/ obsgyn

(KLINIS) Tatalaksana Mual Muntah Pada Kehamilan

Keluhan mual dan muntah dapat terjadi pada kehamilan hingga usia 16 minggu. Pada keadaan muntah-muntah yang berat, dapat terjadi dehidrasi, gangguan asam-basa dan elektrolit bahkan ketosis. Kondisi mual-muntah hebat pada kehamilan ini disebut hiperemesis gravidarum.

Diagnosis Hiperemesis Gravidarum

Mual dan muntah adalah masalah yang jamak dikeluhkan ibu hamil. Pada derajat yang berat, dapat terjadi hiperemesis gravidarum. Karakteristik klinik hiperemesis gravidarum yaitu bila terjadi:

  1. Mual dan muntah hebat
  2. Berat badan turun > 5% dari berat badan sebelum hamil
  3. Ketonuria
  4. Dehidrasi
  5. Ketidakseimbangan elektrolit

Namun, pasien mual-muntah yang datang ke IGD tidak hanya disebabkan oleh Hiperemesis Gravidarum. Ada banyak etiologi lain yang harus dipertimbangkan misalnya keracunan, keluhan Gastrointestinal, gangguan sistem saraf pusat dan gangguan sistem vestibular yang lain.

Salah satu kiat untuk menggali kemungkinan etiologi mual-muntah pada pasien adalah menggunakan metode OPQRSTU. Metode ini dapat kamu baca lebih lanjut di EIMED MERAH

Faktor predisposisi hiperemesis gravidarum salah satunya adalah peningkatan hormon-hormon pada kehamilan yang berkontribusi terhadap terjadinya mual dan muntah. Beberapa faktor yang terkait dengan mual dan muntah pada kehamilan antara lain:

  1. Riwayat hiperemesis gravidarum pada kehamilan sebelumnya atau keluarga
  2. Status nutrisi: wanita obesitas lebih jarang dirawat inap karena hiperemesis.
  3. Faktor psikologis: emosi dan stress dapat memicu terjadinya hiperemesis gravidarum

Tatalaksana Hiperemesis Gravidarum

Secara umum penatalaksanaan hiperemesis gravidarum dapat dibagi menjadi:

  1. Nutrisi. Sedapat mungkin, pertahankan kecukupan nutrisi ibu, termasuk suplementasi vitamin dan asam folat di awal kehamilan.
    2.Istirahat. Anjurkan istirahat yang cukup dan hindari kelelahan.

Terapi Farmakologis

  1. Bila perlu, berikan 10 mg doksilamin dikombinasikan dengan 10 mg vitamin B6 hingga 4 tablet/hari (misalnya 2 tablet saat akan tidur, 1 tablet saat pagi, dan 1 tablet saat siang).
  2. Bila masih belum teratasi, tambahkan dimenhidrinat 50-100 mg per oral atau supositoria, 4-6 kali sehari (maksimal 200 mg/hari bila meminum 4 tablet doksilamin/piridoksin), ATAU prometazin 5-10 mg 3-4 kali sehari per oral atau supositoria.
  3. Bila masih belum teratasi, tapi tidak terjadi dehidrasi, berikan salah satu obat di bawah ini:
    • Klorpromazin 10-25 mg per oral atau 50-100 mg IM tiap 4-6 jam
    • Proklorperazin 5-10 mg per oral atau IM atau supositoria tiap 6-8 jam
    • Prometazin 12,5-25 mg per oral atau IM tiap 4-6 jam
    • Metoklopramid 5-10 mg per oral atau IM tiap 8 jam
    • Ondansetron 8 mg per oral tiap 12 jam
  4. Bila masih belum teratasi dan terjadi dehidrasi, pasang kanula intravena dan berikan cairan sesuai dengan derajat hidrasi ibu dan kebutuhan cairannya, lalu:
    • Berikan suplemen multivitamin IV
    • Berikan dimenhidrinat 50 mg dalam 50 ml NaCl 0,9% IV selama
      20 menit, setiap 4-6 jam sekali
    • Bila perlu, tambahkan salah satu obat berikut ini:
      • Klorpromazin 25-50 mg IV tiap 4-6 jam
      • Proklorperazin 5-10 mg IV tiap 6-8 jam
      • Prometazin 12,5-25 mg IV tiap 4-6 jam
      • Metoklopramid 5-10 mg tiap 8 jam per oral
    • Bila perlu, tambahkan metilprednisolon 15-20 mg IV tiap 8 jam ATAU ondansetron 8 mg selama 15 menit IV tiap 12 jam atau 1 mg/jam terus-menerus selama 24 jam.

Awasi komplikasi mual dan muntah serta hiperemesis gravidarum, seperti gastroesopagheal reflux disease (GERD), ruptur esofagus, perdarahan saluran cerna bagian atas, dan defisiensi vitamin, terutama thiamine.

Semoga bermanfaat

Sponsored Content

EIMED Merah adalah buku yang banyak direkomendasikan sebagai pegangan Dokter Umum di Instalasi Gawat Darurat. Buku ini adalah dasar untuk mempelajari buku EIMED Biru.

Buku ini membahas kasus gawat darurat secara mendasar berdasar keluhan utama.

Bayangkan ketika anda jaga IGD, pasien akan datang dengan keluhan utama (misal muntah, hematemesis-melena, penurunan kesadaran) atau dengan diagnosis spesifik (mis ketoasidosis diabetes, perforasi gaster, stroke perdarahan) ?

Betul, pasien datang dengan keluhan utama. Seperti itulah sistematika penulisan EIMED MERAH. Jadi kamu akan diajak untuk

  1. Menganalisis kasus berdasar keluhan utama
  2. Menganalisis diagnosis spesifik,
  3. Apa saja anamenesis yang ditanyakan?
  4. Apa saja pemeriksaan klinis yang harus dilakukan?
  5. Apa saja pemeriksaan penunjang yang akan diusulkan?

Terapi umum untuk stabilisasi pasien, sembari melakukan work up untuk mencari diagnosis spesifik
Salah satu topik favorit di EIMED MERAH adalah kegawatdaruratan kardiologi (EMERGENCY CARDIO).

Seperti kita ketahui bersama, 9 dari 10 pasien yang datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan henti jantung akan meninggal. Hanya 1 pasien yang hidup, yakni pasien yang mendapatkan cardiac life support yang bagus.

Kegawatdaruratan bidang kardiologi yang dengan angka mortalitas tinggi adalah henti jantung dan arritmia (bradiaritmia dan takiaritmia). Upaya terbaik untuk mencegah kematian pasien yang berada dalam kondisi tersebut adalah melakukan adult cardiac life support, yang dibahas secara mendalam di BUKU EIMED MERAH.

Berita baiknya, setiap pemesanan EIMED MERAH via DokterPost.com kamu akan mendapatkan bonus DVD EMERGENCY CARDIO (senilai 156 ribu)

Mau Pesan EIMED MERAH? Kontak saja CS kami (Yahya) via http://kontakin.com/dokterpost

Atau, Inbox admin aja ya^^