Pasien IGD Datang Dengan Keluhan Utama Perdarahan: Prinsip Hemostasis

Pasien dengan perdarahan akut yang datang ke IGD adalah pasien berlabel merah, artinya kamu harus segera memberikan pertolongan ke pasien itu. Jika tidak segera mendapat pertolongan ada kemungkinan pasien akan jatuh dalam kondisi yang lebih buruk (label hitam).

Pada artikel sebelumnya (baca pedoman transfusi) kita sudah membahas pertolongan pertama yang harus diberikan pada pasien dengan perdarahan akut (terapi cairan atau transfusi darah).

Setelah kondisi hemodinamik pasien stabil, selanjutnya perlu dipertimbangkan kira-kira apa penyebab perdarahan akut pada pasien. Kita akan bahas pendekatan diagnosis klinis (anamnesis dan pemeriksaan fisik) pada pasien perdarahan di artikel selanjutnya.

Namun sebelum masuk ke diagnosis klinis, sebaiknya kamu paham dulu tentang dasar-dasar fisiologis dan patogenesis perdarahan akut. Kita akan bahas di artikel ini, dengan sebagian besar mengacu pada buku EIMED MERAH PAPDI.

Fisiologi Hemostasis

Pada orang normal yang sehat kemungkinan terjadinya perdarahan yang abnormal akan dicegah oleh adanya mekanisme tubuh yang disebut mekanisme hemostatis.

Mekanisme ini bertujuan untuk mempertahankan darah tetap berada dalam bentuk cair, serta mengalir dengan lancar di dalam pembuluh darah.

Hemostasis ini diatur oleh interaksi yang kompleks antara dinding pembuluh darah, elemen-elemen sel darah, dan berbagai jenis protein-protein plasma.

Secara ringkas, mekanisme hemostasis ini diperankan oleh tiga komponen utama yaitu :

  1. Pembuluh darah
  2. Trombosit
  3. Faktor-faktor pembekuan (faktor koagulasi)

Terdapat berbagai macam klasifikasi mekanisme hemostasis, namun secara ringkasnya mekanisme hemostasis normal terdiri atas tiga fase yaitu :

  1. Hemostasis Primer : berupa vasokostriksi pembuluh darah pada lokasi yang mengalami perdarahan, dan pembentukan sumbat-trombosit (platelet-plug formation).
  2. Hemostasis Sekunder : berupa aktifasi kaskade-koagulasi, yang akan diikuti deposisi serta stabilisasi fibrin yang sudah terbentuk.
  3. Hemostasis Tertier : berupa pencairan (dissolution) dari bekuan-fibrin.

Mekanisme hemostasis terjadi melalui beberapa langkah. Pertama yaitu terjadinya proses vasokonstriksi pembuluh darah akibat pelepasan beberapa neurohormonal seperti Adrenalin, Katekolamin, Epinefrin, dll.

Yang kedua Interaksi antara sel-sel endotel pembuluh darah dengan platelet melalui proses adhesi, agregasi dan reaksi pelepasan yang dikenal sebagai proses hemotasis primer (Terbentuknya sumbat primer/Primary hemostasis plug).

Yang ketiga yaitu fase koagulasi dimana thrombin diaktifkan dan fibrin mulai terbentuk pada rangka trombosit. Selanjutnya pembentukan ikatan peptide antara molekul-molekul fibrin, tahap ini juga disebut sebagai proses stabilisasi jaringan fibrin (terbentuk fibrin stabil)

Fibrinolisis merupakan degradasi bekuan fibrin secara enzimatis yang membatasi proses koagulasi hanya pada area yang mengelilingi luka pada pembuluh dan disisi lain menjaga atau memperbaiki struktur pembuluh darah tersebut.

Aktivitas fibrinolisis diatur oleh penghambat aktifator plasminogen (Plasminogen Activator Inhibitor/PAI) dan penghambat plasmin (Plasmin Inhibitor) yang akan menghambat fibrinolisis.

Telah diketahui bahwa PAI-1, yang merupakan PAI terpenting, berperan dalam menonaktifkan aktifator plasminogen jaringan (tPA) dan urokinase serta dilepaskan dari endotek vaskular dan platelet yang telah aktif.

Penghambat plasmin yang utama adalah α2-antiplasmin, yang menonaktifkan plasmin bebas yang dilepaskan dari bekuan beberapa α2-antiplasmin juga berhubungan silang dengan fibrin dengan peranan factor XIIIa selama pembekuan.

