Tatalaksana Syok di Faskes Primer

Salah satu pasien yang dapat menyebabkan dokter jaga syok adalah pasien syok. Syok adalah kegawatdaruratan yang bisa berujung kematian. Dokter jaga dituntut dapat melakukan tatalaksana dengan cepat dan tepat.

Definisi Syok

Syok adalah sebuah sindrom klinis yang terjadi akibat perfusi jaringan yang tidak adekuat. Hipoperfusi ini dipicu oleh ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen dan substrat nutrisi yang menyebabkan disfungsi seluler. Kejadian syok dapat disebabkan oleh banyak hal.

PAPDI mengelompokkan syok menjadi syok hipovolemik, syok kardiogenik, syok septik, syok neurogenik, dan syok hipoadrenal.

Hipoperfusi seluler mengakibatkan sebuah fenomena lingkaran setan. Gangguan perfusi menimbulkan jejas seluler yang menyebabkan gangguan distribusi darah pada mikrovaskuler, hal ini akan memperburuk perfusi sel. Perburukan fungsi sel menyebabkan disfungsi organ yang dapat berujung gagal organ dan dapat berujung kematian.

Beberapa tanda klasik manifestasi syok dapat ditemukan ketika kondisi sudah berat, misalnya hipotensi, takikardia, oliguria, dan penurunan kesadaran.

Syok Hipovolemik

Syok hipovolemik adalah gangguan perfusi akibat penurunan relatif volume darah intravaskular. Syok hipovolemik dapat terjadi akibat kehilangan sel darah merah dan plasama akibat perdarahan, atau cairan plasma akibat sekuestrasi cairan ekstravaskular atau kehilangan cairan dari gastrointestinal, urine, dan insensible water loss.

Diagnosis penyebab syok hipovolemik menjadi sulit apabila terdapat perdarahan tersembunyi. Kehilangan plasma menyebabkan hemokonsentrasi, kehilangan air menyebabkan hipernatremia. Keadaan ini menunjukkan gejala hipovolemia. Pada perdarahan yang berat, dapat ditemukan penurunan hemoglobin dan hematokrit.

Syok Kardiogenik

Syok kardiogenik ditandai dengan hipoperfusi sistemik karena depresi berat cardiac index dan hipotensi sistolik yang menetap yaitu < 90 mmHg, walaupun terdapat peningkatan tekanan pengisian pulmonary capillary wedge pressure (PCWP) > 18 mmHg.
Sebagian besar pasien mengeluh nyeri dada, sesak, tampak pucat, dan keringat dingin. Kesadaran dapat menurun, somnolen, agitasi, dan tampak kebingungan. Pulsasi bisa cepat dan lemah atau sangat lambat pada kasus blok AV derajat berat. Tekanan darah sistolik menurun dengan tekanan nadi yang sempit. Pasien mengalami takipnea, dapat ditemukan pola napas cheyne stokes, dan distensi vena jugular. Rhonki basah halus di basal sering ditemui pada pasien gagal ventrikel kiri dan terdapat oliguria.

Syok Sepsis

Sepsis adalah sindrom inflamasi sistemik dengan bukti adanya infeksi. Sindrom inflamasi respon sistemik adalah ketika ditemukan dua atau lebih dari kondisi di bawah ini:

  1. demam > 38°C atau hipotermia < 36°C,
  2. takipnea > 24x/menit,
  3. takikardia > 90x/menit,
  4. leukositosis > 12.000/L, leukopenia < 4000/L atau > 10% neutrofil batang.

Syok sepsis adalah:

-Sepsis dengan hipotensi TDS < 90mmHg atau penurunan lebih dari 40 mmHg dari tekanan darah normal pasien selama setidaknya 1 jam walaupun telah dilakukan resusitasi cairan yang adekuat, atau
-Membutuhkan vasopresor untuk menjaga tekanan darah sistolik ≥ 90 mmHg atau MAP ≥ 70 mmHg.

