/ Internal Medicine

Panduan Praktik Klinis Infeksi Virus Zika: IgM Zika Positif, Bisa Karena Infeksi Virus Dengue

Pemberitaan virus zika masih heboh sampai pagi ini. Ketika artikel ini ditulis, sebuah berita yang diturunkan washington post menyebutkan bahwa saat ini setidaknya ada 33 negara yang sudah terjangkiti virus zika. Tujuh negara diantaranya melaporkan peningkatan angka kejadian mikrosefali pada bayi baru lahir. Virus zika sudah menjadi "teror" global, bagaimana dengan Indonesia?

Sampai saat ini belum ada laporan kasus infeksi virus zika yang terkonfirmasi, hanya memang upaya surveilans masih dilakukan beberapa institusi penelitian kesehatan secara sporadis, belum sistematis. Rumah Sakit UNAIR di Surabaya sudah mulai melakukan surveilans untuk pasien yang diduga menderita infeksi virus zika. Namun, belum ada laporan kasus yang positif terinfeksi virus zika.

Surveilans Infeksi Virus Zika

Infeksi virus zika secara klinis sulit dibedakan dengan infeksi virus dengue dan chikungunya. Sehingga, untuk melakukan kontrol terhadap potensi infeksi, surveilans epidemiologi adalah suatu keharusan.

Surveilans dilakukan untuk melakukan deteksi dini jika ada kasus yang potensial menimbulkan outbreak. Atau jika sudah terjadi outbreak, surveilans dilakukan sebagai bagian strategi untuk mengendalikan persebaran penyakit infeksi.

Secara sederhana, kita dapat melakukan surveilans dengan pendekatan klinis dan vektor. Surveilans berbasis klinis kita lakukan dengan melakukan pemeriksaan laboratorium pada pasien suspek infeksi dengue. Sedangkan surveilans vektor kita lakukan dengan memeriksa sampel nyamuk di lingkungan tertentu untuk dideteksi apakah mengandung virus zika. Di Indonesia, surveilans berbasis klinik lebih populer dari vektor. Di USA surveilans vektor dilakukan lebih intensif.

Diagnosis Pasti Infeksi Virus Zika

Diagnosis pasti infeksi virus zika ditegakkan dengan pemeriksaan molekular dengan metode reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR), pada pasien yang diduga terinfeksi virus zika. Metode RT-PCR dipilih karena spesifisitas diagnostik yang 100%. Tes serologis dapat dilakukan, namun kurang dapat diandalkan karena terdapat cross-reactivity antara IgM zika dan IgM dengue. Jadi, pada pasien dengan IgM zika positif, bisa jadi bukan karena terinfeksi virus zika, mungkin karena pasien terinfeksi virus dengue.

Untuk menegakkan diagnosis infeksi virus zika, terlebih dahulu kita harus memahami gejala klinis infeksi virus zika. Ada beberapa gejala klinis yang sering ditemui pada pasien dengan infeksi virus zika, contohnya demam, non-purulent conjunctivitis, nyeri kepala, nyeri otot, nyeri sendi, kelemahan otot, rash makulopapular dan bengkak di tungkai bawah.

Ada juga beberapa gejala klinis yang jarang ditemui pada infeksi virus zika, contohnya nyeri retro-orbita, anoreksia, muntah, diare dan nyeri perut. Beberapa gejala klinis berat yang ditemukan pada infeksi virus zika adalah Guillain Barre Syndrome (GBS), meningoencephalitis dan trombositopenia purpura. Infeksi virus zika juga dikaitan dengan kelainan kongenital mikrosefali pada bayi baru lahir jika saat hamil trimester awal ibu bayi terinfeksi virus zika, meski masih bersifat dugaan.

Pasien diduga terinfeksi virus zika (Suspected Case) jika terukur suhu tubuh > 37,2 C dengan satu atau lebih gejala dibawah ini (yang diketahui tidak disebabkan oleh penyakit lain)

  1. Nyeri sendi atau nyeri otot
  2. Non-purulent conjunctivitis atau konjungtivitis hiperemia
  3. Nyeri kepala atau malaise

Pasien terdiagnosis pasti terinfeksi virus zika (Confirmed Case) jika ditemukan suspected case dengan hasil pemeriksaan molekular/serologis positif untuk virus zika.

Prosedur Pemeriksaan Molekuler/Serologis Infeksi Virus Zika

Pemeriksaan sampel darah pasien suspected case infeksi virus zika dilakukan pada fase akut dan fase penyembuhan. Pada prinsipnya ada dua jenis pemeriksaan sampel darah dalam penegakan diagnosis infeksi virus zika: tes molekular dan serologis.

Tes molekuler dilakukan kurang dari 7 hari setelah gejala timbul. Tes serologis (IgM dan IgG) dilakukan peling cepat 4 hari setelah gejala penyakit muncul. Anamnesis onset gejala penyakit sangat penting untuk menentukan tes diagnostik yang akan dipilih.

Dari banyak literatur yang saya baca, hampir semua menyertakan pemeriksaan RT-PCR Dengue/Chikungunya/Zika atau NS1 dengue pada fase akut, karena IgM baru muncul pada hari ke 4. IgM virus zika juga dilaporkan memiliki cross-reactivity terhadap infeksi virus dengue. Sehingga ada kemungkinan pasien yang IgM zika positif, sebenarnya dia terinfeksi virus dengue. Hal itu dapat terjadi jika IgM Dengue dan Chikungunya tidak dites.

Memorandum CDC terbaru menganjurkan untuk melakukan RT PCR Dengue/Chikungunya/Zika pada demam < 7 hari. Dan IgM Dengue/Chikungunya/Zika pada demam > 4 hari. Confirmed case ditegakkan jika RT PCR virus zika positif atau IgM virus zika positif dengan IGM Dengue dan Chikungunya negatif.

Sampel serologis harus dikirim ke laboratorium rujukan yang memiliki kemampuan melakukan pemeriksaan virus zika. Berikut penjelasan tentang sampel yang dibutuhkan.

Jenis sampel adalah serum darah volume 4-5 mL yang disimpan dalam tabung plain bertutup botol merah. Sampel serum darah disimpan pada suhu (2-8 C) jika sampel akan diproses dalam 48 jam. Sampel serum juga dapat disimpan beku(-10 sampai -20 C) jika sampel akan diproses setelah 48 jam pertama. Sampel serum harus disimpan dalam freezer -70 C jika sampel akan diproses setelah satu minggu darah diambil.

Infeksi virus zika ada, namun tidak perlu menjadi "fobia".

Semoga bermanfaat.


=
Sponsored Content

Apa yang terjadi jika anda memiliki buku panduan lengkap bagaimana mendiagnosis dan menerapi penyakit-penyakit yang 80% anda temui dalam praktek sehari-hari???

Anda akan menjadi dokter yang Super!!

Yuk, dipesan sekarang. Buku yang ditulis oleh konsulen-konsulen ahli anggota PAPDI ini sangat cocok untuk sejawat yang:

  1. Dokter Spesialis Penyakit Dalam
  2. PPDS Penyakit Dalam
  3. Caon PPDS Penyakit Dalam yang rencana daftar tahun ini
  4. Manajemen Rumah Sakit (20% persen pembeli buku ini adalah manajemen RS yang akan menghadapi Akreditasi karena wajib memiliki PPK dan Clinical Pathway)
  5. Dokter Umum yang Praktek mandiri (sulit konsul ke Spesialis: PTT, praktek pribadi dsb)

Bagaimana cara pesannya?

SMS/WA aja ke 081234008737. Ada admin kami yang siap membantu 24 jam :)