Diagnosis Klinis Perdarahan Akut di IGD

Disclaimer: Ini adalah artikel lanjutan dari prinsip hemostasis. Sangat dianjurkan membaca artikel tersebut sebelum memahami artikel ini.

=

Pasien IGD dengan perdarahan akut membutuhkan anamnesis dan pemeriksaan fisik yang terstruktur untuk menentukan penyebab perdarahan. Kami mencoba merangkum langkah-langkah diagnosis pasien perdarahan akut, terutama dari EIMED MERAH PAPDI dan DIAGNOSIS KLINIS MACLEOD

Anamnesis Pasien dengan Perdarahan Akut

Pasien dengan perdarahan akut membutuhkan anemnesis yang cermat untuk menentukan diagnosis klinis pasien. Setidaknya ada lima pertanyaan penting yang perlu kamu tanyakan ke pasien dengan perdarahan akut.

1. Lokasi dan Luasnya Manifestasi Perdarahan.

Apakah perdarahan bersifat lokal (setempat) atau ditemukan pada berbagai lokasi di seluruh tubuh (menyeluruh)?

Bila manifestasi perdarahan hanya terbatas di kulit atau mukosa saja, hal ini biasanya disebabkan oleh kelainan pada komponen trombosit. Sedangkan, manifestasi perdarahan yang ditemukan pada berbagai lokasi di seluruh tubuh seringkali disebabkan adanya gangguan pada sistem koagulasi.

Anamnesis ini penting untuk membedakan kira-kira komponen pembekuan darah yang mana yang mengalami kelainan. Konfirmasi dapat dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium.

Penderita perdarahan yang terlihat sangat anemis disertai keluhan palpitasi/takikardi, mungkin mengalami perdarahan yang hebat dalam waktu relatif singkat, sehingga perlu segera diberikan transfusi darah atau cairan pengganti untuk mencegah terjadinya renjatan hipovolemik (baca pedoman transfusi darah).

Sebaliknya penderita yang sangat anemis tetapi denyut jantung masih relatif normal, mungkin mengalami perdarahan ringan secara kronik dan bersifat kompensatorik, sehingga tidak perlu terburu-buru memberikan transfusi darah.

2. Onset dan Karakteristik Perdarahan

Apakah perdarahan sudah berlangsung lama (kronik), berulang kali, atau baru pertama kali dialami oleh penderita ?

Bila manifestasi perdarahan abnormal tersebut baru untuk pertama kalinya diderita, maka perlu dipikirkan suatu kelainan akut yang bersifat didapat (acquired), sebaliknya bila perlangsungannya telah beberapa bulan atau tahun, harus dipikirkan kemungkinan kelainan kronik atau kelainan kongenital, contohnya hemofilia.

3. Anamnesis Riwayat Penyakit Sebelumnya

Apakah penderita memiliki riwayat penyakit/kelainan yang diduga berkaitan dengan terjadinya perdarahan?

Pertanyaan ini terkadang akan memberikan informasi penting yang segera mengarahkan anda pada diagnosis klinis pasien (dapat dikonfirmasi dengan pemeriksaan laboratorium).

Bila penderita baru saja mengalami trauma fisik hebat, luka-bakar, paska-bedah, gangguan pada kehamilan, atau infeksi, maka perlu dipikirkan kemungkinan suatu kogulasi intravaskular diseminata (DIC).

DIC adalah suatu kejadian sekunder yang disebabkan oleh infeksi, sepsis, trauma, keganasan, kehamilan, syok dsb yang mengakibatkan tercetusnya proses koagulasi intravaskular yang disertai konsumsi trombosit dan faktor pembekuan intravaskuler berlebihan dengan formasi trombin.

Bersamaan dengan itu, terjadi aktivasi sistem fibrinotlitik, sehingga dihasilkan fibrin degradation products (FDP) dan D-dimer. Diagnosis DIC ditegakkan berdasarkan skor ISTH 2001

4. Riwayat Penggunaan Obat, Ramuan atau Paparan Bahan Kimia

Apakah pada waktu sebelumnya penderita sering atau pernah menggunakan obat, ramuan, atau bahan kimia yang dicurigai berkaitan dengan terjadinya perdarahan?

Perdarahan saluran cerna (hematemesis dan melena) dapat disebabkan oleh konsumsi obat yang bersifat ulserogenik, seperti anti-inflamasi non-steroid, dalam jangka waktu lama.

Berbagai jenis obat (Seperti kloramfenikol, propilthiouracil, dan anti-epileptik) serta ramuan (jamu, obat tradisional Cina) telah terbukti bersifat mielosupresif sehingga berpotensi menyebabkan terjadinya trombositopenia.

5. Riwayat Penyakit Keluarga

Apakah ada riwayat dalam keluarga penderita yang menderita kelinan perdarahan yang sama?

Bila didapatkan adanya riwayat saudara atau anggota keluarga lain dengan kelainan perdarahan, maka perlu dipikirkan kemungkinan suatu kelainan yang bersifat heredo-familial, contohnya hemofilia.

Pemeriksaan Fisik Pasien Dengan Perdarahan Akut

Pemeriksaan fisik pada penderita demam bersifat melengkapi dan mengkonfirmasi hasil anamnesis. Setidaknya ada tujuh tanda yang harus kamu cari tahu pada pasien perdarahan akut

1. Demam

Bila ditemukan adanya demam, maka perlu dipikirkan kemungkinan adanya infeksi, peradangan, maupun kelainan sistemik pada penderita.

Yang harus selalu diingat adalah penderita keganasan hematologik seperti leukimia akut atau limfoma maligna seringkali datang dengan febris yang bisa disebabkan oleh infeksi maupun penyebab lainnya.

