Demam Scarlatina: Yang Perlu Kamu Tahu di Puskesmas

Kemarin ada laporan kasus menarik dari sejawat DokterPost.com dari tegal. Seorang anak keluhan utama demam, di leher ada benjolan konsistensi keras sehingga leher tidak dapat digerakkan.


Kasus ini cukup menantang. Jujur, aku nggak tau pasti diagnosis kasus ini apa, akhirnya aku konsulkan ke Dr Yanti, SpA.

"Demam+Rash+Bibir Merah => ini scarlet fever mi..."

Cling... Bener juga ya, kenapa nggak kepikiran...

Scarlett Fever adalah demam yang disebabkan oleh kuman Streptococcus. Kuman yang sama yang menyebabkan demam rheumatik dan penyakit jantung rheumatik. Kuman Streptococcus memiliki toxin tertentu yang bisa menyebabkan rash spesifik di kulit.

Diagnosis dan Terapi Scarlet Fever

Diagnosis scarlet fever ditegakkan dengan pemeriksaan klinis dan anamnesis yang sesuai. Beberapa pemeriksaan penunjang kamu butuhkan untuk memantau komplikasi dan menyingkirkan diagnosis banding yang lain.

Trias Scarlet Fever

  1. Demam
  2. Rash Spesifik
  3. Red Lips

Diagnosis Scarlet Fever

Gejalanya sering kali sangat khas. Namun, pengalaman klinis dokter yang merawat akan sangat menentukan diagnosis banding yang muncul. Biasanya kalau sudah ketemu kasus seperti ini dua atau tiga kali, akan lebih mudah mengenali gejala dan menegakkan diagnosis klinis.

Keluhan utama scarlet fever adalah demam. Demam bisa mencapai 38-40 C. Sering kali demam sifatnya naik perlahan, tidak langsung tinggi. Demam sifatnya kontinyu, dalam satu hari tidak pernah naik turun lebih dari 1 C. Demam dapat turun dengan parasetamol, namun akan segera naik begitu efek obat berkurang.

Gejala lain yang utama adalah nyeri tenggorokan. Seperti kita ketahui, kuman Streptococcus lebih umum ditemukan sebagai penyebab infeksi di saluran napas atas, tenggorok. Sehingga pasien dengan Scarlet Fever sering kali mengeluhkan nyeri tenggorok, batuk atau pilek sebelum muncul keluhan rash yang spesifik.

Pemeriksaan tonsil akan sangat menunjang diagnosis bila ditemukan tanda radang tenggorok yang positif. Dari hasil pemeriksaan tonsil biasanya akan ditemukan tenggorokan yang sangat merah dengan pembesaran tonsil.

Pemeriksaan inspeksi pada kondisi lidah pasien sering kali dapat memberikan petunjuk klinis yang bagus. Kondisi "strawbery tongue" dengan atau tanpa selaput keputihan yang menyelimuti permukaan lidah sering ditemukan pada pasien scarlet fever.

Pembesaran kelenjar getah bening sering kali dapat ditemukan. Salah satu lokasi yang paling sering dijumpai adalah pembesaran kelenjar getah bening di leher.

Selain petunjuk klinis, ada baiknya kamu juga melakukan pemeriksaan penunjang untuk monitoring komplikasi yang muncul. Beberapa komplikasi jangka panjang scarlet fever adalah

  1. Demam rheumatik
  2. GNAPS
  3. Otitis Media
  4. Infeksi kulit
  5. Abses di tenggorok
  6. Pneumonia
  7. Arthritis

Sehingga pemeriksaan penunjang yang penting dilakukan adalah

  1. EKG
  2. Darah lengkap
  3. Urin lengkap
  4. BUN/Kreatinin Serum
  5. Otoskopi
  6. X-ray => sesuai indikasi

Pemeriksaan EKG pada pasien scarlet fever seringkali ditemukan sinus takikardia. Namun, tidak menutup kemungkinan ditemukan beberapa EKG abnormal (T inversi, ST depresi, LBBB, RBBB, dsb).

Salah satu hal yang harus diwaspadai adalah munculnya perikarditis pada pasien scarlet fever. Secara klinis perikarditis ditandai dengan pericardial friction rubs dan perubahan suara jantung spesifik.

Salah satu hal yang perlu diwaspadai adalah hasil EKG pasien dengan perikarditis. Pada pasien dengan perikarditis dapat ditemui ST Elevasi difus. Hal ini yang perlu diperhatikan, harus dibedakan dengan ST Elevasi pada infark miokard akut.

Terapi Scarlet Fever

Scarlet fever terjadi karena infeksi kuman streptococcus, sehingga terapi definitif penyakit ini adalah antibiotik. NSAID dapat diberikan sebagai terapi simptomatis, untuk mengurangi keluhan nyeri kepala dan sendi. Parasetamol dapat diberikan sebagai antipiretik.

Antibiotik pilihan yang sering digunakan untuk terapi scarlet fever adalah eritromisin dengan dosis

  1. Anak-anak Berat Badan < 20 kg => 30-50 mg/kgBB/hari terbagi dalam 4 dosis pemberian, diberikan selama 10 hari.
  2. Anak-anak Berat badan > 20 kg => 2x500 mg diberikan selama 10 hari

Semoga Bermanfaat^^


=
Sponsored Content

Bukan rahasia umum, EKG adalah kompetensi "penting" dokter umum. Tidak hanya pada kasus nyeri dada spesifik (kecurigaan Sindroma Koroner Akut), ilmu EKG diperlukan untuk banyak kasus kegawatdaruratan lain (misal Henti Jantung dan Aritmia).

Kemarin tim DokterPost.com minta dr. Ragil Nur Rosyadi, SpJP untuk ngajari sejawat DokterPost.com tentang bagaimana biar sejawat bisa MAHIR BACA EKG. Ini behind the scene pembuatan videonya.

Videonya gedhe banget, hampir 7 GB. Biar sejawat di Papua dan Indonesia Timur yang lain bisa ikut belajar juga, akhirnya kami putuskan untuk distribusikan videonya dalam bentuk DVD.

Saat ini DVD Mahir Baca EKG Basic dan Non Aritmia sudah dimiliki 500++ dokter di Indonesia.

Yang mau pesan MAHIR BACA EKG (BASIC-Non Aritmia), bisa kontak kami disini ya

kontakin.com/dokterpost atau SMS/WA 085608083342 (Yahya)