Manifestasi tanda dan gejala selain respon inflamasi sering tumpang tindih dengan penyakit infeksi yang mendasari timbulnya sepsis.

Syok Neurogenik

Syok neurogenik terjadi akibat interupsi pada input vasomotor simpatis setelah cedera medula spinalis cervical, cedera kepala hebat, atau migrasi cephalad anestesi spinal. Pada keadaan dilatasi arteriolar, venodilatasi menyebabkan pooling darah pada sistem vena yang mengakibatkan penurunan aliran balik vena dan cardiac output. Ekstremitas seringkali hangat, berbeda dengan jenis syok yang lain.

Syok Hipoadrenal

Syok hipoadrenal terjadi pada keadaan insufisiensi adrenal pada seseorang yang kemudian mengalami stres akut. Insufisiensi adrenokortikal dapat terjadi akibat pemakaian kronik glukokortikoid eksogen dosis tinggi dan penyakit kritis termasuk trauma dan sepsis.

Penyebab lain insufisiensi adrenal termasuk atropi idiopatik, tuberkulosis, penyakit metastasis, perdarahan adrenal bilateral, dan amiloidosis. Syok hipoadrenal ditandai oleh gangguan homeostasis dengan penurunan resistensi vaskuler sistemik, hipovolemia, dan penurunan cardiac output. Diagnosis insufisiensi adrenal ditegakkan dengan pemeriksaan kadar kortisol, ACTH, atau tes stimulasi ACTH.

Membedakan Syok Berdasar Penyebab untuk Menentukan Terapi

Etiologi syok sangat penting untuk menentukan terapi dan penanganan lanjutan. Syok kardiogenik lebih jauh harus dibedakan antara gangguan fungsi pompa jantung karena proses kronis, akut, maupun tamponade dan tension pneumothorax.

Tabel-Karakteristik-Fisiologik-Beberapa-Tipe-Syok

Tatalaksana Umum Syok di Fasilitas Kesehatan Primer

Tujuan utama tatalaksana syok adalah mengembalikan oksigenasi dan suplai substrat yang adekuat ke sel secepat mungkin dan meningkatkan utilisasi oksigen dan metabolisme sel.

Hal pertama yang tidak boleh lupa adalah stabilisasi ABCDE, mendeteksi dini syok dan jenis syok, dan mengaktifkan tim resusitasi. Pertolongan airway dan breathing serta obat gawat darurat harus disiapkan.

Pasien segera dipasang akses intravena, lebih baik dengan 2 jalur dengan jarum ukuran besar. Loading cairan cepat disesuaikan dengan penilaian awal jenis syok. Pada syok hipovolemik, dapat diberikan 2-3 liter cairan kristaloid dalam 20-30 menit.

Tanda vital dinilai segera mulai saat pasien datang, atau mengalami penurunan kondisi, saat, dan setelah dilakukan resusitasi cairan. Monitoring meliputi tekanan darah, respiratory rate, nadi, suhu, dan urine output. Bila tanda vital stabil, pertolongan definitif terhadap penyebab syok dapat dilakukan. Apabila tanda vital belum stabil, dipertimbangkan pemasangan kateter vena sentral di fasilitas rujukan. Tekanan vena sentral yang terlihat dari tekanan vena jugularis mengalami peningkatan pada pasien dengan gangguan jantung dan tamponade.

Kateter urin dipasang untuk memonitor input dan output cairan. Urine minimal yang keluar adalah 0,5-1 ml/kgBB/jam. Pemasangan NGT dapat dilakukan pada pasien dengan risiko aspirasi dan komplikasi akibat dilatasi lambung. Sampel darah diambil untuk pemeriksaan darah rutin, kadar gula darah, golongan darah, dan cross match untuk pasien dengan indikasi transfusi. Pemeriksaan kehamilan dilakukan pada wanita usia subur.

