/ manajemen klinik

KlinikMart: Bagaimana Mencari Lokasi Klinik yang Strategis?

Saya mendapat ide untuk menulis artikel ini karena sedang melakukan survei lokasi untuk mencari Ruko/Rumah yang cocok untuk KlinikMart.

Ternyata ada beberapa "Ilmu turun-temurun" yang beberapa kali saya dengar, tidak diajarkan di kelas Manajemen Rumah Sakit, namun ternyata diakui oleh beberapa konsulen senior adalah strategi yang sudah tervalidasi berpuluh-puluh tahun untuk memilih tempat praktek.

Seorang konsulen yang sudah sukses membangun sebuah praktek dokter pribadi dari nol, membagikan tips mudah mencari lokasi klinik kepada saya. Pendekatan ini cukup mudah, murah dan sudah tervalidasi dengan success rate yang cukup tinggi.

Bagaimana Tips Mencari Lokasi Klinik yang Strategis?

Secara sederhana saya menyebut strategi ini sebagai P3: Pasar, Pabrik, Pitu (Tujuh, bahasa jawa).

  1. Pasar. Lokasi Klinik yang strategis adalah tempat yang dekat dengan pasar. Lokasi yang dekat pasar otomatis akan memudahkan klinik untuk menjangkau pasien. Setidaknya ratusan pedagang pasar yang berjualan di sana sudah menjadi calon customer potensial. Belum lagi, ribuan orang yang berbelanja di pasar setiap hari. Misal klinik sejawat berhasil menjadi "Top of Mind" di kalangan pedagang dan pembeli di pasar (mis. 2000 orang), dengan estimasi angka kesakitan di populasi 20%, setiap bulan anda akan dikunjungi 400 pasien. Jika 1 kali pemeriksaan sejawat mengenakan tarif Rp 50.000,00 berarti dalam satu bulan sejawat bisa mendapat Rp 20.000.000,00. Gurih kan???
  2. Pabrik. Ini juga lokasi strategis lain, yaitu dekat pabrik. Parik adalah tempat berkumpul ribuan orang. Lokasi dekat pabrik salain memberikan akses kepada klinik anda untuk melayani ribuan karyawan di pabrik, juga memberikan kesempatan lebih luas kepada klinik untuk menjalin kerjasama dalam bidang medical check up (MCU) yang rutin dilakukan pabrik. Siapa sih yang tidak tahu gurihnya "Bisnis MCU"? Hehe. Namun mendirikan klinik di lokasi dekat pabrik sangat bergantung dari hidup-matinya pabrik yang bersangkutan.
  3. Pitu (Tujuh). Maksudnya adalah lebar jalan di depan klinik tidak boleh lebih lebar dari 7 meter. Menurut konsulen tersebut, kalo jalan di depan klinik terlalu lebar, ada kemungkinan malah pasien enggan berobat. Untuk poin ketiga ini, jujur saya juga belum bisa mengerti rasionalisasinya. Hehe.

Sejawat, itulah 3 tips sederhana, murah dan mudah untuk mencari lokasi klinik yang strategis. Jangan lupa untuk daftarkan email sejawat di Box sebelah kanan. Minggu depan saya akan membagikan tips yang lebih detail untuk menentukan lokasi klinik yang strategis.

Salam Sejawat :)

Baca Juga: KlinikMart, Peluang Bisnis Bagi Sejawat Dokter