Diagnosis dan Terapi Nyeri Punggung Bawah

Nyeri punggung bawah adalah salah satu keluhan yang paling banyak memabawa pasien ke tempat praktek dokter. Penyebabnya bisa bermacam-macam, ketelitian dokter dalam membuat diagnosis akan menentukan ketepatan terapi.

Nyeri punggung bawah adalah nyeri yang dirasakan diantara sudut iga bawah dan lipat bokong bawah yaitu di daerah lumbosakral. Banyak pasien datang dengan kekhawatiran mereka mengalami gangguan ginjal atau saraf "kecetit". Anamnesis dan pemeriksaan fisik yang baik akan menentukan diagnosis klinis pasien.

Artikel ini dikutip dari buku PPK Neurologi PERDOSSI halaman 101. Untuk pembahasan lebih lanjut, kamu bisa baca buku PPK Neurologi.

Anamnesis Nyeri Punggung Bawah

Keluhan Utama yang sering membawa pasien datang ke tempat praktek dokter adalah nyeri diantara sudut iga bawah dan lipat bokong bawah. Onset keluhan dapat akut atau kronik. Pada beberapa pasien bahkan dapat ditemukan nyeri punggung bawah kronik yang makin lama makin memberat (Kronik-Pr0gresif).

Kualitas nyeri yang dikeluhkan biasanya bersifat nyeri (tumpul, seperti tertusuk, terbakar). Pasien perlu ditanyakan pengaruh nyeri terhadap kegiatan sehari-hari, frekuensi serangan, durasi dan intensitas/derajat nyeri.

Tanyakan pasien mengenai kronologis serangan nyeri. Kronologis yanng jelas dapat sangat membantu membedakan berbagai penyebab nyeri punggung bawah.

Faktor yang memperberat nyeri perlu ditayakan. Misalnya nyeri yang punggung bawah yang memberat saat batuk, mengejan, membungkuk atau melakukan aktivitas berat.

Perlu juga ditanyakan apakah nyeri membaik dengan istirahat atau terus menerus. Data tentang gejala penyerta (mis. kesemutan, rasa baal, gangguan berkemih, gangguan BAB, disfungsi seksual) biasanya akan membantu memprediksi diagnosis topis kelainan saraf.

Riwayat penyakit dahulu harus digali secara cermat, apakah ada keluhan serupa sebelumnya, riwayat trauma atau riwayat tindakan medis sebelumnya.

Riwayat penyakit keluarga berupa riwayat keganasan dalam keluarga akan membantu mendukung kemungkinan nyeri punggung bawah terjadi karena keganasan. Riwayat pekerjaan pasien dapat membantu mengarahkan diagnosis, misalnya pasien bekerja sebagai kuli pasar yang sering mengangkat benda berat, akan sangat membantu mengarahkan diagnosis Hernia Nucleus Pulposus.

Pemeriksaan Fisik Nyeri Punggung Bawah

  1. Pengukuran tanda vital
  2. Pemeriksaan fisik neurologis:
  • Pengukuran skala nyeri: VAS/NPRS/Faces Scale/CPOT
  • Gerak daerah pinggang (range of motion)
  • Pemeriksaan columna vertebralis: alignment (adakah lordosis, kifosis, skoliosis)
  • Pemeriksaan nyeri ketok columna vertebrae
  • Pemeriksaan nyeri tekan lamina
  • Palpasi otot paravertebrae lumbalis
  • Tes Provokasi: Valsava, Naffziger. Laseque, kontra Laseque, Braggard/Sicard, Patrick, Kontra Patrick, nyeri ketok costovertebrae
  • Pemeriksaan motorik tungkai bawah
  • Pemeriksaan sensibilitas tungkai bawah
  • Pemeriksaan otonom

Kriteria Diagnosis Nyeri Punggung Bawah

Nyeri punggung bawah (NPB) adalah nyeri yang dirasakan daerah punggung bawah, dapat merupakan nyeri lokal, nyeri radikuler atau campuran keduanya.
Nyeri ini terasa diantara sudut iga terbawah dan lipat bokong bawah yaitu didaerah lambat atau lumbosakral dan dapat disertai dengan penjalaran nyeri kearah tungkai dan kaki.

