Diagnosis dan Terapi Infeksi Cacing Pada Anak: Fokus Ascariasis

Beberapa saat yang lalu, seorang sejawat menanyakan tentang pemberian pyrantel pamoat untuk pasien anak kepadaku. Dia bertanya karena pernah mendengar bahwa pyrantel pamoat dikontraindikasikan untuk pasien anak di bawah dua tahun. Dia kemudian bertanya, apa obat pilihan pasien infeksi cacing usia di bawah dua tahun?

Diagnosis dan Terapi Infeksi Cacing Pada Anak

Sebentar, sebelum dijawab obat pilihan infeksi cacing pada pasien usia di bawah dua tahun, harus dijawab dulu benarkah obat cacing (mis. pyrantel pamoat) tidak boleh diberikan pada pasien anak?

Sejauh yang saya ketahui (juga berdasar konsultasi ke sejawat DokterPost.com yang SpA): "Tidak Ada Kontraindikasi pemberian obat cacing."

Jadi aku coba merujuk pada pedoman diagnosis dan terapi infeksi cacing dar CDC. Dan, sejauh ini memang tidak ada kata-kata yang dengan jelas menyebutkan bahwa obat cacing tertentu kontraindikasi diberikan pada pasien usia dibawah dua tahun.

Oke, Clear ya. Sekarang yang jadi pertanyaan, apa obat pilihan infeksi cacing pada anak?

Dalam artikel ini aku akan batasi hanya pada infeksi ascariasis ya dok. Kenapa? Karena menurut data CDC, ascariasis masih menduduki posisi pucak sebagai penyebab infesi cacing di dunia. Diperkirakan ada lebih dari satu juta pasien infeksi cacing ascariasis di seluruh dunia.

Kalau kita merujuk data infeksi cacing di Indonesia tahun 2006, cukup mencengangkan bahwa prevalensi infeksi cacing pada anak usia sekolah di indonesia mencapai 40%-60%. Yang lebih menyedihkan, ternyata infeksi cacing pada anak usia sekolah berpengaruh terhadap perlambatan pertumbuhan fisik anak.

Jadi, sepakat ya. Kita mesti lebih aware dengan infeksi cacing ini.

Kapan Kamu Curiga Pasien Terinfeksi Cacing Ascariasis?

Ini agak sulit. Gejala klinis pasien bisa beragam dan kurang spesifik, kecuali pada pasien ada anamnesis yang positif untuk penemuan cacing dalam feses.

Gejala klinis ascariasis sering kali sangat bergantung pada lokasi infeksi. Pada infeksi cacing ascaris di usus, gejala klinis yang dominan adalah mual-muntah, nyeri perut dan penurunan berat badan.

Sedangkan gejala klinis infeksi cacing ascaris di paru biasanya adalah batuk, sesak napas dan mengi. Jika beruntung, kamu bisa dapat batuk dengan dahak bercampur cacing.

Oke, kembali lagi pada topik utama kita. Apa sih obat pilihan untuk infeksi cacing ascariasis.

Menurut rekomendasi CDC, terapi untuk infeksi cacing ascariasis pada anak dapat digunakan

  1. Albendazole
  2. Mebendazole
  3. Ivermectin

Namun, saat ini rekomendasi pemerintah Indonesia untuk kampanye pengobatan cacing adalah albendazole dan mebendazole. Dosis Albendazole dapat diberikan 400 mg per oral (single dose). Dosis Mebendazole adalah 100 mg (2 kali sehari) diberikan selama 3 hari atau bisa juga digunakan 500 mg (single dose).

Perdebatan Tentang Terapi Pilihan untuk Anak Di Bawah Dua Tahun

Sebenarnya masalah ini sudah clear. Tidak ada kontraindikasi pemberian Albendazole maupun Mebendazole untuk anak usia di bawah dua tahun.

Perdebatan ini nampaknya muncul terkait tidak adanya data klinis yang menyimpulkan bahwa Albendazole aman dikonsumsi anak usia di bawah 6 tahun. Namun sebuah pernyataan dari WHO menegaskan bahwa Albendazole reatif aman bahkan dikonsumsi oleh anak usia 1 tahun. Untuk pasien kurang dari satu tahun, misalnya pasien usia 6 bulan dapat diberikan albendazole 1/2 tablet.

Begitu pula dengan Mebendazole. Obat ini masih belum punya data klinis yang cukup untuk menyimpulkan bahwa Mebendazole aman dikonsumsi oleh pasien anak di bawah dua tahun.

Trus, Pilih yang Mana?

Kalau aku sih, misal dapat pasien infeksi cacing usia di bawah dua tahun, aku lebih pilih Albendazole 400 mg per oral (single dose). Jangan lupa, albendazole sebaiknya diminum saat pasien makan.

Semoga Bermanfaat^^


=

Sponsored Content

Mau pesan Nelson Essensial IDAI? Langsung aja kontak CS DokterPost (Yahya) via kontakin.com/dokterpost