/ kardiologi

Dasar-Dasar Ekokardiografi: Pengetahuan Awal Sebelum Merujuk Pasien ke Kardiolog

Ekokardiografi atau ultrasonografi jantung adalah suatu teknik pemeriksaan jantung dan pembuluh darah besar dengan menggunakan gelombang suara-ultra (ultrasound). Pemeriksaan ini merupakan suatu pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis, menentukan tata laksana, dan memprediksi prognosis kasus-kasus penyakit jantung dan pembuluh darah.

Beberapa keistimewaan tersebut membuat ekokardiografi berperan penting dalam perkembangan ilmu penyakit jantung modern. Dengan ekokardiografi dapat dievaluasi morfologi ruang-ruang dan katup-katup jantung, serta fungsi dan kondisi hemodinamik jantung secara non-invasif (tanpa memasukkan alat ke dalam tubuh),sehingga relatif tidak memiliki risiko atau efek samping.

Teknologi ekokardiografi dalam dekade terakhir ini berkembang pesat, membuat aplikasi ekokardiografi tidak hanya terbatas sebagai alat penunjang diagnostik saja. Beberapa tindakan intervensi bedah dan non-bedah jantung memerlukan monitoring dan evaluasi ekokardiografis, baik selama tindakan sebagai pemandu prosesdur dan membantu strategi yang akan dilakukan, juga untuk menilai keberhasilan pasca intervensi secara cepat dan akurat.

JENIS PEMERIKSAAN EKOKARDIOGRAFI

Pemeriksaan ekokardiografi sangat bergantung pada kemampuan pemeriksa/operator dan kemampuan dokter yang menginterprestasi hasilnya. Oleh karena itu, diperlukan kompetensi khusus untuk dapat melakukan pemeriksaan ini.

Seorang dokter spesialis jantung dan pembuluh darah (Sp.JP) secara umum memiliki kompetensi untuk melakukan dan menginterprestasikan hasil pemeriksaan ekokardiografi transtorasik. Baik operator maupun yang menginterprestasi hasil pemeriksaan, hendaknya menguasai pengetahuan anatomi, fisiologi, dan patofisiologi jantung, serta memiliki ketrampilan teknis untuk menilai ekokardiografi secara klinis.

Pengetahuan serta keterampilan tersebut hanya dapat diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan khusus sesuai dengan kompetensi klinis ekokardiografi. Seseorang yang hendak melakukan pemeriksaan ekokardiografi sebaiknya mengerti dan memahami kondisi klinis pasien yang akan diperiksannya. Dengan demikian, ia mampu menjelaskan dan mendiskusikan hasil pemeriksaan ekokardiografi yang terkait dengan kondisi klinis pasien.

Kerja sama yang baik harus dilakukan antara pemeriksaan ekokardiografi dengan dokter lain yang terlibat dalam penanganan pasien, agar diperoleh hasil yang optimal.

Terdapat beberapa modalitas pemeriksaan ekokardiografi, di antaranya yang sering digunakan adalah pemeriksaan M- mode, dua dimensi (2D), pemeriksaan Doppler (spectral Doppler, colour Doppler, tissue Doppler) dan ekokardiografi tiga dimensi (3D).

M-mode

Teknik pemeriksaan M-mode ini menghasilkan pecitraan satu dimensi dari struktur jantung berdasarkan posisi dan gerak (monotion). Secara historis, metode M-mode merupakan aplikasi ekokardiografi pertama kali yang digunakan, namun hingga sekarang masih terus dimanfaatkan.

Pemeriksaan M-mode digunakan terutama untuk mengukur dimensi ruang-ruang jantung dan untuk melihat gerakan struktur-struktur jantung, terutama gerakan yang sangat halus. Karena modalitas M- mode mempunyai frame rate yang tinggi, maka modalitas ini sering di gunakan untuk mengukur waktu atau periode dari suatu kejadian dalam satu siklus jantung.