2. Tanda Anemis

Bila ditemukan adanya anemia berat (Hb dibawah 7 gr%, atau hematokrit kurang dari 20 %), maka perlu dipikirkan kemungkinan bahwa perdarahan pada penderita telah berlangsung cukup lama (kronik), perdarahan tersamar, atau terjadi kehilangan darah dalam jumlah cukup besar.

Selain itu, adanya anemia mungkin merupakan petunjuk bahwa pada penderita telah terjadi penurunan produksi sel darah (hematopoesis) didalam sumsum tulang, misalnya pada anemia-aplastik, mielofibrosis dan leukimia akut.

3. Lokasi dan Karakteristik Perdarahan?

Bila manifestasi perdarahan hanya berupa petechiae dan terbatas pada lokasi tertentu, maka harus dipikirkan kemungkinan adanya defek pada trombsit.

Ditemukannya berbagai manifestasi perdarahan seperti purpura, echymoses dan hematoma pada lokasi yang berbeda, mengarahkan kita pada kemungkinan adanya defek sistem koagulasi atau defek gabungan seperti DIC.

4. Ikterus

Bila ditemukan ikterus, maka perlu dipikirkan kemungkinan terdapatnya proses hemolisis (apapun sebabnya), pemakaian obat yang bersifat hepatotoksik atau apakah penderita mengidap kelainan hati kronik.

5. Organomegali (Hepato atau Splenomegali)

Adanya hepatomegali mungkin bisa merupakan petunjuk adanya gangguan perdarahan akibat kelainan hati (liver coagulopathy), sedangkan splenomegali mungkin sebagai petanda terjadinya proses hemolisis kronik atau kelainan darah lainnya seperti leukimia mielositik konik maupun polisitemia vera.

6. Limfadenopati

Bila ditemukan pembesaran kelenjar getah bening baik tunggal maupun pada berbagai lokasi perlu dipikirkan kemungkinan adanya diagnosis limfoma maligna, leukimia limfoblastik, maupun tumor dengan metastase ke kelenjar getah bening.

7. Tanda Spesifik

Adanya bone-pain (nyeri tulang yang berkepanjangang) mengarahkan kita pada kemungkinan suatu mieloma multiple atau metastase tumor ke tulang.

Keluhan gatal seluruh tubuh yang tak dapat dijelaskan penyebabnya mungkin merupakan petunjuk adanya limfoma-maligna. Hematoma pada otot atau hemartrosis menunjukkan adanya kelainan faktor pembekuan, sedangkan purpura merupakan tanada kelainan trombosit.

Pemeriksaan Penunjang Laboratorium Perdarahan Akut

Diagnosis pasti penyebab terjadinya perdarahan tidak mungkin ditegakkan tanpa dilakukannya pemeriksaan penunjang diagnostik.

Pemeriksaan laboratorium hematologik

  1. Darah rutin
  2. Hemogram
  3. Hapusan darah tepi
  4. Faal koagulasi/hemostasis
  5. Aspirasi sumsum tulang (jika perlu)

merupakan pemeriksaan awal yang perlu dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada pasien dengan perdarahan akut. Di atas sebuah tabel yang diadaptasi dari Buku EIMED MERAH PAPDI, sangat memudahkan kita dalam menafsirkan hasil laboratorium pasien perdarahan akut.

Semoga Bermanfaat^^


=

Sponsored Content

EIMED Merah adalah buku yang banyak direkomendasikan sebagai pegangan Dokter Umum di Instalasi Gawat Darurat. Buku ini adalah dasar untuk mempelajari buku EIMED Biru.

Buku ini membahas kasus gawat darurat secara mendasar berdasar keluhan utama.

Bayangkan ketika anda jaga IGD, pasien akan datang dengan keluhan utama (misal muntah, hematemesis-melena, penurunan kesadaran) atau dengan diagnosis spesifik (mis ketoasidosis diabetes, perforasi gaster, stroke perdarahan) ?

Betul, pasien datang dengan keluhan utama. Seperti itulah sistematika penulisan EIMED MERAH. Jadi kamu akan diajak untuk

  1. Menganalisis kasus berdasar keluhan utama
  2. Menganalisis diagnosis spesifik,
  • Apa saja anamenesis yang ditanyakan?
  • Apa saja pemeriksaan klinis yang harus dilakukan?
  • Apa saja pemeriksaan penunjang yang akan diusulkan?
  • Terapi umum untuk stabilisasi pasien, sembari melakukan work up untuk mencari diagnosis spesifik

Salah satu topik favorit di EIMED MERAH adalah kegawatdaruratan kardiologi (EMERGENCY CARDIO).

Seperti kita ketahui bersama, 9 dari 10 pasien yang datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan henti jantung akan meninggal. Hanya 1 pasien yang hidup, yakni pasien yang mendapatkan cardiac life support yang bagus.

Kegawatdaruratan bidang kardiologi yang dengan angka mortalitas tinggi adalah henti jantung dan arritmia (bradiaritmia dan takiaritmia). Upaya terbaik untuk mencegah kematian pasien yang berada dalam kondisi tersebut adalah melakukan adult cardiac life support, yang dibahas secara mendalam di BUKU EIMED MERAH.

Berita baiknya, setiap pemesanan EIMED MERAH via DokterPost.com kamu akan mendapatkan bonus DVD EMERGENCY CARDIO (senilai 156 ribu)

Mau Pesan EIMED MERAH?

Kamu bisa langsung inbox admin

Bisa juga SMS/WA 0856 0808 3342 (YAHYA) atau 0857 3130 6999 (ANISA)