/ dokter

Dokter "Positif"

Kedokteran Positif akan menghasilkan dokter positif, dokter yang tidak sekedar cured tapi juga promote. Bukan hanya menyembuhkan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup. Tidak hanya menyembuhkan cerebral palsy, tetapi juga menciptakan anak-anak jenius.

Tulisan ini terinsipirasi dari buku Authentic Happiness, karya Martin Seligman. Buku tersebut secara singkat bercerita tentang bagaimana menciptakan kebahagiaan hakiki dengan psikologi positif. Ada dua kata kunci dalam hal ini, yaitu kebahagiaan hakiki dan psikologi positif.

Dalam buku tersebut saya tertarik dengan istilah psikologi positif. Diulas dalam buku tersebut, psikologi positif adalah rumpun ilmu yang bermaksud memberikan pandangan tentang manusia dari segi positif. Seligman adalah pelopor psikologi positif. Sebelum psikologi positif populer, aliran ilmu yang lebih banyak mengakar di kalangan psikolog adalah psikologi patogenik.

Jika psikologi patogenik lebih menitikberatkan pada penderitaan atau penyakit, psikologi positif banyak berkutat dengan kebahagiaan. Psikologi patogenik menampilkan sifat-sifat buruk manusia, psikologi positif mengungkap sifat-sifat indah manusia.


Martin Seligman, melalui Authentic Happiness, mencoba meninggalkan "psikologi bengkel" yang memperbaiki jiwa manusia yang "sakit" menuju "psikologi perajin emas" yang memperindah jiwa manusia yang sudah "indah".
_____________________________

Membaca tulisan Seligman, saya tercetus pikiran iseng, berimajinasi bagaimana jika konsep psikologi positif diimplementasikan ke dunia kedokteran, menjadi Kedokteran Positif.

Kedokteran Positif akan menghasilkan dokter positif, dokter yang tidak sekedar cured tapi hingga promote. Bukan hanya menyembuhkan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup. Tidak hanya menyembuhkan cerebral palsy, tetapi juga menciptakan anak-anak jenius.

Beberapa kali saya iseng mengamati, pasien-pasien yang datang di klinik dokter kulit apakah orang-orang yang sakit kulit atau sebaliknya? Mencengangkan, lebih dari 60% adalah orang-orang yang sudah cantik dan ingin lebih cantik. Siapa saja orang yang dirawat dokter bedah plastik? Sebagian besar adalah ibu-ibu yang ingin lebih tampil cantik.

Namun, saya juga sangat menyadari kondisi kesehatan negara kita. Masih banyak gap antara harapan dan kenyataan. Masih banyak angka kematian ibu dan anak yang harus kita turunkan dari tahun ke tahun. Negara ini masih memiliki banyak masalah patogenik, belum terlalu membutuhkan solusi positif.

Saya hanya berharap suatu saat nanti kita dapat mencapainya bersama, setidaknya dimulai dari upaya kecil, saat ini, dan dari diri kita masing-masing.

Bagaimana menurut TS?

__________________________

Baca Juga:
Bagaimana aturan 10.000 jam akan menumbuhkan kompetensi Anda

Yuk, lindungi diri dari Malpraktik dengan Checklist Manifesto Prof. Atul Gawande.

Like FP Dokter Post disini ya!!!