/ komplikasi

Transfusi Platelet Tidak Terbukti Efektif Mencegah Komplikasi Perdarahan Pasien DBD


Transfusi platelet adalah salah satu alasan paling sering yang ditulis dokter di daerah untuk merujuk pasien demam berdarah dengue (DBD) ke rumah sakit pusat. Namun, efektivitas transfusi platelet masih diperdebatkan.

Beberapa ahli yang mendukung transfusi platelet beralasan bahwa platelet eksogen yang diberikan secara intravena dapat meningkatkan jumlah platelet endogen. Hal tersebut, secara logika, dapat mencegah komplikasi perdarahan yang mungkin terjadi.

Sementara, beberapa ahli yang kontra beralasan bahwa belum ada penelitian yang cukup sahih, yang berhasil membuktikan efektivitas transfusi platelet pada pasien DBD dengan trombositopenia. Sejauh ini saya sendiri belum berhasil menemukan artikel meta-analisis yang berhasil membuktikan efektivitas transfusi platelet.

Transfusi Platelet, Yes or No? Tidak Ada Perbedaan

Beberapa penelitian telah dilakukan untuk menyelidiki apakah memang benar ada perbedaan pemberian transfusi platelet dengan yang tidak. Setidaknya ada 2 penelitian klinis yang cukup valid, yang menyatakan bahwa TRANSFUSI PLATELET TIDAK BERMANFAAT.

  1. Assir dkk (2013) melaporkan dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Pakistan bahwa pemberian transfusi platelet memiliki dampak klinis yang tidak berbeda dengan placebo. Penelitian dengan desain Randomized Control Trial ini menyatakan bahwa transfusi platelet secara statistik tidak dapat mencegah komplikasi perdarahan pasien dengue dengan trombositopenia (platelet < 30,000/μl), bahkan memiliki efek samping yang serius. Para peneliti menyarankan agar tidak menggunakan transfusi platelet sebagai terapi rutin bagi pasien demam dengue dengan trombositopenia.

  2. Lye dkk (2009) dalam penelitian yang dilakukan di Singapore terhadap 256 pasien dengue dengan trombositopenia (platelet < 20,000/μl), tidak merekomendasikan transfusi platelet. Transfusi platelet tidak efektif meningkatkan kadar platelet total dalam 24 jam post transfusi. Sejalan dengan penelitian Assir dkk (2014), transfusi platelet tidak mencegah komplikasi perdarahan pada pasien dengue dengan trombositopenia.

Transfusi platelet memang masih menjadi pro dan kontra dalam tatalaksana demam dengue dengan trombositopenia. Clinical judgement dari masing-masing dokter menentukan keputusan yang akan diambil, melakukan transfusi platelet atau tidak.

Namun, pertimbangan efek samping dan biaya yang tidak murah perlu dipertimbangkan betul dalam proses pengambilan keputusan. Tetap, "Kesehatan Penderita Senantiasa Akan Kami Utamakan", harus menjadi pedoman kita dalam bertindak.

Semoga bermanfaat.