Bisnis Kos Untuk Dokter, Untung atau Buntung?

Hai dok,

Kebetulan aku habis ikut workshop beberapa bulan kemarin.

Mostly pesertanya Dokter Spesialis.

Tapi, ada cerita yang bagus tentang dokter umum yang bisa punya 2 rumah kos dengan passive income lebih dari gaji 1 bulan di RS.


Seminarnya sebenarnya tentang manajemen keuangan, tapi untuk dokter.

Aku juga nggak ngerti kenapa kok banyak banget dokter spesialis yang minat ikut.

Ada dokter spesialis paru dari malang, jauh-jauh datang ke Jakarta cuma pengen tahu gimana strategi yang efektif untuk berinvestasi. Supaya nanti kalau sudah tua nggak terus-terusan praktek, katanya.

Ada juga dokter spesialis bedah dari RS Swasta no 1 di Jakarta, pengen tahu kira-kira mana yang lebih menguntungkan, investasi di properti, saham atau forex?

Masih banyak yang lain...

Kenapa Dokter Butuh Berinvestasi?

Dokter sudah sejahtera sih, relatif. Ada TS yang masih dibayar di bawah 10 juta sebulan, ada yang sebulan bisa bawa pulang ratusan juta. Tapi secara rata-rata sudah sejahtera sih.

Nah, kebetulan salah satu cerita yang inspiring banget adalah seorang dokter umum di Yogyakarta.

Saat ini masih jadi dokter umum, tapi sudah punya 2 rumah kos dengan puluhan pintu (kamar).

Pendapatan dari rumah kosnya (passive income) sudah lebih besar dari pendapatannya di RS.

Awalnya mas Dokter ini juga tidak punya rumah kos. Tapi, dia punya slip gaji dari RS. Nah ini yang penting.

Dari slip gajinya ini (masih di bawah 10 juta/bulan) mas Dokter pengen punya rumah kos. Tujuannya investasi buat passive income sih.

Di Yogyakarta saat itu, sewa kos per bulan masih 400-600 ribu. Jadi kalau punya 10 kamar kos dia bisa punya pendapatan passive 4-6 juta/bulan.

Kalau 20 kamar kos? Ya 8-12 juta/bulan.

Gitu sih itung-itungan sederhana nya.

Masalahnya, kalau gaji masih 10 juta/bulan max dia cuma bisa ambil KPR yang cicilannya 3.3 juta/bulan. 33% dari jumlah mutasi kredit.

Betul?

Padahal mas Dokter ngincer rumah kos yang harganya sekitar 1.5 M (20 kamar tidur), dekat UMY

Kalau dihitung butuh uang muka 20% => 300 juta.

Kalau KPR 15 tahun dengan tingkat suku bunga 7% => cicilannya sekitar 12 juta/bulan.

Artinya nilai mutasi rekening yang harus ada di buku tabungan mas dokter minimal 36 juta/bulan.

Nah, berarti kurang 26 juta dong gajinya?

Ada cara nggak supaya mutasi rekening jadi 36 juta/bulan. Atau biar aman digenapkan jadi 40 juta/bulan lah.

Ada, dan mas Dokter sudah melakukannya.

Jadi ketika tanggal 1 dapat gaji 10 juta, mas Dokter ambil 1 juta aja, dipisahkan ke tabungan lain.

Terus, 1 juta tadi diberikan ke teman kuliahnya

"Mas, ini ada uang 1 juta. Aku boleh minta tolong nggak, kamu transfer ke rekeningku lagi hari ini?"

Ditransferlah sama teman yang baik hati tadi ke rekening mas dokter, hari itu juga ada tambahan mutasi 1 juta di rekening mas dokter.

Besoknya, mas Dokter telfon teman kuliah yang lain.

"Mbak, ini aku ada uang 1 juta. Aku boleh minta tolong nggak, kamu transfer ke rekeningku hari ini?"

Uang ditransfer, dan mutasi rekening mas Dokter nambah lagi 1 juta hari itu.

Begitu seterusnya sampai 30 hari. Dan mutasi rekening mas dokter bertambah jadi 10+30=40 juta bulan itu.

Dilakukan terus menerus sampai 3 bulan berturut-turut.

Dan akhirnya, pergi ke bank untuk mengajukan KPR.

Kira-kira kalau punya mutasi rekening 40 juta, plafon cicilan 33% => 13,2 juta.

Terus mau ngajuin KPR yang cicilannya 13.2 juta, diterima nggak sama bank? Ya, jelas diterima. Dokter lagi :)

Singkat kata akhirnya KPR-nya diterima.

Pendapatan dari Rumah Kos = 20 kamar x 600 ribu = 12 juta/bulan

Loh, tapi kan nanti punya hutang banyak?

Ya. Tapi cicilannya yang bayar anak kos.

Dan setelah 15 tahun nanti rumahnya sudah sepenuhnya milik mas Dokter dan kemungkinan harganya sudah naik jauh dibandingkan harga beli-nya.

Tau sendiri kan jargon, "Senin harga naik."


Aduh, maaf ya tulisannya jadi panjang banget.

Sebenarnya aku mau cerita lebih banyak lagi, ilmu-ilmu yang aku dapatkan pas workshop di Jakarta kemarin.

Workshopnya mahal, aku kemarin bayar 5 juta-an untuk HTM-nya doang.

Leaflet-DoctorpreneurX-Juli

Tapi, worth banget karena banyak ilmu valid dari dokter yang juga Enterpreneur pemilih 9 Bisnis dr. Irzan Nurman, Sp.Rad, MSi dan banyak doctorpreneur yang lain eg dr Teuku Adi Fitrian (Tompi), SpBP-RE,

Aku sih nggak merasa rugi, karena setelah menerapkan ilmu-ilmu di workshop, saat ini pendapatan lini bisnis DokterPost naik jadi 3 kali lipat.

Aku berani garansi, rugi banget kalau kamu gak ikut

Untuk daftar langsung kamu bisa klik link ini => Daftar Workshop Doctorpreneurx

Atau, biar gak repot, kamu juga bisa daftar rombongan via Yahya (Cash Back 200 ribu) => WA Yahya 085608083342

Buruan, karena acaranya tinggal 3 hari lagi.