EKG di IGD: Hipokalemia ec Hipertiroid

Seorang teman sejawat mendapatkan pasien perempuan, usia 39 tahun datang dengan keluhan diare 3 hari. Pasien merasa lemas. Pasien juga batuk jarang-jarang. Pasien memiliki riwayat hipertiroid.

EKG di IGD Hipokalemia ec Hipertiroid

hipokalemia-ekg-IGD

Dari hasil EKG didapatkan irama atrial fibrilasi 75- 115 x/ menit dengan RBBB Incomplete dan hipokalemi. Hipokalemia pada ekg disimpulkan karena adanya ST depresi, T inversi, PR interval memanjang, dan gelombang U prominen dilhat pada sandapan V3-V6 yang cukup terlihat jelas.

Pemeriksaan elektrolit didapatkan kadar kalium sebesar 1,9 mmol/L (hasil laboratorium baru bisa diambil keesokan harinya). Dengan demikian EKG bisa dijadikan alat penunjang jika elektrolit belum bisa cepat tersedia. Pada pemeriksan T3 dan T4 didapatkan peningkatan yang menunjukan hormone tiroid pasien meningkat .

Pada kasus di atas dapat disimpulkan pada pasien hipertirod dengan adanya diare perlu dicurigai adanya hipokalemi.


Sponsored Content

Bukan rahasia umum, EKG adalah kompetensi "penting" dokter umum. Tidak hanya pada kasus nyeri dada spesifik (kecurigaan Sindroma Koroner Akut), ilmu EKG diperlukan untuk penunjang diagnosis banyak kasus kegawatdaruratan lain (misal hipokalemia).

Kemarin tim DokterPost.com minta dr. Ragil Nur Rosyadi, SpJP untuk ngajari sejawat DokterPost.com tentang bagaimana biar sejawat bisa MAHIR BACA EKG. Ini video contoh analisis kasus blok jantung dari dr Ragil, SpJP

Videonya gedhe banget, hampir 7 GB. Biar sejawat di Papua dan Indonesia Timur yang lain bisa ikut belajar juga, akhirnya kami putuskan untuk distribusikan videonya dalam bentuk DVD.

Yang mau pesan MAHIR BACA EKG (BASIC-Non Aritmia-Aritmia), bisa kontak kami disini ya

SMS/WA 085608083342 (Yahya) atau kontakin.com/dokterpost


Terapi Hipokalemia

Kadar kalium pada pasien tergolong hipokalemi yang berat sehinga harus diberikan dengan segera (< 2mEq /L) sedangkan batasan normal (3.5-5 mEq/L).

Menurut Algoritma EIMED PAPDI BIRU Untuk koreksi dapat dilakukan yaitu KCL 20 mEq dilarutkan dalam 100 cc Nacl isotonic. Tidak dianjurkan menggunakan cairan pelarut gula karena dapat menginduksi insulin endogen yang memperburuk hipokalemia.

Kecepatan yang diberikan pada vena perifer 10 mEq/jam atau melalui vena central 20 mEq/jam pada keadaan tertentu. Konsentrasi infus KCl bila diberikan melaui vena perifer maximal 60 mEq dalam larutan Nacl isotonic 1000 ml karena jika melebihi dapat menimbulkan rasa nyeri dan menyebabam sclerosis vena.

Jika melalui vena central maksimal dosisnya 40 meq dalam 100 ml Nacl. Jika terdapat aritmia yang berbahaya atau kelumpuhan otot pernapasan, dapat diberikan KCl dengan kecepatan 40-100 mEq/jam, KCl dilarutkan sebanyak 20 mEq dalam 100 ml Nacl isotonic.

Jika pasien bisa makan, bisa diberikan makanan yang mengandung kalium, misalnya pisang. Untuk tatalaksana hipertiroid dapat diberikan PTU 300-600 mg dalam 3 dosis dan propranolol 40-80 mg dalam 2-4 dosis.

Bagaimanakah terapi atrial fibirilasi yang didapatkan pada EKG apakah perlu diterapi? Menurut algoritma ACLS, terapi faktor penyebab, dalam hal ini hipokalemi. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan kelainan takikardi yaitu Hypovolemi, Hipoksia, Acidosis, Hipo/Hiperkalemia, Hipoglikemia, Hypothermia, Toxin, Tamponade Cardiac, Tension Pneumothorax, Trombosis ( coronary atau pulmonary) , Trauma( hipovolemia). (mike)

Semoga Bermanfaat^^


Sponsored Content

Buku paling dicari dokter puskesmas, IGD dan Klinik Pratama dari aceh-papua ini sudah mau terbit lagi. Versi update tahun 2018 "BUKU 155 DIAGNOSIS DAN TERAPI FASKES PRIMER"

cover-155-Diagnosis-Terapi-Faskes-Primer

Suah di pesan 1500++ dokter pada masa pre-order kemarin

Harganya 199 ribu.

Tanggal 18 April 2018 buku sudah ready. Buat kamu yang sudah pre-order, buku akan dikirim segera setelah ready.

Kalau kamu belum pre-order kemarin, isi form waiting list supaya kamu nggak ketinggalan info rilisnya => FORM WAITING LIST BUKU 155 DIAGNOSIS DAN TERAPI FASKES PRIMER

Jangan sampai nggak kebagian kayak kemarin^^