Prosedur Pemberian Cairan dan Obat Parenteral Melalui Vena Perifer pada Pasien Anak

Menjadi dokter di daerah adalah sebuah tantangan tersendiri. Keterbatasan fasilitas medis memaksa kita melakukan tindakan-tindakan "ekstrim" dengan perlengkapan seadanya. Namun yang perlu diingat, tidak semua "kenekatan" itu dibenarkan. Ada rambu-rambu untuk tetap menjamin keselamatan pasien. Berikut panduan praktis prosedur pemberian cairan dan obat parenteral melalui vena perifer pada pasien pediatri.

Prosedur Pemberian Cairan Melalui Vena perifer

  1. Pilih pembuluh vena yang sesuai untuk pemasangan kanul dengan jarum bersayap 21/ 23G.
  2. Cari vena perifer yang mudah diakses. Pada anak umur > 2 bulan,
    biasanya menggunakan vena sefalik pada siku depan atau vena
    interdigtalis-4 pada punggung tangan.
  3. Seorang asisten harus menjaga posisi lengan agar tidak bergerak dan membantu untuk membendung aliran vena di proksimal tempat suntikan dengan genggaman tangannya
  4. Bersihkan daerah sekeliling kulit dengan larutan antiseptik (yodium, isopropil alkohol, atau alkohol 70%), kemudian masukkan hampir seluruh panjang kanul ke dalam pembuluh vena. Fiksasi posisi kateter dengan plester.
  5. Pasang bidai pada lengan dengan posisi yang nyaman (misalnya posisi siku lurus atau pergelangan tangan sedikit fleksi).

Prosedur Pemberian Cairan Melalui Vena Kulit Kepala

  1. Pilih pembuluh vena yang sesuai untuk pemasangan kanul dengan jarum bersayap 21/ 23G.
  2. Vena di daerah kulit kepala sering digunakan pada anak umur < 2 tahun, tetapi terbaik pada bayi muda.
  3. Cari salah satu vena kulit kepala yang cocok (biasanya vena yang terletak di garis median frontal, daerah temporal, di atas atau di belakang telinga).
  4. Cukur daerah tersebut, jika perlu, dan bersihkan kulit dengan larutan antiseptik.
  5. Seorang asisten harus membendung vena proksimal tempat tusukan. 6. Isi semprit dengan garam normal dan isikan ke dalam jarum
    bersayap. Lepaskan semprit dan biarkan ujung akhir pipa jarum
    terbuka. Masukkan jarum bersayap seperti dijelaskan di atas. Darah
    akan mengalir ke luar pelan melalui ujung akhir pipa jarum yang menandakan bahwa jarum telah berada di dalam vena.
  6. Harus diperhatikan untuk tidak masuk ke arteri, yang dapat dikenali dengan palpasi. Jika darah mengalir berdenyut, tarik jarum dan tekan luka tusukan sampai perdarahan berhenti, kemudian cari venanya.

Prosedur Perawatan Kanul

  1. Fiksasi posisi kanul bila terpasang. Mungkin perlu pembidaian sendi di sekitarnya untuk membatasi gerakan kateter.
  2. Jaga kulit permukaan tetap bersih dan kering.
  3. Isi kanul dengan larutan heparin atau garam normal segera setelah pemasangan awal dan setelah tiap penyuntikan.

Komplikasi Tindakan

Infeksi superfisial pada kulit tempat pemasangan kanul merupakan komplikasi yang paling umum. Infeksi bisa menyebabkan tromboflebitis yang menyumbat vena dan menimbulkan demam. Kulit sekelilingnya akan memerah dan nyeri. Lepas kanul untuk menghindari risiko penyebaran lebih lanjut. Kompres daerah infeksi dengan kain lembap hangat selama 30 menit setiap 6 jam. Jika demam menetap lebih dari 24 jam, berikan antibiotik (yang efektif terhadap bakteri stafilokokus), misalnya kloksasilin.

Prosedur Pemberian Obat Intravena Melalui Kanul

  1. Pasang semprit yang berisi obat intravena ke ujung kanul dan masukkan obat.
  2. Setelah obat masuk, suntik 0.5 ml larutan heparin (10–100 units/ml) atau garam normal ke dalam kanul sampai seluruh darah terdorong masuk dan kateter terisi penuh dengan cairan.

Jika pemasangan infus melalui vena atau vena kulit kepala tidak memungkinkan dan jika pemberian cairan infus sangat mendesak demi keselamatan anak:
Siapkan pemasangan infus intraoseus atau gunakan vena sentral atau lakukan pemotongan vena.

Semoga Bermanfaat


=
Sponsored content

Ayo, siapa yang mau punya alat canggih vein viewer kek di atas?

Yang minat, langsung aja SMS/WA 081234008737