Risk vs Benefit Fenitoin untuk Hipoglikemia Berat

Fenitoin adalah obat anti-kejang yang umum digunakan di Indonesia. Namun, ternyata ada beberapa sejawat yang menggunakan fenitoin pada pasien hipoglikemia berat. Beberapa sejawat yang pernah menggunakannya memang melaporkan hasil efektif (komunikasi pribadi), terutama jika glukagon tidak tersedia. Lalu, bagaimana sebenarnya posisi fenitoin untuk hipoglikemia berat berdasar ilmu pengobatan rasional?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, aku meminta ulasan dua orang pakar: dr. Wahyudi, SpPD (Internis) dan dr Maulana A. Empitu, MSc (Farmakologi Klinis).

Terapi Fenitoin untuk Hipoglikemia Berat

Ilmu tentang penggunaan fenitoin untuk pasien hipoglikemia memang adalah ilmu yang sudah cukup lama. Tepatnya pada tahun 1974, Stambaugh dan Tucker menulis di jurnal Diabetes tentang efek perbaikan klinis dan laboratoris pasien hipoglikemia yang gagal diterapi dengan modifikasi diet. Dengan dosis 600 mg fenitoin yang dibagi dalam 3 dosis, dan diberikan setiap hari. Hasilnya memang ada perbaikan kadar gula darah dan insulin plasma.

Namun, bagaimana sebenarnya posisi fenitoin dalam terapi hipoglikemia?

dr Maulana Empitu, MSc mencoba menggunakan tiga pendekatan dalam menganalisis rasionalitas penggunaan fenitoin sebagai terapi hipoglikemia.

Untuk menilai rasional tidak nya penggunaan Fenitoin untuk terapi hipoglikemia refrakter mungkin bisa kita pertimbangkan beberapa aspek berikut:

  1. Aspek evidence: saat ini belum ada meta-analisis atau setidaknya clinical trial besar mengenai penggunaan fenitoin untuk hipoglikemia refrakter. Tapi tidak adanya evidence tersebut, bukan sepenuhnya membuktikan bahwa suatu terapi tidak aman atau tidak efektif. Karena bisa saja belum ada yg publish/berminat publish. Oleh karena itu, jika ada bukti lokal/dalam skala kecil seperti case report, menjadi sangat penting.
  2. Aspek farmakologis/mekanistik: sudah sejak lama fenitoin dan beberapa anti-konvulsan lain seperti valproic acid diketahui memiliki efek hipoglikemia. Fenomena tersebut terjadi, karena fenitoin menghambat sekresi insulin dan terutama karena memicu reaistensi insulin.
    Secara epidemiologis, sebagian besar hipoglikemia terjadi pada pasien yg mengonsumsi obat anti-diabetes, terutama golongan sulfonylurea. Pada pasien tersebut, tentunya sudah terjadi resistensi insulin. Oleh karena itu, pada pasien tersebut penggunaan fenitoin untuk terapi hipoglikemia menjadi tidak relevan.
  3. Risk vs Benefit: walaupun secara mekanistik masih mungkin, sepertinya risiko penggunaan fenitoin untuk terapi hipoglikemia refrakter cukup besar. Karena efek hiperglkemia fenitoin biasanya timbul pada dosis toksik, bukan pada dosis terapetik.

Master lulusan Tufts University USA ini juga menambahkan bahwa secara umum penggunaan fenitoin untuk terapi hipoglikemia refrakter tidak rasional.

Namun, hal ini tidak menutup peluang untuk dilakukan penelitian terkait potensi penggunaan fenitoin pada layanan kesehatan dengan sumber daya terbatas (akses glukagon sulit).

Senada dengan dr Maulana, dr Wahyudi, SpPD juga berpendapat bahwa fenitoin tidak lazim digunakan pada pasien hipoglikemia non-konvulsi. Pilihan pertama terapi hipoglikemia refrakter adalah dexamethason (karena glukagon sulit didapatkan di Indonesia). Namun, pada pasien kejang dengan hipoglikemia, fenitoin mungkin bermanfaat.

Sebenarnya aku pernah merangkumkan tentang tatalaksana hipoglikemia di IGD. Kamu bisa baca tulisannya di sini.

Semoga Bermanfaat^^


=
Sponsored Content

Tau nggak, pemberian fenitoin dengan laju tetes melebihi kecepatan standar dapat menyebabkan AV Blok. Salah satu kasus yang pernah di laporkan bisa kamu baca disini => Efek Samping AV Blok pada Infus Fenitoin

AV Blok memang adalah salah satu kelainan EKG yang paling banyak didapatkan dalam praktek sehari-hari. Penting banget buat kamu menguasai skill mengenali kelainan AV Blok.

Dr Ragil, SpJP sudah menjelaskan secara gamblang dalam DVD Mahir Baca EKG. Video di bawah ini adalah salah satu cuplikan DVD Mahir Baca EKG yang membahas "Tips Asyik Mengenali Blok Jantung"

Videonya gedhe banget, hampir 14 GB. Biar sejawat di Papua dan Indonesia Timur yang lain bisa ikut belajar juga, akhirnya kami putuskan untuk distribusikan videonya dalam bentuk DVD.

Yang mau pesan MAHIR BACA EKG (BASIC-Non Aritmia-Aritmia), bisa kontak kami disini ya

SMS/WA 085608083342 (Yahya) atau kontakin.com/dokterpost