Kapan Memulai Terapi Anti-Hipertensi pada Pasien?

Ini adalah pertanyaan yang banyak ditanyakan oleh pasien. Jika merujuk pada guideline PERKI (2015), secara umum terapi farmakologi pada hipertensi dimulai bila pada pasien hipertensi derajat 1 yang tidak mengalami penurunan tekanan darah setelah > 6 bulan menjalani pola hidup sehat dan pada pasien dengan hipertensi derajat ≥ 2.

Beberapa prinsip dasar terapi farmakologi yang perlu diperhatikan untuk menjaga kepatuhan dan meminimalisasi efek samping, yaitu :

  1. Bila memungkinkan, berikan obat dosis tunggal
  2. Berikan obat generic (non-paten) bila sesuai dan dapat mengurangi biaya
  3. Berikan obat pada pasien usia lanjut (diatas usia 80 tahun) seperti pada usia 55–80 tahun, dengan memperhatikan faktor komorbid
  4. Jangan mengkombinasikan angiotensin converting enzyme inhibitor (ACE-i) dengan angiotensin II receptor blockers (ARBs)
  5. Berikan edukasi yang menyeluruh kepada pasien mengenai terapi farmakologi
  6. Lakukan pemantauan efek samping obat secara teratur.

Komninasi ACE-Inhibitor dan ARB Yang Tidak Boleh

Mari kita baca penelitian yang dilaporkan oleh Makani et al (2013) di journal BMJ, penggunaan kombinasi ACE inhibitor dan ARB (dua obat ini bekerja di titik renin-angiotensin aldosteron system/RAAS) memiliki angka kematian yang lebih tinggi dibanding penggunaan monoterapi. Penelitian meta-analisis ini menyebutkan bahwa penggunaan ARB/ACE inhibitor dapat menyebabkan efek samping jangka panjang: hipotensi, hipokalemia dan memperburuk gagal ginjal.

Jadi, mulai sekarang hati-hati ya dok dalam pemilihan kombinasi obat. Salah pilih kombinasi bisa berakibat fatal. Lebih baik belajar dari ahlinya, dr Ragil, SpJP. Semoga beliau senantiasa panjang umur dan ilmunya senantiasa bermanfaat^^


=

Sponsored Content

Banyak juga ternyata pertanyaan yang hampir sama masuk ke email, kayaknya memang banyak TS di Puskesmas yang butuh materi edukasi untuk Prolanis.

Yak, akhirnya jadi deh materi edukasi prolanis untuk pencegahan penyakit jantung.

Isi DVD-nya fokus di penjelasan perjalanan penyakit jantung dan strategi pencegahan penyakit jantung yang bisa dilakukan pasien
meliputi

  1. Patogenesis penyakit jantung dengan bahasa awam
  2. Faktor Risiko Penyakit Jantung dengan bahasa awam
  3. Pola makan yang baik untuk mencegah penyakit jantung
  4. Aktivitas fisik yang dianjurkan (tipe dan dosis)
  5. Stratifikasi Risiko penyakit jantung (paling update) bisa dilakukan di Puskesmas dengan sumber daya terbatas sekalipun
  6. Kapan bisa mulai pengobatan profilaksis (antihipertensi dan statin). Dosis dan cara pemberian
  7. Dan masih banyak topik menarik lainnya

Disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami, dan dengan teknik persuasif untuk life style change.

Kamu langsung bisa contek teknik teknik presentasinya. Bahkan untuk 250 pemesan pertama akan kita kasih bonus PPT-nya dikirim via email (atau WA). Kamu bisa edit kasih nama dan logo puskesmasmu (boleh).

Pokoknya program edukasi prolanis kamu akan lebih mudah dan bagus. Banyak waktu yang bisa kamu hemat, gak perlu repot.
Kalau kamu mau versi video lengkapnya kontak aja Yahya 085608083342 (SMS/WA)