/ Internal Medicine

Panduan Praktik Klinis Dislipidemia (1): Apakah Kolesterol yang Tinggi Menyebabkan Pusing?

Dislipidemia adalah keluhan yang banyak ditakuti oleh sebagian besar pasien diatas 50 tahun. Dalam bahasa awam, kita mengenal istilah kolesterol tinggi. Di Masyarakat kolesterol tinggi sering diasosiasikan dengan resiko jantung dan stroke. Bahkan ada beberapa orang yang rancu menyebutkan bahwa badannya yang pegal-pegal dan mudah pusing disebabkan karena kadar koleterol yang meningkat.

Namun fakta yang terjadi, peningkatan kadar kolesterol sering asimptomatis (tanpa gejala). Sering pasien yang merasa segar bugar tanpa keluhan apapun, tiba-tiba ketika diperiksa kadar koleterolnya sangat tinggi hingga 300 mg/dL!

Pendekatan diagnosis, penakaran faktor resiko komplikasi kardiovaskular dan tata laksana yang baik akan sangat menentukan outcome klinis pasien dalam jangka panjang.

Dislipidemia, Sebuah Definisi Singkat

Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang diindikasikan dengan peningkatan atau penurunan fraksi lipid dalam plasma. Beberapa indikator lipid yang penting adalah peningkatan kadar kolesterol total, kolesterol LDL, Trigliserida dan penurunan kolesterol HDL.

Definisi yang lebih kuantitatif diusulkan oleh European Atherosclerosis Society (EAS). EAS mengklasifikasikan dislipidemia menjadi 3 kelompok

  1. Hiperkolesterolemia: Peningkatan LDL, Koleterol > 240 mg/dL
  2. Hipertrigliseridemia: Peningkatan VLDL, Trigliserida (TG) > 200 mg/dL
  3. Dislipidemia campuran: Peningkatan VLDL+LDL; kadar TG > 200 mg/dL + Kolesterol > 240 mg/dL

Berdasarkan patogenesisnya, dislipidemia dibagi menjadi 2: dislipidemia primer dan dislipidemia sekunder. Dislipidemia primer disebakan oleh kelainan genetik. Dislipidemia sekunder disebabkan oleh penyakit lain yang mendasari.

Tabel 1. Karakteristik Dislipidemia Sekunder pada Beberapa Penyakit

Diabetes Melitus		Peningkatan TG dan Penurunan HDL
Gagal Ginjal Kronik		Peningkatan TG
Sindroma Nefrotik		Peningkatan Kolesterol Total
Hipotiroidisme			Peningkatan Kolesterol Total
Penyalahgunaan Alkohol	Peningkatan TG
Kolestasis				Peningkatan Kolesterol Total
Kehamilan				Peningkatan TG
Penggunaan Obat2an*		Peningkatan TG

*(Diuretik, Beta Bloker, Kontrasepsi Oral, Kortikosteroid, Retinoid, Progestin, Anabolik Steroid)

Gejala Dislipidemia: Keluhan Pusing dan Dislipidemia

Sering pasien datang, terutama pasien geriatri, mengeluh pusing dan badan pegal-pegal (yang anehnya) "dirasionalisasi sendiri" sebagai gejala karena kolesterol yang tinggi. Biasanya pasien dengan tipikal seperti ini datang untuk diperiksa kadar kolesterol atau minta obat untuk menurunkan kolesterol. Benarkah demikian faktanya?

Dislipidemia pada dasarnya sering dijumpai asimptomatis (tanpa gejala). Pada orang yang segar bugar (tidak ada keluhan pusing atau pegal-pegal) tidak jarang didapati memiliki kadar kolesterol darah yang tinggi. Sebailknya, pasien dengan keluhan gampang pusing dan pegal-pegal banyak juga yang memiliki kadar kolesterol dibawah 200 mg/dL. Jadi peningkatan kadar kolesterol tidak berhubungan dengan keluhan pusing atau pegal-pegal.

Sebuah review yang menarik ditulis oleh medscape.com, mereka mengumpulkan gejala-gejala yang berkaitan langsung dengan dislipidemia yang sudah cukup parah. Dislipidemia akan menyebabkan gejala spesifik jika sudah "sangat parah". Biasanya gejala yang berkaitan dengan dislipidemia hanya terjadi pada pasien dengan dislipidemia primer (karena faktor genetik). Pasien dengan dislipidemia primer masih jarang ditemukan di Indonesia.

Hipertrigliseridemia baru akan menimbulkan gejala jika kadar TG sudah mencapai kadar 1000-2000 mg/dL. Beberapa gejala yang dapat muncul adalah nyeri epigastrik, punggung dada, sesak nafas mual dan muntah. Sedangkan, pada pemeriksaan mata dapat ditemukan arkus kornea dan xanthelasma. Manifestasi pada kulit yang pernah dijumpai adalah xanthoma. Karena alasan aspek praktis, saya tidak akan menjelaskan gejala tersebut disini karena jarang didapati dalam praktek sehari-hari. Penjelasan lebih lanjut dapat kalian baca di medscape.

Diagnosis Dislipidemia

Untuk menegakkan diagnosis dislipidemia, pemeriksaan yang perlu diusulkan adalah kadar kolesterol total, HDL, LDL dan TG plasma darah vena (lihat kembali definisi dislipidemia). Untuk meningkatkan akurasi pengukuran, pasien dianjurkan puasa selama 12 jam.

Tes skrinning dianjurkan untuk setiap pasien berusia lebih dari 20 tahun, pengulangan dilakukan setiap 5 tahun sekali bila didapatkan hasil normal. Pemeriksaan laboratorium lain perlu dilakukan jika diketahui adanya dislipidemia. Pemeriksaan lain tersebut dilakukan untuk menyelidiki apakah ada penyakit lain yang menyertai (dislipidemia sekunder), meliputi: pemeriksaan Gula Darah Puasa, HbA1C, tes fungsi hati, tes fungsi ginjal, urin lengkap, TSH dan EKG).

Semoga bermanfaat!

Referensi

  1. Panduan Praktik Klinis Penatalaksanaan di Bidang Ilmu Penyakti Dalam, PAPDI, 2015
  2. Clinical Pathway, PAPDI, 2015

=
Sponsored Content

Apa yang terjadi jika anda memiliki buku panduan lengkap bagaimana mendiagnosis dan menerapi penyakit-penyakit yang 80% anda temui dalam praktek sehari-hari???

Anda akan menjadi dokter yang Super!!

Yuk, dipesan sekarang. Buku yang ditulis oleh konsulen-konsulen ahli anggota PAPDI ini sangat cocok untuk sejawat yang:

  1. Dokter Spesialis Penyakit Dalam
  2. PPDS Penyakit Dalam
  3. Caon PPDS Penyakit Dalam yang rencana daftar tahun ini
  4. Manajemen Rumah Sakit (20% persen pembeli buku ini adalah manajemen RS yang akan menghadapi Akreditasi karena wajib memiliki PPK dan Clinical Pathway)
  5. Dokter Umum yang Praktek mandiri (sulit konsul ke Spesialis: PTT, praktek pribadi dsb)

Bagaimana cara pesannya?

SMS/WA aja ke 081234008737. Ada admin kami yang siap membantu 24 jam :)