Kumpulan Rekomendasi Diagnosis dan Terapi Preeklampsia Berat (PEB)

Setiap tahun setidaknya ada 100 ribu ibu yang berjuang melawan preeklampsia (hipertensi dalam kehamilan) di Indonesia. Preeklampsia juga "didaulat" menjadi "pembunuh" nomor dua bayi-bayi dalam usia perinatal, setelah infeksi tentunya.

Tiga penyebab utama kematian ibu adalah perdarahan (30%), hipertensi dalam kehamilan (termasuk preekalmpsia) (25%), dan infeksi (12%). Tren angka kejadian infeksi dan perdarahan mengalami tren penurunan karena kemanjuan dalam saran dan pra-sarana teknologi kedokteran. Namun tidak dengan preeklampsia, tren terus naik dari waktu ke waktu.

Dokter umum di PPK 1 (Puskesmas dan Klinik Pratama) punya peran penting dalam menurunkan angka kejadian preeklampsia di masyarakat. Bila dapat didiagnosis sejak dini, preeklampsia dapat dicegah.

Dibawah ini dituliskan rangkuman rekomendasi POGI untuk Tatalaksana Preeklampsia Berat. Guideline yang lebih lengkap dapat kamu baca di http://pogi.or.id/publish/download/pnpk-dan-ppk/

Pengukuran Tekanan Darah Pada Ibu Hamil

  1. Pemeriksaan dimulai ketika pasien dalam keadaan tenang.
  2. Sebaiknya menggunakan tensimeter air raksa atau yang setara, yang sudah tervalidasi.
  3. Posisi duduk dengan manset sesuai level jantung.
  4. Gunakan ukuran manset yang sesuai.
  5. Gunakan bunyi korotkoff V pada pengukuran tekanan darah diastolik.

Penentuan Proteinuria

Proteinuria ditegakkan jika didapatkan secara kuantitatif produksi protein urin lebih dari 300 mg per 24 jam, namun jika hal ini tidak dapat dilakukan, pemeriksaan dapat digantikan dengan pemeriksaan semikuantitatif menggunakan dipstik urin > 1+

Pencegahan Primer Preeklampsia

  1. Perlu dilakukan skrining risiko terjadinya preeklampsia untuk setiap wanita hamil sejak awal
    kehamilannya
  2. Pemeriksaan skrining preeklampsia selain menggunakan riwayat medis pasien seperti
    penggunaan biomarker dan USG Doppler Velocimetry masih belum dapat direkomendasikan
    secara rutin, sampai metode skrining tersebut terbukti meningkatkan luaran kehamilan

Pencegahan Sekunder Preeklampsia

  1. Istirahat di rumah tidak di rekomendasikan untuk pencegahan primer preeklampsia
  2. Tirah baring tidak direkomendasikan untuk memperbaiki luaran pada wanita hamil dengan hipertensi (dengan atau tanpa proteinuria)
  3. Pembatasan garam untuk mencegah preeklampsia dan komplikasinya selama kehamilan tidak direkomendasikan
  4. Penggunaan aspirin dosis rendah (75 mg/hari) direkomendasikan untuk prevensi preeklampsia pada wanita dengan risiko tinggi
  5. Apirin dosis rendah sebagai prevensi preeklampsia sebaiknya mulai digunakan sebelum usia kehamilan 20 minggu
  6. Suplementasi kalsium minimal 1 g/hari direkomendasikan terutama pada wanita dengan asupan kalsium yang rendah
  7. Penggunaan aspirin dosis rendah dan suplemen kalsium (minimal 1g/hari) direkomendasikan sebagai prevensi preeklampsia pada wanita dengan risiko tinggi terjadinya preeklampsia
  8. Pemberian vitamin C dan E tidak direkomendasikan untuk diberikan dalam pencegahan preeklampsia.