Hal ini dapat mencegah aktivitas plasmin berlebihan pada bekuan. tPA dan urokinase dibersihkan di hati, yang merupakan mekanisme lain yang mencegah fibrinolisis berlebihan

Klasifikasi Gangguan Perdarahan

Jika kamu mendapat pasien dengan perdarahan aktif, pikirkan kira-kira apa penyebab perdarahannya. Dengan mengetahui penyebab perdarahan kamu akan dengan lebih mudah memilih modalitas terapi yang rasional.

Gangguan perdarahan secara klinis dapat diklasifikasikan menjadi empat kelompok sebagai berikut :

  1. Perdarahan sebagai akibat kelainan pada pembuluh darah (vaskulopati).
    Manifestasi perdarahan umumnya berupa petechia, purpura, dan biasanya jarang menyebabkan kehilangan darah yang serius. Contoh : Henoch-Schonlein purpura, Senile purpura, dan Scurvy
  2. Perdarahan sebagai akibat pada trombosit (trombopati).
    Contoh : Idiopathic Thrombocytopenia Purpura (ITP), Trombasthenia, Hemolytic Uremic Syndrome (HUS), Disseminated Intravascular Coagulation (DIC), serta perdarahan akibat pemakaian asetil-salisilat (aspirin)
  3. Perdarahan sebagai akibat gangguan koagulasi (koagulopati)
    Contoh : gangguan koagulasi intrinsik, ekstrinsik, maupun gabungan keduanya.
  4. Perdarahan sebagai akibat penyakit atau keadaan lainnya.
    Contoh : Post-transfusion purpura, perdarahan pada penderita Sindroma mielodisplasia dan penderita kelainan mieloproliferati

Untuk menentukan klasifikasi perdarahan, kamu harus melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik yang sistematis sehingga dapat diperoleh data klinis yang akurat. Kami sudah merangkum langkah-langkah anamnesis dan pemeriksaan fisik pasien perdarahan akut dari buku EIMED MERAH PAPDI untuk kamu. Kamu bisa baca lebih lanjut di next artikel.

Semoga Bermanfaat^^

=
Sponsored Content


EIMED Merah adalah buku yang banyak direkomendasikan sebagai pegangan Dokter Umum di Instalasi Gawat Darurat. Buku ini adalah dasar untuk mempelajari buku EIMED Biru.

Buku ini membahas kasus gawat darurat secara mendasar berdasar keluhan utama.

Bayangkan ketika anda jaga IGD, pasien akan datang dengan keluhan utama (misal muntah, hematemesis-melena, penurunan kesadaran) atau dengan diagnosis spesifik (mis ketoasidosis diabetes, perforasi gaster, stroke perdarahan) ?

Betul, pasien datang dengan keluhan utama. Seperti itulah sistematika penulisan EIMED MERAH. Jadi kamu akan diajak untuk

  1. Menganalisis kasus berdasar keluhan utama
  2. Menganalisis diagnosis spesifik,
  • Apa saja anamenesis yang ditanyakan?
  • Apa saja pemeriksaan klinis yang harus dilakukan?
  • Apa saja pemeriksaan penunjang yang akan diusulkan?
  • Terapi umum untuk stabilisasi pasien, sembari melakukan work up untuk mencari diagnosis spesifik

Salah satu topik favorit di EIMED MERAH adalah kegawatdaruratan kardiologi (EMERGENCY CARDIO).

Seperti kita ketahui bersama, 9 dari 10 pasien yang datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan henti jantung akan meninggal. Hanya 1 pasien yang hidup, yakni pasien yang mendapatkan cardiac life support yang bagus.

Kegawatdaruratan bidang kardiologi yang dengan angka mortalitas tinggi adalah henti jantung dan arritmia (bradiaritmia dan takiaritmia). Upaya terbaik untuk mencegah kematian pasien yang berada dalam kondisi tersebut adalah melakukan adult cardiac life support, yang dibahas secara mendalam di BUKU EIMED MERAH.

Berita baiknya, setiap pemesanan EIMED MERAH via DokterPost.com kamu akan mendapatkan bonus DVD EMERGENCY CARDIO (senilai 156 ribu)

Mau Pesan EIMED MERAH?

Kamu bisa langsung inbox admin

Bisa juga SMS/WA 0856 0808 3342 (YAHYA) atau 0857 3130 6999 (ANISA)