/ pediatri

Pedoman Diagnosis dan Tatalaksana Infeksi Virus Dengue Pasien Anak (3): Kriteria Pasien Rawat Inap

Wabah DBD terjadi di banyak tempat di Indonesia. Beberapa laporan melaporkan angka kejadian yang naik secara signifikan. Hal ini berdampak pada jumlah kunjungan pasien ke rumah sakit, bahkan beberapa rumah sakit pemerintah tipe C sampai merujuk ke tipe A karena kamar penuh. Kondisi "luar biasa" seperti ini perlu pendekatan triase yang baik untuk memilah pasien mana yang layak rawat inap atau rawat jalan.

Sistem triase yag baik dalam masa wabah DBD ini akan berdampak baik bagi pembiayaan pemerintah, Quality of Working Life (QWL) dokter dan beban rumah sakit. Untuk melakukan triase yang baik, hal pertama yang harus diketahui adalah bagaimana menimbang resiko keparahan seorang pasien beberapa hari ke depan.

Perilaku masyarakat yang fobia terhadap DBD mendorong mereka untuk membawa keluarga yang demam pada hari-hari pertama ke dokter atau rumah sakit. Itu baik untuk penanganan dini, namun pada fase awal demam sangat sulit bagi dokter untuk menentukan apakah ini Demam Dengue atau DBD. Identifikasi apakah seorang pasien menderita demam dengue atau awal demam berdarah dengue penting untuk menentukan apakah dia akan dirawat inap atau dirawat jalan.

Kriteria Diagnosis Klinis Infeksi Virus Dengue

Untuk menentukan resiko keparahan pasien dengan infeksi virus dengue (IVD) mungkin memahami betul kriteria diagnosis klinis IVD akan sangat membantu. Secara logika sederhana pasien dengan demam dengue akan self-limiting, seperti pasien demam yang disebabkan virus lain. Demam dengue tidak mengancam nyawa. Sedangkan pasien DBD punya resiko kematian yang cukup tinggi, dan jelas membutuhkan perawatan di rumah sakit. Penentuan klinis Demam Dengue atau DBD menjadi penting dalam triase pasien.

Dalam artikel kali ini saya hanya akan menuliskan kriteria diagnosis demam dengue dan DBD. Untuk kriteria diagnosis lain: Dengue Shock Syndrome dan Expanded dengue Syndrome akan dibahas pada artikel yang lain, atau dapat juga dibaca di buku Pedoman Diagnosis dan Tata Laksana Infeksi Virus Dengue pada Anak dari IDAI terbaru.


=
Sponsored Content

Sejawat, Buku Pedoman Diagnosis dan Tata Laksana Infeksi Virus Dengue pada Anak (terbitan 2015) dapat anda pesan melalui SMS/WA 081234008737


=

Diagnosis Klinis Demam Dengue

Beberapa kriteria diagnosis klinis demam dengue adalah

  1. Demam 2-7 hari yang timbul mendadak, tinggi, terus-menerus, bifasik
  2. Manifestasi perdarahan baik spontan seperti petekie, purpura, ekimosis, epistaksis, perdarahan gusi, hematemesis dan atau melena; maupun uji torniquet positif
  3. Nyeri kepala, mialgia, artralgia, nyeri retro-orbital
  4. Dijumpai kasus DBD baik di lingkungan sekolah, rumah atau disekitar rumah
  5. Leukopenia < 4000/mm3
  6. Trombositopenia < 100.000/mm3

Diagnosis demam dengue dapat ditegakkan jika ditemukan gejala demam ditambah adanya dua atau lebih tanda dan gejala lain.

Hal yang perlu diperhatikan adalah demam mendadak tidak didahului dengan demam ringan. Contohnya anak pulang sekolah belum demam, kemudian tidur, bangun tidur anak menderita demam tinggi > 38.5 C. Demam bersifat terus-menerus (kontinyu) artinya perbedaan suhu terendah dan tertinggi < 1 C.

