Brugada Syndrome: Kelainan Genetik Dengan Gambaran ST Elevasi

Sindroma Brugada dialami oleh pasien dengan struktur jantung normal. Kelainan ini kadang nampak seperti sindrom QT panjang. Sindrom ini merupakan kelainan herediter (Autosomal Dominan). Sebagian besar diderita laki-laki usia 20-30 tahun.

Salah satu teori yang banyak diterima secara umum, sindroma Brugada terjadi karena mutasi genetik di voltage dependent sodium channel selama proses repolarisasi berlangsung. Sindroma Brugada sering kali terdeteksi secara tidak sengaja ketika pasien menjalani pemeriksaan EKG. Pola EKG yang khas yaitu gambaran yang menyerupai RBBB serta ST Elevasi di sadapan V1, V2 dan V3

Sindroma Brugada penting untuk dapat dideteksi secara dini, karena sering kali menyebabkan kematian mendadak. Kematian mendadak biasanya diawali dengan aritmia ventrikel misalnya VT polimorfik cepat yang bentuknya hampir mirip dengan torsade de pointes. Kematian mendadak sering kali terjadi ketika pasien tertidur.

Penatalaksanaan utama kelainan ini adalah pemasangan implan defibrilator. Yang tidak kalah penting, skrinning EKG terhadap seluruh anggota keluarga harus dilakukan untuk mencari ada tidaknya kelainan ini (Autosomal Dominan).

Semoga Bermanfaat


=
Sponsored Content

Bukan rahasia umum, EKG adalah kompetensi "penting" dokter umum. Tidak hanya pada kasus nyeri dada spesifik (kecurigaan Sindroma Koroner Akut), ilmu EKG diperlukan untuk banyak kasus kegawatdaruratan lain (misal Henti Jantung dan Aritmia).

Kemarin tim DokterPost.com minta dr. Ragil Nur Rosyadi, SpJP untuk ngajari sejawat DokterPost.com tentang bagaimana biar sejawat bisa MAHIR BACA EKG. Ini video contoh analisis kasus blok jantung dari dr Ragil, SpJP

Videonya gedhe banget, hampir 7 GB. Biar sejawat di Papua dan Indonesia Timur yang lain bisa ikut belajar juga, akhirnya kami putuskan untuk distribusikan videonya dalam bentuk DVD.

Yang mau pesan MAHIR BACA EKG (BASIC-Non Aritmia-Aritmia), bisa kontak kami disini ya

SMS/WA 085608083342 (Yahya) atau kontakin.com/dokterpost