Pengalaman klinis sehari-hari memang menempatkan Ventrikel Fibrilasi bersama dengan Ventrikel Takikardia dan Acute Lung Oedema (ALO) sebagai 3 hal yang harus diwaspadai pada pasien dengan IMA.

Mitral regurgitasi dan dekompensasi kordis "butuh waktu" untuk meninggal. A-V Block (yang bukan total A-V Block) "jauh dari kematian". Atrial fibrilasi jarang menyebabkan kematian. Jadi, dalam soal di atas jawaban yang paling tepat adalah ventrikel fibrilasi.

Patofisiologi Infark Miokard Akut

Sebagian besar SKA adalah manifestasi akut dari plak ateroma pembuluh darah koroner yang pecah. Demam, anemia, tirotoksikosis, hipotensi dan takikardia, dapat menjadi pencetus terjadinya SKA pada pasien yang telah mempunyai plak aterosklerosis.

Pecahnya plak ateroma akan diikuti oleh proses agregasi trombosit dan aktivasi jalur koagulasi. Akibatnya, terbentuklah trombus yang kaya trombosit. Trombus tersebut akan menyumbat pembuluh darah koroner, baik secara total maupun parsial. Selain itu terjadi pelepasan zat vasoaktif amin yang akan menyebabkan vasokonstriksi sehingga menghambat gangguan aliran darah koroner ke miokard.

Aliran darah koroner yang terhambat menyebabkan iskemia miokard. Kira-kira dibutuhkan 20 menit pasokan oksigen yang terhenti untuk menyebabkan nekrosis miokard (infark miokard).

Infark miokard tidak selalu disebabkan oleh oklusi total pembuluh darah koroner. Obstruksi subtotal yang disertai vasokonstriksi yang dinamis dapat menyebabkan terjadinya iskemia dan nekrosis jaringan otot jantung (miokard).

Akibat dari iskemia adalah nekrosis miokard, gangguan kontraktilitas miokard, distritmia dan remodeling ventrikel (perubahan bentuk, ukuran dan fungsi ventrikel).

Farmakoterapi Ventrikel Fibrilasi dan Ventrikel Takikardia pada Pasien Infark Miokard Akut

Aritmia dan gangguan konduksi sering ditemukan dalam beberapa jam
pertama setelah infark miokard. Kepentingan prognostik jangka panjang VF yang terjadi awal (<48 jam) atau VT yang berkelanjutan pada pasien dengan infark miokard akut masih kontroversial.

Pada pasien dengan infark miokard akut, VF/VT yang terjadi
awal memiliki resiko 4 kali (22% vs 5%) untuk mengalami kematian dalam 30 hari dibanding pasien IMA tanpa VF/VT.

Terapi dengan ACE-I atau ARB dapat mengurangi mortalitas pasien-pasien ini dalam 30 hari pertama. Studi-studi lain menyatakan bahwa pemberian terapi beta blocker dalam 24 jam pertama setelah infark miokard akut pada pasien dengan VF/VT yang berlanjut dikaitkan dengan berkurangnya mortalitas tanpa diikuti perburukan gagal jantung.

Semoga bermanfaat


=
Sponsored Content

Apa yang terjadi jika anda memiliki buku panduan lengkap bagaimana mendiagnosis dan menerapi penyakit-penyakit yang 80% anda temui dalam praktek sehari-hari???

Yuk, dipesan sekarang. Buku yang ditulis oleh konsulen-konsulen ahli anggota PAPDI ini sangat cocok untuk sejawat yang:

  1. Dokter Spesialis Penyakit Dalam
  2. PPDS Penyakit Dalam
  3. Caon PPDS Penyakit Dalam yang rencana daftar tahun ini
  4. Manajemen Rumah Sakit (20% persen pembeli buku ini adalah manajemen RS yang akan menghadapi Akreditasi karena wajib memiliki PPK dan Clinical Pathway)
  5. Dokter Umum yang Praktek mandiri (sulit konsul ke Spesialis: PTT, praktek pribadi dsb)

Bagaimana cara pesannya?

SMS/WA aja ke 081234008737. Ada admin kami yang siap membantu anda meraih impian :)


=