Ekokardiografi 2 dimensi

Pemeriksaan ekokardiografi dua dimensi (2-DE) adalah pemeriksaan yang paling umum digunakan untuk melihat struktur jantung secara lebih natural. Pemeriksaan ini, ruang-ruang dan dinding jantung serta gerakannya dapat dinilai, juga katup-katup dan pembuluh darah besar serta hubungan antar berbagai struktur anatomi jantung.

Struktur lain di dalam maupun di luar ruang jantung seperti misalnya: massa intrakardiak, trombus, celah pada sekat jantung, vegetasi, dan struktur-struktur lainnya dapat di deteksi dengan pemeriksaan 2-DE.

Ekokardigrafi Doppler

Doppler adalah suatu teknik pemeriksaan yang baik untuk memberikan informasi hemodinamik pada keadaan patologis jantung. selain itu teknik ini juga dapat mendeteksi dan menilai beratnya derajat regurgitasi maupun stenosis katup jantung serta berbagai aliran abnormal lainnya.

Ekokardiografi Doppler menggunakan prinsip Doppler yang menjelaskan bahwa gelombang suara-ultra yang di transmisi dan diterima oleh transducer terhadap pergerakan aliran darah akan memberikan pola atau warna yang berbeda. Ada beberapa jenis pemeriksaan Doppler yang digunakan dalam pemeriksaan rutin, yaitu spectral Doppler, color Doppler, dan tissue Doppler.

Color Doppler merupakn teknik pencitraan aliran darah jantung dengan kombinasi 2-DE. Teknik ini menggunakan warna untuk mempermudah pemeriksa mengetahui arah, adanya turbulensi serta kecepatan aliran darah sehingga dapat dibedakan aliran darah normal ataupun abnormal.

Warna yang ditampilkan berdasarkan arah aliran darah relatif terhadap posisi transducer. Secara standar warna-warna yang ditampilkan adalah merah (menunjukan aliran darah menuju transducer) dan biru (menunjukan darah menjauhi transducer). Jadi bukanlah berdasarkan darah arteri (O2 tinggi) atau darah vena (CO2 tinggi).

Aliran darah normal (aliran laminer) ditampilkan sebagai warna yang halus, sedangkan aliran darah yang abnormal (aliran tubulen) ditampilkan sebagai warna yang mozaik. Dengan demikian dapat diketahui apakah terdapat regurgitasi katup, stenosis katup, ataupun adanya pirau.

Saat ini juga sudah dikembangkan tissue Doppler yang mengukur kecepatan gerakan jaringan miokard. Dengan tissue Doppler dapat diketahui fungsi dari miokard, baik secara keseluruhan atau terfokus pada satu lokasi saja.


Ekokardiografi 3 dimensi

Keuntungan utama yang telah terbukti dari teknik ini dalah peningkatan akurasi evaluasi ekokardiografi dalam menilai ruang jantung, katup jantung, maupun struktur jantung lainnya. Teknik ini menghasilkan pencitraan yang lebih realistik serta dapat memberikan gambaran khas katup jantung. Selain itu, ekokardiografi 3 dimensi ini juga sangat berguna dalam membantu ahli bedah jantung selama tindakan intraoperatif dan postoperatif intervensi bedah.

Referensi: 5 Rahasia Penyakit Kardiovaskuler (FK UI)


=
Sponsored Content

Apa yang harus diketahui dokter umum di faskes primer tentang penatalaksanaan penyakit kardiovaskuler?

Dua buku ciamik tentang "5 Rahasia Penyakit Kardiovaskuler" (FK UI) dan "Manajemen Komprehensif Hipertensi" (FK UNAIR) akan menjawab banyak pertanyaan sejawat tentang bagaimana berperan sebagai dokter umum di faskes primer dalam penatalaksanaan penyakit kardiovaskuler.

Sudah tau kan kemana pesannya? :)

Langsung aja SMS/WA 081234008737!!!