Tips Mengukur Tekanan Darah di Rumah

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang membutuhkan tatalaksana secara holistik dan menyeluruh. Modifikasi gaya hidup selalu menjadi poin utama untuk dapat memperbaiki kondisi hipertensi dan bila perlu seorang dokter akan memberikan obat-obatan penurun tekanan darah.

Terapi non farmakologis dan terapi farmakologis tersebut dilakukan dalam waktu yang lama dan pasien akan secara berkala melakukan kunjungan pada dokter untuk dapat melihat respon terapi. Akan tetapi pengukuran tekanan darah saat kontrol hanya memberikan informasi mengenai tekanan pada saat itu saja. Sedangkan untuk mengetahui keberhasilan terapi, diperlukan pencatatan kadar tekanan darah dari waktu ke waktu agar dapat memberikan gambaran yang lebih optimal.

Untuk itu, memantau tekanan darah secara mandiri dari rumah pasien sangat diperlukan untuk membantu dokter mengevaluasi terapi yang sudah diberikan.

Tips Mengukur Tekanan Darah di Rumah

American Heart Association (AHA) merekomendasikan pasien hipertensi untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah mandiri secara berkala di rumah. Namun perlu diingat bahwa pengukuran tersebut tetap harus diikuti dengan kontrol rutin ke dokter dengan memberikan laporan mengenai hasil pantauannya sendiri di rumah.

home-monitoring-blood-pressure

Apabila pasien telah mengonsumsi obat-obatan, dokter perlu mengingatkan kepada pasien untuk tidak menghentikan sendiri obat-obatannya jika ternyata hasil tekanan darah yang diukur di rumah normal. Pasien perlu berkonsultasi ke dokter dalam kondisi tersebut.

Alat pengukur tekanan darah yang direkomendasikan adalah tensimeter otomatis, dengan cuff yang diletakkan pada lengan atas (bicep). Ukuran cuff harus disesuaikan dengan ukuran lengan pasien. Tensimeter yang digunakan juga harus divalidasi terutama pada kondisi khusus seperti ibu hamil, orang tua, dan juga anak-anak. Sebaiknya pasien membawa alat pengukur tekanan darah yang dipunyai pada kontrol berikutnya sehingga dokter dapat mengetahui apakah cara penggunaan sudah benar.

Pada saat melakukan pengukuran tekanan darah secara mandiri, ada beberapa hal yang harus dilakukan. Hindari merokok, dan meminum minuman yang mengandung kafein 30 menit sebelum pengukuran. Setidaknya 5 menit sebelum pengukuran, pasien diminta untuk diam atau beristirahat.

Posisi pasien saat diperiksa adalah dalam posisi duduk, dengan punggung lurus dan bersandar pada kursi. Kaki rata pada lantai dan tidak disilangkan. Lengan diletakkan pada permukaan yang datar (misalnya meja), dengan lengan atas sejajar dengan jantung. Pastikan bagian tengah dari cuff berada di atas lipatan siku. Lengan kanan maupun kiri dapat digunakan pada pemeriksaan karena secara umum tidak ada perbedaan yang signifikan. Pasien juga harus membaca instruksi yang tertera pada petunjuk penggunaan alat.

Pengukuran tensi dilakukan pada waktu yang sama setiap harinya, misalnya pada setiap pagi atau setiap sore. Sebaiknya pemeriksaan dilakukan setiap hari, namun dapat pula dilakukan pada 2 minggu pertama setelah penggantian terapi, dan satu minggu sebelum kontrol ke dokter.

Setiap melakukan pengukuran, sebaiknya dilakukan ulangan dua sampai tiga kali dengan jarak 1 menit masing-masing sesi. Selanjutnya, hasil yang diperoleh dicatat dengan baik.

Dokter perlu memberi tahukan nilai normal tekanan darah, klasifikasi hipertensi, dan juga nilai tekanan darah rendah. Apabila didapatkan tekanan darah yang tinggi di rumah dalam satu kali pengukuran, hal ini bukan merupakan suatu tanda dari bahaya yang segera.

Bila didapatkan tekanan darah yang sedikit meningkat atau lebih tinggi dari normal, pemeriksaan dapat diulangi beberapa kali dan perlu dilakukan konsultasi pada tenaga kesehatan untuk mengetahui adanya masalah kesehatan atau hanya kesalahan pada alat.

