Terapi Skabies: Permetrin vs Salep 2-4

Kemarin rame banget di halaman Dokter Post, ketika aku share artikel tentang Diagnosis dan Terapi skabies di PPK 1. Kalau kita mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.02.02/MENKES/514/2015, disarankan pemakaian permetrin. Namun, ternyata di lapangan banyak sejawat di Puskesmas yang lebih memilih salep 2-4 sebagai terapi.

Salep 2-4 lebih disukai daripada permetrin karena harganya yang murah meriah. Namun, tidak sedikit yang meragukan efektivitas salep 2-4. Alasannya, salep 2-4 diduga tidak bisa membunuh skabies dalam fase telur.

Well, jadi pilih permetrin atau Salep 2-4?

Terapi Skabeis, Permetrin vs Salep 2-4

Sebelum ngomong efektivitas, ada baiknya kita tahu terlebih dulu aspek farmakologi dan aplikasi klinis permetrin dan salep 2-4. Dua obat ini meskipun memiliki khasiat yang sama, namun secara farmakologi berbeda.

Salep 2-4 sebenarnya adalah sulfur presipitatum 2-5%, sering kali dicampur dengan asam salisilat 2%. Obat inibanyak digunakan di puskesmas, karena harganya yang murah dan cukup efektif mengobati skabies. Cara penggunaan salep 2-4 yaitu dengan dioleskan di seluruh tubuh sesudah mandi dan dipakai 3-4 hari berturut-turut.

Sedangkan, krim permetrin isinya adalah permetrin 5%. Kamu bisa juga tulis resepnya dengan nama merk dagang skabimit. Obat ini relatif lebih mahal dibanding salep 2-4, namun banyak direkomendasikan dokter SpKK maupun dokter SpA. Cara penggunaan dengan mengoleskan selama 8-10 jam, cukup 1 kali saja. Jika tidak membaik maka dapat diulang kembali seminggu kemudian.

Sebenarnya ada sebuah penelitian menarik yang sudah membandingkan efektivitas permetrin dan salep 2-4. Pada penelitian ini dicari beberapa santri pondok yang terdiagnosis skabies. Dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok satu diterapi dengan permetrin, kelompok dua diterapi dengan salep 2-4.

Hasilnya pada kelompok permetrin didapatkan angka kesembuhan hingga 100%. Sedangkan pada kelompok salep 2-4 didapatkan angka kesembuhan 87.5%. Secara kasar memang permetrin lebih efektif dari salep 2-4. Hanya, setelah dievaluasi secara statistik ternyata tidak ada perbedaan signifikan antara permetrin vs salep 2-4 terhadap kesembuhan pasien.

Jadi, kalau merujuk pada penelitian tersebut, kamu boleh kasih permetrin atau salep 2-4. Dua-duanya punya efek yang tidak jauh berbeda. Namun, kalau mempertimbangkan segi biaya tentu salep 2-4 lebih murah.

Namun, yang tidak kalah penting. Skabies adalah penyakit yang sangat infeksius. Gampang sekali menular. Edukasi tentang pentingnya memutus rantai penularan (merebus baju, selimut dan sprei dengan air panas). Pengobatan skabies juga sebaiknya dilakukan ke seluruh keluarga atau santri pondok.

Bayangkan, prevalensi skabies di pondok mencapai 90%. Artinya kalau kamu dapat pasien santri pondok, besar kemungkinan dia pernah sakit skabies minimal satu kali seumur hidup.

Semoga Bermanfaat^^


=

Sponsored Content

Pernah nggak sih, kalian mendapat kasus sulit saat menatalaksana pasien medik dan bingung mau bertanya pada siapa? Konsul ke senior Sp.PD atau Sp.JP, beliau-nya lagi sibuk ngobati pasien di rawat jalan? Atau, jangan-jangan kita niatnya tanya, eh malah ditanya balik??? Wkwkwkw.

Buku setebal 1000 halaman dengan berat 2,3 kg ini mungkin bisa jadi solusi yang pas buat kamu. Berisi pedoman diagnosis terapi yang paling lengkap saat ini terkait kasus-kasus medik (Penyakit Dalam, Jantung dan Paru).

Ibarat kalian punya "Professor Interna Portable" yang siap ditanya kapan pun dan dimana pun, dan yang pasti nggak akan nanya balik? Wkwkwkwk.

Meskipun tidak bisa menggantikan peran para dokter Sp.PD untuk menjawab konsulan, buku ini setidaknya akan memberikan sejawat pengetahuan dasar yang lebih dari cukup untuk menjawab pertanyaan klinis sehari-hari: diagnosis-nya apa, terapi-nya apa, prognosisnya bagaimana?

Mau Pesan? Langsung aja kontak CS Dokter Post (Yahya) via SMS/WA 085608083342 atau klik kontakin.com/dokterpost