Analisis gas darah dilakukan bila ada fasilitas. Elektrokardiografi wajib dilakukan terutama untuk menilai gangguan irama jantung. Foto rontgen toraks diambil untuk mengetahui kemungkinan kardiomegali, tamponade, hematotoraks, atau edema paru.

Tatalaksana Khusus Syok

Tidak semua tatalaksana definitif syok dapat dilakukan di puskesmas, kita harus memaksimalkan fasilitas yang ada dan tahu saat yang tepat untuk merujuk.
Pasien dengan syok hipovolemik kadang perlu akses vena sentral dan transfusi darah segera.

syok-kardiogenik-Inotropik-pilihan

Pasien dengan syok kardiogenik harus dinilai letak masalah utamanya: volume, pompa, atau irama. Vasodilator yaitu Nitrat dapat diberikan pada pasien dengan edema paru dan hemodinamik stabil. Pasien dengan tekanan darah menurun dapat diberikan inotropik misalnya dobutamine 2-20 mcg/kgBB/menit atau dopamine 2-20 mcg/kgBB/menit, dan vasopresor misalnya norepinefrin 0,1-0,5 mcg/kgBB/menit. Gangguan irama harus ditentukan apakah kita melakukan kontrol terhadap rate atau rhytm.

Hal yang harus diperhatikan pada pasien syok sepsis adalah eliminasi faktor penyebab. Terapi supportif dapat dilakukan yaitu oksigenasi, kontrol gula darah, intervensi nutrisi, mengatasi disfungsi organ, terapi gangguan koagulasi, steroid, dan bikarbonat.

Pasien dengan syok neurogenik harus diperhatikan terapi terhadap hipovolemia dan tonus vasomotornya. Tepai cairan dalam jumlah besar dapat diberikan bersama norepinefrin atau fenilefrin setelah kemungkinan perdarahan telah disingkirkan. Pada syok hipoadrenal, dexamethasone dapat diberikan secara intravena. Pemberian dexamethasone direkomendasikan karena dexamethasone tidak mempengaruhi tes stimulasi ACTH.

Syok dapat berakibat gagal multiorgan, henti jantung, dan kematian. Kita dituntut untuk bertindak cepat. Yang terpenting adalah stabiliasai dan keputusan untuk merujuk. It’s your turn, save lives! (mqa)


Sponsored Content

Setidaknya 50% pasien yang datang ke IGD karena syok kardiogenik berakhir dengan kematian.

Kamu bisa pelajari Tatalaksana Syok Kardiogenik akibat komplikasi Infark Miokard Akut lebih lanjut di DVD Sindroma Koroner Akut (dr Ragil, SpJP). Ada sebuah video 60 menit yang menjelaskan tentang

  1. Algoritma Penanganan Pasien Sindroma Koroner Akut
  2. Diagnosis Sindroma Koroner Akut
  3. Kelainan EKG pada Sindroma Koroner Akut
  4. Tatalaksana Sindroma Koroner Akut
  5. Obat Pilihan dan Dosis Terapi Sindroma Koroner Akut
  6. Patofisiologi Sindroma Koroner Akut
  7. Penanganan komplikasi Sindroma Koroner Akut

Harganya cuma Rp 156.000,00 (Belum Ongkir)

Berita baiknya, setiap pembelian DVD Sindroma Koroner Akut dan DVD Cardiac Prevention (312 ribu) via Yahya, kamu akan dapat bonus

  1. DVD Cardiac Emergency (Review singkat ACLS dengan Metode Pembahasan Kasus yang Menarik)

  2. Ebook Diagnosis Decomp Cordis

  3. Ebook Tatalaksana Gagal Jantung Akut

  4. Ebook Tatalaksana Gagal Jantung Kronik

  5. DVD Kumpulan Poster Prolanis (Bisa kamu cetak sendiri buat Puskesmas atau Rumah Sakitmu)

Mau pesan? SMS/WA saja ke 0856 0808 3342 (YAHYA)