Masalahnya, masih jarang orang tua di Indonesia yang memiliki kesadaran untuk rutin mengukur suhu anak ketika demam dengan termometer. Jika menemui masalah tersebut salah satu yang bisa dilakukan adalah mengajukan pertanyaan tentang efek demam pada pasien. Apakah anak rewel/gelisah, tidak mau bermain, kulit kemerahan terutama pada wajah (flushing).

Pemeriksaan torniquet lazim dilakukan untuk menyelidiki adanya manifestasi perdarahan. Uji torniquet positif menguatkan dugaan infeksi virus dengue. Uji torniquet negatif tidak menyingkirkan diagnosa.

Diagnosis Klinis Demam Berdarah Dengue

Tanda dan gejala DBD pada fase awal sangat menyerupai demam dengue. Tanda dan gejala DBD yang khas adalah tanda kebocoran plasma tang baru timbul setelah beberapa hari demam.

Berdasarkan fenomena tersebut, perlu dilakukan follow up pada pasien yang didiagnosis MRS/rawat jalan apakah benar demam dengue atau fase awal DBD. Pasien DBD memiliki resiko mengalami syok sehingga harus menjalani rawat inap dengan tata laksana yang berbeda dari demam dengue.

Beberapa kriteria klinis demam berdarah dengue (DBD), meliputi:

  1. Demam 2-7 hari yang timbul mendadak, tinggi, terus-menerus, bifasik
  2. Manifestasi perdarahan baik spontan seperti petekie, purpura, ekimosis, epistaksis, perdarahan gusi, hematemesis dan atau melena; maupun uji torniquet positif
  3. Nyeri kepala, mialgia, artralgia, nyeri retro-orbital
  4. Dijumpai kasus DBD baik di lingkungan sekolah, rumah atau disekitar rumah
  5. Hepatomegali
  6. Terdapat kebocoran plasma yang ditandai dengan salah satu tanda/gejala:
    • Peningkatan nilai hematokrit > 20% dari pemeriksaan awal atau dari data populasi menurut umur
    • Ditemukan adanya efusi pleura, asites
    • Hipoalbuminemia, hipoproteinemia
  7. Trombositopenia < 100.000/mm3

Salah satu tools penting yang bisa digunakan untuk membantu triase pasien adalah "warning signs". Warning signs adalah sekumpulan gejala yang dapat dijadikan indikator apakah pasien memiliki resiko untuk mengalami syok dan manifestasi klinis berat yang lain.

Beberapa warning signs yang perlu diwaspadai adalah

  1. Demam turun tetapi keadaan anak memburuk
  2. Nyeri perut dan nyeri tekan abdomen
  3. Muntah yang menetap
  4. Letargi, gelisah
  5. Perdarahan mukosa
  6. Hepatomegali
  7. Akumulasi cairan
  8. Oligouria
  9. Peningkatan kadar hematokrit bersamaan dengan penurunan cepat jumlah trombosit
  10. Hematokrit awal yang tinggi

Kriteria diagnosis klinis penting dalam skrining kasus, tata laksana dan menentukan prognosis. Pedoman tentang kriteria rawat inap pasien dengan IVD penting dibuat untuk meminimalisir keterlambatan atau kesalahan dalam menegakkan diagnosa. Kesalahan dalam menegakkan diagnosis awal akan berakibat pula pada perawatan dan pemeriksaan laboratorium yang tidak perlu.

Semoga bermanfaat.


=
Sponsored Content

Yuk, dipesan buku Nelson Pediatrik essensial. Buku terjemahan dari konsulen IDAI yang baik hati.

Spesial buat kamu yang:

  1. Dokter Spesialis Anak
  2. Punya Cita-Cita jadi Dokter Spesialis Anak
  3. Sedang ambil Residen di Departemen Ilmu Kesehatan Anak
  4. Berniat daftar Residen Ilmu Kesehatan Anak tahun ini
  5. Dokter Umum yang Kece Badai (senantiasa update ilmu)

Langsug aja dipesan di SMS/WA 081234008737