Apabila tekanan darah melebihi 180/120 mmHg, tunggu 5 menit, kemudian pemeriksaan ulang dapat dilakukan. Jika hasilnya tetap tinggi maka pasien harus memeriksakan diri ke sarana kesehatan karena telah terjadi hipertensi krisis.

Jika tekanan darah pasien lebih dari 180/120 mmHg dan didapatkan keluhan nyeri dada, sesak nafas, nyeri punggung, kelemahan/ rasa baal, gangguan penglihatan, kesulitan bicara, pasien harus segera datang ke sarana kesehatan.

Pemantauan tekanan darah secara mandiri di rumah ini dapat berguna untuk pasien-pasien dengan hipertensi yang telah terdiagnosis atau baru terdiagnosis dan baru memulai terapi, pasien yang berisiko menderita hipertensi, ibu hamil terutama dengan riwayat hipertensi dan/atau preeklamsia.


Sponsored Content

Nggak punya waktu buat edukasi pasien? Pasang aja Poster Hipertensi Prolanis di tempat praktekmu. Bisa jadi bahan akreditasi FKTP juga lho...

tekanan-darah-rumah

Masih ada 4 desain poster Hipertensi Prolanis yang lain. Pesannya via klik link oreder ini atau WA Yahya 085608083342


Pasien yang berisiko menderita hipertensi adalah pasien dengan riwayat keluarga darah tinggi, semakin tua umur pasien maka semakin berisiko terkena hipertensi, pada usia dibawah 64 tahun pria lebih berisiko, sedangkan pada usia 65 ke atas wanita lebih berisiko. Pasien dengan ras afrika-amerika memiliki kecenderungan untuk darah tinggi. Pada pasien dengan gagal ginjal kronis juga sering didapati tekanan darah tinggi.

Faktor lain yang menyebabkan seseorang berisiko tinggi terkena hipertensi adalah kurangnya aktivitas fisik, diet tinggi sodium dan diet yang tidak sehat, berat badan overweight atau obesitas, banyak meminum alkohol, menderita obstructive sleep apnea, kadar kolesterol tinggi, diabetes, memiliki kebiasaan merokok, dan mudah stress.

Pengukuran di rumah juga dapat menyingkirkan kemungkinan kesalahan dalam diagnosis misalnya pada hipertensi white coat yaitu tekanan darah tinggi hanya pada klinik dokter, dan masked hypertension yaitu tekanan darah tinggi bila diukur di rumah namun rendah di klinik dokter. Namun pemantauan secara mandiri ini tidak direkomendasikan pada pasien dengan atrial fibrilasi atau aritmia lainnya karena hasil yang diberikan oleh alat yang digunakan di rumah mungkin kurang akurat (alv).

Semoga Bermanfaat


Sponsored Content

Panduan American Heart Association (AHA) 2017 untuk hipertensi sudah keluar. Tebal banget 283 halaman. Kamu bisa download naskah aslinya disini

Buat kamu yang pengen tahu penjelasannya secara gampang dan mudah dimengerti, aku sudah minta tolong dr Ragil. SpJP untuk bikinin video penjelasan (DVD) Guideline AHA 2017 (Hipertensi)

Panjang penjelasannya hampir 1 jam (57 menit)

isi videonya ya persis kayak algoritma dan diagram yang ada di teks aslinya, meliputi

  1. Klasifikasi Hipertensi
  2. Diagnosis dan Tatalaksana White Coat Hypertension
  3. Skrining Hipertensi Sekunder
  4. Terapi Non Farmakologis Hipertensi
  5. Pemeriksaan Penunjang Hipertensi
  6. Algoritma Tatalaksana Hipertensi
  7. Terapi Farmakologi Hipertensi
  8. Terapi Stable Ischemic Heart Disease
  9. Terapi Hipertensi pada pasien CKD
  10. Terapi Hipertensi ICH
  11. Terapi Hipertensi Stroke Iskemik
  12. Terapi Hipertensi Mencegah Serangan Stroke Berulang
  13. Terapi Krisis Hipertensi

cuma bedanya, sudah dibahasakan ulang dr Ragil, SpJP supaya mudah dimengerti dan diaplikasikan di praktek sehari-hari.

Biayanya cuma 156 ribu

Kalau kamu pengen pesan, WA 085608083342 (Yahya) aja

Nanti biar dibantu hitung ongkirnya