Tatalaksana Preeklampsia

Perawatan Ekspektatif pada Preeklampsia tanpa Gejala Berat

  1. Manajemen ekspektatif direkomendasikan pada kasus preeklampsia tanpa gejala berat dengan usia kehamilan < 37 minggu dengan evaluasi maternal dan janin yang lebih ketat
  2. Perawatan poliklinis secara ketat dapat dilakukan pada kasus preeklampsia tanpa gejala berat.
  3. Evaluasi ketat yang dilakukan adalah:
  • Evaluasi gejala maternal dan gerakan janin setiap hari oleh pasien
  • Evaluasi tekanan darah 2 kali dalam seminggu secara poliklinis
  • Evaluasi jumlah trombosit dan fungsi liver setiap minggu
  • Evaluasi USG dan kesejahteraan janin secara berkala (dianjurkan 2 kali dalam seminggu)
  • Jika didapatkan tanda pertumbuhan janin terhambat, evaluasi menggunakan doppler velocimetry terhadap arteri umbilikal direkomendasikan

Perawatan Ekspektatif pada Preeklampsia Berat

  1. Manajemen ekspektatif direkomendasikan pada kasus preeklampsia berat dengan usia kehamilan kurang dari 34 minggu dengan syarat kondisi ibu dan janin yang stabil
  2. Manajemen ekspektatif pada preeklampsia berat juga direkomendasikan untuk melakukan perawatan di fasilitas kesehatan yang adekuat dengan tersedianya perawatan intensif bagi maternal dan neonatal
  3. Bagi wanita yang melakukan perawatan ekspektatif preekklamsia berat, pemberian kortikosteroid direkomendasikan untuk membantu pematangan paru janin
  4. Pasien dengan preeklampsia berat direkomendasikan untuk melakukan rawat inap selama melakukan perawatan ekspektatif

Pemberian Magnesium Sulfat pada Preeklampsia Berat

  1. Magnesium sulfat direkomendasikan sebagai terapi lini pertama eklampsia
  2. Magnesium sulfat direkomendasikan sebagai profilaksis terhadap eklampsia pada pasien preeklampsia berat
  3. Magnesium sulfat merupakan pilihan utama pada pasien preeklampsia berat dibandingkan diazepam atau fenitoin, untuk mencegah terjadi kejang/eklampsia atau kejang berulang
  4. Magnesium sulfat merupakan pilihan utama pada pasien preeklampsia berat dibandingkan diazepam atau fenitoin, untuk mencegah terjadi kejang/eklampsia atau kejang berulang
  5. Dosis penuh baik intravena maupun intramuskuler magnesium sulfat direkomendasikan sebagai prevensi dan terapi eklampsia
  6. Evaluasi kadar magnesium serum secara rutin tidak direkomendasikan
  7. Pemberian magnesium sulfat tidak direkomendasikan untuk diberikan secara rutin ke seluruh pasien preeklampsia, jika tidak didapatkan gejala pemberatan (preeklampsia tanpa gejala berat)

Antihipertensi Pada Preeklampsia Berat

  1. Antihipertensi direkomendasikan pada preeklampsia dengan hipertensi berat, atau tekanan darah sistolik ≥ 160 mmHg atau diastolik ≥ 110 mmHg
  2. Target penurunan tekanan darah adalah sistolik < 160 mmHg dan diastolik < 110 mmHg
  3. Pemberian antihipertensi pilihan pertama adalah nifedipin oral short acting, hidralazine dan
    labetalol parenteral
  4. Alternatif pemberian antihipertensi yang lain adalah nitogliserin, metildopa, labetalol

Demikian beberapa kumpulan rekomendasi Tatalaksana Preeklampsia.

Semoga Bermanfaat^^


=

Sponsored Content

BUTUH BUKU MANAJEMEN HIPERTENSI KOMPREHENSIF?

Ditulis oleh Prof Budi S Pikir, SpJP (Guru Besar Kardiologi FK Unair)

Satu buku yang akan beri kamu hampir semua informasi "must to know" yang kamu butuhkan untuk menjaga pasien hipertensimu tetap sehat.

Mau pesan? Kontak aja CS Dokter Post via kontakin.com/dokterpost ^^