Pembagian nyeri punggung bawah menurut Alberta Canada:

  1. Spondylogenik
  2. Nyeri neurogenik
  3. Nyeri punggung bawah vaskulogenik
  4. Nyeri punggung bawah viscerogenik
  5. Nyeri punggung bawah psikogenik

Menurut American Collage of Physicians and the American Pain Society nyeri punggung bawah dibagi menjadi

  1. Nyeri Punggung Bawah non spesisfik.
  2. Nyeri Punggung Bawah karena gangguan neurologis (stenosis kanal dan radikulopati)
  3. Nyeri Punggung Bawah yang disebabkan oleh penyakit spinal yang serius (red flags)

Nyeri punggung bawah dengan kategori red flag :

  1. Neoplasma/ karsinoma
  2. Infeksi
  3. Fraktur vetebra
  4. Sindrom kauda equina
  5. Nyeri Punggung Bawah dengan kelainan neurologik berat
  6. Nyeri Punggung Bawah dengan sindroma radikuler
  7. Umur > 50 tahun atau < 20 tahun

Pemeriksaan Penunjang Nyeri Punggung Bawah

Laboratorium (atas indikasi) :

  1. Laju endap darah
  2. Darah perifer lengkap
  3. Ureum, kreatinin
  4. Elektrolit
  5. C–reaktif protein (CRP)
  6. Faktor rematoid
  7. Urinalisa
  8. LCS
  9. Tumor marker (PSA, AFP, CEA, ALP, β-Hcg, thyroglobulin, calcitonin)

Pemeriksaan Radiologis (atas indikasi):

  1. Foto polos
  2. Mielografi
  3. CT-mielografi
  4. BMD
  5. MRI

Pemeriksaan neurofisiologi (atas indikasi): ENMG

Terapi Nyeri Punggung Bawah

Terapi nyeri punggung bawah dapat dibagi menjadi terapi kausatif dan simptomatik. Terapi kausatif biasanya diberikan oleh dokter spesialis setelah diagnosis etiologis ditegakkan. Sedangkan, di praktek dokter umum atau ppk 1, terapi yang diberikan lebih bersifat simptomatik, untuk mengurangi keluhan pasien sebelum dirujuk.

Terapi kausatif terutama diberikan pada kasus Nyeri Punggung Bawah dengan tanda bahaya (red flags)

Terapi simptomatik diberikan tergantung jenis dan intensitas nyeri. Pada nyeri inflamasi obat-obatan yang dapat diberikan meliputi:

  1. Anti inflamasi: steroid, NSAID (sesuai fornas)
  2. Relaksan otot: Esperison Hcl, Diazepam, Tizanidin
  3. Analgetik opioid lemah (Codein)
  4. Analgetik opioid kuat (Morphine sulfate)

Pada nyeri neuropatik obat yang dapat diberikan meliputi:

  1. Analgetik adjuvant (antikonvulsan): Carbamazepine, Gabapentin, Okscarbazerpine, Fenition, Asam Valproat, Pregabalin
  2. Anti depresant: amitryptiline
  3. Relaksan otot: Esperison Hcl, Diazepam, Tizanidin
  4. Analgetik opioid lemah: Codein
  5. Analgetik opioid kuat: Morphine sulfate

Pada nyeri campuran obat simptomatik yang dapat diberikan meliputi:

  1. Injeksi epidural: steroid, lidokain, opioid (diberikan pada sindrom radikuler atas indikasi)
  2. Terapi invasif minimal (atas indikasi):
  • Lumber facet joint pain : Radiofrekuensi ablasi pada cabang medial rami dorsales (1B+), injeksi kortikosteroid intra-articular
  • Sacroiliac jointpain: Radiofrekuensi ablasi
  • Coccygodyna: ganglion impar block, terapi elektrothermal intra-discal (IDET)

Tatalaksana Nyeri Punggung Bawah di PPK 1

Kasus nyeri punggung bawah sering sudah membaik dengan terapi anti nyeri sederhana, namun tidak jarang membutuhkan terapi spesifik spesialistik.

Merujuk pada buku Panduan Praktik Klinis Neurologi, dokter di PPK 1 cukup menegakkan diagnosis awal nyeri punggung bawah dan memberikan terapi anti nyeri sederhana. Dievaluasi selama 4 minggu, bila tidak membaik segera rujuk ke dokter spesialis saraf terdekat.

Semoga Bermanfaat^^


=

Referensi

Buku Panduan Praktik Klinis Neurologi

Paling banyak dicari

  1. Dokter Spesialis Neurologi (untuk menyusun PPK dan CP Rumah Sakit KARS 2012)
  2. PPDS Neurologi
  3. Calon PPDS Neurologi

Pemesanan, SMS/WA saja ke 0857 3130 6999 (ANISA) atau 08123 400 8737 (FAHMI)

Bisa juga Inbox admin, klik tombol inbox di bawah ya