Rasionalkah Memberi Antibiotik dan Steroid Oral Secara Bersamaan?

"Selamat siang dok, mohon ijin konsul kasus. Pasien anak laki-laki, usia 2 tahun 3 bulan. Gatal-gatal dan luka di badan disertai panas di kaki, badan dan tangan. Keluhan dirasakan sudah sejak beberapa bulan yang lalu, hilang timbul, dan kambuh lagi satu minggu yang lalu."

"Biasanya pasien gatal setelah makan supermi dan telur. Riwayat atopi tidak diketahui, dok. Pasien sudah diberikan amoxicilin (dibeli orang tua di warung), dexametason, dan vitamin C. Pasien juga sudah mendapatkan salep miconazole dan salep nisagon (Betamethasone-17-valerate 0.1 % dan neomycin sulphate 0.5 %) beberapa bulan yang lalu. Kata orang tua pasien, sejak dioles miconazole jadi lebih gatal dan merah."

"Kira-kira diagnosisnya apa ya dok? Mohon Advis terapi."

Tulisan di atas adalah percakapan yang diajukan salah satu anggota Group Konsul Kulit dr Ardsari, SpKK. Kalau diamati lebih dalam, sebenarnya kasus yang disampaikan oleh TS di atas sangat relevan dengan kondisi pasien kita di Indonesi

  1. Pengennya jadi nggak usah ke dokter, langsung googling, dan beli resep yang dibaca di blog.
  2. Antibiotik dan obat "keras" yang lain masih dengan mudah diperoleh tanpa resep dokter.
  3. Penyakit kulit sederhana diresepi 3 macam obat: Antibiotik, anti-jamur dan steroid. Sikat semua.
  4. Kalau sudah nggak mempan, baru deh dibawa ke dokter.
  5. Pas datang, eh lesinya (UKK) sudah complicated sulit diidentifikasi ini penyebabnya apa.

Make sense? 99%, yes.

Jawaban dr Ardsari, SpKK untuk Kasus di Atas

"Diagnosisnya dermatitis atopic dd.allergic dermatitis due to food + infeksi sekunder dd.impetigo."

"Pada kasus seperti ini, klinis yang menonjol adalah gambaran infeksi-nya (pustul, demam). Jadi sebaiknya jangan langsung diberi steroid oral ya. Saya perhatikan, beberapa GP suka ngasih steroid sama antibiotik oral bersamaan. Hasilnya tidak akan efektif. Sebaiknya disembuhkan dulu infeksi-nya dengan antibiotik oral, lalu difollowup. Kalau infeksi sekunder sudah teratasi, kita bisa lebih mudah untuk lihat lesi aslinya seperti apa. Apakah ada dermatitis atopik, apakah impetigo saja, apakah scabies atau diagnosa lainnya."

"Edukasi ke pasien,jangan beli obat sembarangan, apalagi steroid oral, buat anak kecil lagi 😖."

"Amoxicillin kalau sudah terlanjur diminum, teruskan, lihat apakah dosis sudah benar. Teruskan selama 7 hari. Dexamethasone oral stop. Vitamin C tidak perlu dulu. Resepkan antihistamin oral."

"Edukasi mandi yang tepat, hindari manipulasi lesi. Minta pasien kontrol setelah 1 minggu."

Semoga Bermanfaat^^


=

Sponsored Content

Ini tiga alasan kenapa kamu mesti join Group Konsul Kulit dr Ardsari, SpKK

"Banyak manfaat nya.. dok, lbh banyak ilmu dan terapi lbh tepat sm pasien.dan pasien jg kalo kontrol jg tdk banyak keluhan lg. Iya dok, blg nya nda sembuh LG, masih gatal lah, memang sih dok, sy jg bingung dgn diagnosa nya jdnya dgn adanya litebig dgn dr.ardsari. diagnosa lebih jelas dan terapi lebih tepat dok." TS Dokter Senior di Daerah

"Selain refresh ilmu..byk tips2 dr dr.ardsari yg bisa aku kasih ke pasien..hehehe. Smalem sii baca dpt skabies sama folikulitis.. Bermanfaat banget dok." TS Dokter Puskesmas

"Bismillah.....dokter, alhamdulillah sy bersyukur bs gabung di grup kulit berbayar,buanyakkkk manfaat buat sy yg di pelosok. Jk ke dpn ada yg berbayar mhn sy diwapri.....apalagi yg gratisss,muauuu bangets njih. Yg juelas.....buat tingkatkn ilmu sendiri shgg bs aplikasi di praktek rmh n puskesmas. Juga bs tuk isi materi di promkes." TS Dokter Puskesmas di Grobogan

Nah, kebetulan tgl 28 September-05 Oktober 2017 ini akan dibuka penerimaan anggota baru.

Kalau kamu pengen gabung juga silahkan hubungi WA yahya (085608083342) atau klik link ini

Sampai Jumpa di Group^^